Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 59


__ADS_3

"Kemana sih sebenarnya pria itu? Katanya tidak akan pulang lama kenapa jam segini masih belum pulang juga? Apa dia lupa kalau aku menunggunya disini sendirian? Wah setelah dipikir-pikir lagi Bryan kau sangat menyebalkan"


Rachel menghela nafasnya "Wah aku bisa mati kebosanan di rumah ini" rutuknya.


Sepeninggalan Bryan dan kedua orangtuanya Rachel hanya bisa uring-uringan di rumah ini, tidak banyak hal yang bisa ia lakukan dan ia tidak bisa bebas melakukan apa saja karena ini bukan rumahnya.


Saat makan siang ia hanya seorang diri menyantap makanan yang begitu banyak dihidangkan oleh para pembantu dan di sore harinya ia dibuatkan desert dan ia pun menikmatinya sendirian karena ketiga orang tua dan anak itu belum juga kembali sejak pergi tadi pagi dan kemungkinan ia akan menyantap makan malam seorang diri lagi.


Sekarang jam sudah menunjukkan hampir pukul enam malam, dan kini sudah dua belas jam berlalu sejak Bryan meninggalkannya entah kemana pria itu pergi di selama ini padahal katanya hanya sebentar saja.


Bosan hanya memainkan ponsel dan menonton televisi Rachel pun memutuskan untuk membersihkan dirinya saja dan kebetulan ia belum mandi sejak pagi setidaknya setelah mandi ia terlihat jauh lebih segar.


Ia kembali ke kamar yang ia tempati begitu di dalam ia langsung saja masuk ke kamar mandi dan memulai ritual bersih-bersihnya. Setelah setengah jam berlalu Rachel pun menyelesaikan ritual mandinya dan saat ia keluar dari kamar mandi seseorang mengejutkannya.


"Wow so sexy... mainan Bryan yang baru?" ucap seorang pria yang bersandar di ranjang tempat tidur Rachel.


Rachel membulatkan matanya saat melihat ada seorang pria asing di dalam kamarnya "S-siapa kau?" tanyanya was-was.


"Kau sangat seksi, cantik" ucap pria itu lagi turun dari ranjang "Siapa namamu?" tanyanya lagi.


Rachel semakin menegang karena pria itu berjalan mendekatinya "S-siapa kau?" tanyanya lagi.


Pria itu menyeringai seketika Rachel terbayang pada Bryan apa pria ini sama seperti Bryan, seorang psycho?


"A-apa maumu?" tanya Rachel lagi.


Pria itu tersenyum miring "Ingin berkenalan denganku cantik?" tanyanya sambil mengulurkan tangannya.


Rachel tidak menerima uluran tangan pria itu dia menggenggam erat handuk yang ia pakaikan ditubuhnya itu.


Pria itu mengusap tangannya ke wajah Rachel "Bagaimana bisa kau sesempurna ini? Cantik. iya seksi juga iya. Itu tidak adil, kau membuatku jadi menginginkanmu" ucapnya


"A-apa yang kau lakukan disini? S-siapa kau?" tanya Rachel, jantungnya berdebar bukan karena salah tingkah tapi takut karena senyuman pria itu sangat menakutkan.

__ADS_1


Pria asing itu semakin mendekatkan tubuhnya pada Rachel "H-hentikan! Jangan sentuh aku" ucap Rachel karena ia tau apa yang ingin dilakukan pria itu padanya.


"Ah ya, aku lupa memperkenalkan diriku. Aku Leo, senang bertemu denganmu Rachel" ucap pria asing yang bernama Leo.


"K-kau! B-bagaimana kau bisa tau namaku?" tanya Rachel semakin ketakutan.


"Benar itu namamu? Aku hanya menebaknya saja" ucapnya lalu menepuk pelan jidat Rachel "Namamu tertulis di jidatmu" ucapnya.


"S-siapa kau sebenarnya? Apa yang kau inginkan dariku, k-kenapa kau bisa masuk kesini?" tanyanya, ia sangat takut bagaimana jika pria ini adalah pria yang kemarin sempat ingin membunuhnya itu.


"Bukankah aku sudah mengenalkan diriku kenapa masih bertanya" ucapnya lalu menatap Rachel penuh nafsu "Yang aku inginkan bukankah sudah pasti? Aku menginginkanmu" ucapnya lagi.


