
Ika yang sadar, sedang menjadi pusat perhatian, sama sekali tak menghiraukan tatapan mereka yang sepertinya, terkagum padanya.
apalagi, Kini, Ika menggunakan busana paling mencolok warnanya. yaitu merah maroon kembaran dengan suami dan anaknya.
Ika dan Fadly menghampiri pelaminan, dan menuju kedua mempelai yang tampak tersenyum tipis di sepanjang acara.
"selamat ya, untuk pernikahan kalian, semoga menjadi keluarga bahagia dan segera di berikan momongan, " ucap Ika segera memeluk sahabatnya itu.
"aah bebeb gue terimakasih karena kalian datang juga, " ucap Afifah yang langsung memeluk sahabatnya itu.
"pasti gue datang lah, kan ada makanan gratis, gqk mungkin gue ngak dateng, " ucapnya menggoda sahabatnya itu.
Afifah hanya tertawa kecil melihat dan mendengar ucapan sahabatnya itu.
kini, Ika menghampiri mempelai pria yang berada di sebelah Afifah.
"selamat ya Dit, akhirnya loe menjadi seorang suami juga, gue titip Afifah jaga dirinya, jangan buat dia menangis, " ucap Ika seraya bersalaman dengan sahabatnya itu.
Adit hanya membas dengan tersenyum tipis dan membalas uluran tangan Ika
dan hal itu, sukses membuat Fadly nerasa gusar di buatnya karena ia tau, jika laki laki di depannya, itu sempat menyukai istrinya.
dengan cepat, laki laki itu, mendorong tubuh istrinya pelan. membuat Ika seketika menoleh dan mendapati wajah dingin sang suami.
awalnya, Ika tak mengetahui, apa yang sebenarnya terjadi, tapi ia langsung faham, saat mata Suaminya, menatap tajam kearah tangan Ika dan tangan Adit yang belum terlepas.
membuat Ika mengerti apa yang di maksud oleh suaminya itu.
"kalau cemburu bilang, nggak usah dorong aku, gimana kalau tadi aku jatuh,? kan nggak lucu, " ucap Ika berbisik seraya mencubit kecil pinggang suaminya.
membuat Fadly meringis karena cubitan istrinya itu. " awh, sayang sakit bisa nggak sih jangan kdrt sama aku,? " tanya Fadly menggerutu kesal.
bukannya kasihan, Ika justru malah menarik tangan sang suami, untuk mencari tempat duduk di ruangan pelaminan itu.
setelah itu, Ika dan Fadly duduk di salah satu kursi tamu, dan menikmati hiburan malam ini.
dan saat mereka sedang berbicara, Ifan dan Samuel datang untuk menghampiri keduanya.
"hai Ka, " sapa seseorang yang berada di hadapannya. membuat Ika mendongak dan menatap siapa yang berbicara kepadanya.
"eh Pak Ifan, " ucap Ika tersenyum manis oada gurunya dulu.
"oh kirain kamu nggak bakalan dateng, " ucap Ifan melirik Samuel yang berada di sampingnya.
Ika yang mengerti arah pembicaraan gurunya itu, hanya menggelengkan kepala.
sementara Samuel, laki laki itu, hanya busa menatapnya, dengan tatapan yang sulit diartikan.
Ika dan Fsdly tanpak bercanda, tak menghiraukan tatapan Samuel sama sekali.
sementara Ifan, laki laki itu, sudah menghilang dan bergabung dengan yang lain.
yaitu sebuah lagu yang di persembahkan oleh seseorang yang membuat Ika dan Fadly menoleh jw arah sumber suara.
dan mereka sangat terkejut melihat pemandangan itu. dimana, Doni memegang gitar dan menyanyikan lagu yang sedang nge hits saat ini.
