Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Bab 9


__ADS_3

Rachel tersadar dengan lamunannya, ia mengerti dengan apa yang akan dilakukan Albern saat ini Rachel pun mencoba untuk menghentikannya sebelum pria itu benar-benar melakukan hal yang ada dipikirannya saat ini.


"Al" ucap Rachel


"Tidak! Kau harus mendengarkan aku terlebih dulu"


ucap Albern.


"Tidak Al, kau harus mendengarkan ku. Aku tau apa yang ingin kau katakan jadi Al lebih baik"


Belum sempat menyelesaikan kalimat yang ingin dikatakannya Albern lebih dulu membungkam mulut Rachel dengan bibirnya, Rachel yang mendapatkan ciuman itu terperanjat kaget dan mendorong tubuh Albern.


"A-apa yang kau lakukan Al?!" tanya Rachel tak terima dan sangat tidak menduga bahwa Albern berani menciumnya.


"Jadi ini jawabanmu?" ucap Albern sendu "Aku sudah tau akan seperti ini tapi aku tidak mengira kau akan seperti ini" ucapnya lagi.


"Apa maksudmu? Tentu saja aku akan seperti ini jika kau tiba-tiba menciumku seperti itu" ucap Rachel.

__ADS_1


"Aku sudah mengetahui ini tapi rasanya tetap sakit. Maafkan perlakuanku tadi" ucap Albern lalu menatap Rachel dalam.


"Masuklah aku akan pergi saat memastikan kau sudah masuk dengan selamat" ucapnya lagi dan justru Rachel menatapnya dengan tatapan bersalah.


"Jangan menatapku seperti itu kau membuatku terlihat sangat menyedihkan" sambung Albern lalu membalikkan badan Rachel menuju arah rumahnya


"Sekarang masuklah! Ini hal biasa bukan saat menyatakan cinta ada dua pilihan ditolak dan diterima, jadi ini bukan masalah besar" ucap Albern lagi..


Setelah melihat Rachel memasuki rumahnya Albern menghela nafas kasar dengan penuh kekecewaan ia pun berjalan menuju mobilnya saat ingin membuka pintu mobilnya ia dikagetkan oleh seseorang yang kini sedang menyentuh pundaknya.


"Apa yang sedang kau lakukan didepan rumah seorang wanita selarut ini?!" ucap pria yang tak lain tak bukan adalah Bryan.


Bryan yang kini tengah dipenuhi amarah menunggu waktu yang tepat untuk memberi pria itu pelajaran dan saat dilihatnya Rachel sudah masuk ke dalam rumah Bryan pun melangkah mendekati pria itu yang kini terlihat sedang ingin memasuki mobilnya Bryan memegang pundak pria itu membalikkan tubuhnya dan..


'buggh' Bryan melayangkan tinjunya ke wajah Albern


Albern sangat kaget dari pukulan keras yang ia dapatkan secara tiba-tiba itu belum mampu mencerna apa yang sedang terjadi Albern tidak protes atau bahkan membalas pukulan itu setelah mendapat pukulan tiga kali berturut-turut tanpa pikir panjang Albern pun mulai melayangkan pukulannya yang tak kalah keras.

__ADS_1


Dan baku hantam pun terjadi kali ini sepertinya Bryan melakukan awalan yang salah dia tidak menyangka bahwa pria yang ada di hadapannya ini akan membalas pukulannya apalagi pukulan yang tak kalah keras darinya itu Bryan akui bahwa Albern sangat mahir berkelahi.


Bryan meludahkan saliva nya ia merasa sangat kesal seharusnya sejak awal dia sudah menusuk pria itu maka dia tidak akan terlibat perkelahian konyol yang menghabiskan banyak waktu seperti ini.


"Siapa kau? Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa tiba-tiba memukul orang yang tidak kau kenal" tanya Albern


"Siapa aku? Bahkan jika aku beri tahu kau tak akan bisa mengingatku" ucap Bryan tertawa kecil dengan suara rendahnya.


"Sialan! Siapa dan apa yang sebenarnya kau inginkan?" tanya Albern lagi


Bryan mendekati Albern dengan cepat dan menendang keras perut Albern hingga membuat Albern terpental terduduk di aspal Bryan berjongkok mensejajarkan dirinya di hadapan Albern dan membisikkan sesuatu ke telinganya


"Mati! Aku hanya ingin kau mati" ucap Bryan sambil menyeringai


Albern yang mendengar itu pun dengan cepat langsung mendorong tubuh Bryan saat ingin mengarahkan tinjunya pada Bryan dengan sigap ia menangkis dan memelintir tangan Albern bahkan Bryan juga menekuk tangan Albern


Albern mengerti apa yang akan dilakukan pria gila itu pada tangannya dengan cepat Albern mencoba melepaskan tangannya meronta-ronta bahkan Albern juga berkali-kali mencoba menendang kaki Bryan tapi apa daya.

__ADS_1


'kreteek' Bryan telah mematahkan tangan Albern


__ADS_2