Leo menarik dagu Rachel dan mencium paksa Rachel bukan hanya sekedar kecupan namun pria itu ******* bibir Rachel seperti yang biasa Bryan lakukan padanya dan tentu saja Rachel tidak menerima dengan pasrah perlakuan itu dengan susah payah ia mencoba menghentikan pria mesum yang ada dihadapannya itu.


"Hentikan!" ucap Rachel sembari mendorong kuat pria itu, setelah beberapa kali percobaan akhirnya pria itu terdorong olehnya dan ciumannya pun terlepas.


"Kau gila? Apa yang kau lakukan?" ucap Rachel yang tanpa ia sendiri sadari kini ia sedang berbicara dengan suara yang cukup keras.


*ceklek


"Maafkan aku Rachel sayang, kau pasti kaget kan?" ucapnya lagi dan Rachel hanya menatap bingung ke arah Jennifer.


Jennifer melangkahkan kakinya mendekati keduanya "Ini keponakanku Leo, aku lupa memberitahu kalian tentang kedatangannya dan aku juga lupa memberitahu Leo kalau kamarnya sudah ada penghuni"


"Sebelumnya ini adalah kamar Leo, kau kaget sekali ya sayang?" tanyanya lagi.


Rachel menganggukkan kepalanya tentu saja ia kaget tiba-tiba ada pria asing di kamarnya terlebih pria itu sangat mesum.


"Maafkan aku ya sayang karena lupa kau jadi berada di situasi tak nyaman seperti ini" ucap Jennifer.


Rachel menggelengkan kepalanya "Tidak mom, tidak masalah kok. Aku cuma sedikit kaget saja" ucapnya.


"Tenang saja mah, dia malah senang bertemu denganku" ucap Leo

__ADS_1


"Jangan menjahilinya! Bryan akan marah padamu jika mengganggu kekasihnya" ucap Jennifer memukul pelan pundak pria itu.


"Kau menginap disini kan?" tanya Jennifer memastikan keponakannya itu.


Leo tersenyum "Tentu, aku tidak ingin melewatkan hal yang menyenangkan" ucapnya.


Jennifer mengernyitkan keningnya tak mengerti apa hal menyenangkan itu "Hm? Hal menyenangkan apa yang kau maksud?" tanyanya.


Pria itu tertawa "Bukan apa-apa" ucapnya.


Jennifer menepuk lengan pria itu "Ada-ada saja kau" ucapnya lalu ia beralih pada Rachel "Rachel sayang, kita siapin makan malamnya dulu yuk?" ajaknya dan Rachel hanya menganggukkan kepalanya setuju.


"Yasudah kenakan dulu pakaianmu" ucap Jennifer laku menarik Leo keluar kamar "Mommy tunggu didepan ya sayang" ucapnya lagi.


Ucapan Jennifer itu membuat pipi Rachel bersemu bukan karena apa tapi ia malu sedari tadi hanya menggunakan handuk saja.


Setelah selesai berpakaian Rachel pun keluar dari kamarnya menuju ruang keluarga tempat Jennifer dan Leo berada, sungguh pertemuan pertama yang menyebalkan ia sangat tidak menyukai pria bernama Leo itu karena sudah berani menciumnya.


"Oh, kau sudah selesai sayang" ucap Jennifer saat melihat Rachel "Yasudah ayo kita siapin makan malamnya karena semua pada kumpul mommy jadi ingin masak" ucapnya.


Rachel hanya tersenyum mendengar ucapan Jennifer itu, wanita itu terlihat sangat senang dengan kehadiran Bryan dan keponakannya itu di rumah ini.


"Ada sesuatu yang ingin kau makan, Leo? Katakan saja aku akan membuatkannya untukmu" ucap Jennifer.


Leo hanya menggelengkan kepalanya "Terserah saja, asal mommy yang masak sudah pasti aku akan suka" ucapnya.


Jennifer tertawa "Kau bisa saja, mulutmu itu manis sekali" ucapnya.


"Yasudah kau tunggu saja disini. oke" ucapnya lagi.


"Siap!" ucap Leo sembari melakukan gerakan hormat.


Jennifer tertawa melihat tingkah keponakannya itu dan ia pun menggandeng tangan Rachel dan mereka pun berjalan menuju dapur.

__ADS_1


Leo menatap Rachel dan Jennifer yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya, ia tersenyum penuh arti dan terlihat seringai di wajahnya "Ah jadi dia kekasih Bryan bukan sekedar mainannya. Ini akan jadi semakin menyenangkan" gumamnya pelan sambil mengelus-elus jam tangan yang ia gunakan.


__ADS_2