Ini salahku
Terlalu memikirkan egoku
Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku
__ADS_1
Hingga kau pergi tinggalkan aku
Terlambat sudah
Kini kau t'lah menemukan dia
Seseorang yang mampu membuatmu bahagia
Ku ikhlas kau bersanding dengannya
Aku titipkan dia
Lanjutkan perjuanganku 'tuknya
Seperti ku menyayanginya
'Kan kuikhlaskan dia
Tak pantas ku bersanding untuknya
Dan 'kan kuterima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya
Terlambat sudah
Kini kau t'lah menemukan dia
Seseorang yang mampu membuatmu bahagia
Ku ikhlas kau bersanding dengannya, hoo
Aku titipkan dia
Lanjutkan perjuanganku 'tuknya
Seperti ku menyayanginya
Oh, 'kan kuikhlaskan dia
Tak pantas ku bersanding untuknya
Dan 'kan kuterima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya
Aku titipkan dia
Lanjutkan perjuanganku 'tuknya
Seperti ku menyayanginya
Oh, 'kan kuikhlaskan dia
Tak pantas ku bersanding dengannya
Dan 'kan kuterima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya
Dan 'kan kuterima dengan lapang dada
__ADS_1
Aku bukan jodohnya
Sumber: Musixmatch
selesai menyanyikan lagu itu, Doni tampak turun dari panggung seraya menyeka air matanya, agartwk di ketahui oleh banyak orang.
tapi sayangnya, pemandangan itu, telah di tangkap oleh kedua orang sahabatnya itu.
yang tak lain, adalah Fadly dan Ika, mereka saling berpandangan dan merasa kasihan pada sang sahabat itu.
"kasihan banget ya Yah, si Adit, sepertinya dalam banget perasaannya pada Afifah, " ucap Ika seraya berbisik.
"iya Bun, kemarin kan hampir pingsan saat Ayah beritahu, kalau Afifah mau nikah, " ucap Fadly yang juga ikut berbisik.
hais mereka sudah seperti mak emak komplek yang ngerumpiin tetangga. hehehe
setelah menyanyikan lagu itu, Doni bergegas pergi karena merasa nggak sanggup melihat orang yang paling di sayang, bersanding di pelaminan dengan orang lain..
Ika dan Fadly menatap kepergian Doni dengan perasan yang tak bisa di gambarkan. ada kesedihan di dalam hati Ika dan Fadly.
semoga, Doni cepat mendapatkan pendamping yang Doni inginkan, Aamiin.
setelah acara resepsi itu, Ika izin ketoilet karena sudah merasa nggak tahan dengan panggilan alamnya.
saat Ika sedang berjalan terburu buru, tanganya di tarik oleh seseorang yang membuat Ika hampir saja berteriak.
"bapqk mau apa,? " tanya Ika sedikit ketakutan membuat Samuel tersenyum menyerigai.
dan tanpa ba bi bu, Samuel menarik tanganya dan membawanya, ke sebuah kamar hotel yang kosong.
"kamu harus menjadi milikku, " ucap Samuel ingin berbuat kurang ajar pada Ika dan..
Bugh
bugh
bygh
tiga kali pukulan, membuat Samuel tersungkur ke lantai dqn mengeluarkan darah dari bibirnya.
dan orang itu, adalah Fadly yang menyusul sang istri karena merasa khawatir pada istrinya itu.
dan benar saja, kekhawatirannya terbukti
BERSAMBUNG......
note: jangan lupa, mampir di novel temen aku ya, judulnya. OBSESI KAKAKKU KEPADAKU by : Amandaterina06.
Obsesi yang tidak pantas seorang kakak terhadap adiknya sendiri. Viktor Alexander Aganta, itulah nama lengkap dari sosok abang yang begitu kejam dan sangat terobsesi dengan adiknya, Quenna Anezka Aganta.
Viktor selalu menggunakan penutup wajah setelah tragedi kelam beberapa tahun lalu hingga tidak sekalipun yang mengetahui rupa tampan dari sosok Viktor, bahkan Quenna sendiri.
Quenna tidak pernah melihat wajah sang Abang bertahun-tahun lamanya usai insiden yang menjadi kunci utama hancurnya hidup Quenna karena obsesi abangnya.
Kematian seluruh keluarganya dan obsesi abangnya telah membuat Quenna percaya bahwa ia berada dibawah kendali Viktor, ia menjadi budak Viktor abangnya sendiri.
"Hentikan perbuatan tidak pantas ini Kak, aku adik mu, adik kandung mu!!"
"Kenapa aku harus mengehentikan? Aku bahkan bisa lebih dari ini, membuat mu mengandung anak ku, misalnya?"
__ADS_1