Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 85


__ADS_3

Sekitar pukul lima sore hari tadi Jennifer dan Miller sudah tiba di hotel dan kini keduanya tengah beristirahat di kamar mereka sedangkan yang lainnya kini terlihat sedang berkumpul di kamar Rachel dan Bryan


"Bryan ayolah! Apa kau mengajak kami pergi berlibur untuk berdiam di hotel saja?" ucap Evan protes karena Bryan tak ingin keluar meninggalkan kamar hotelnya.


Sebelumnya mereka sudah janjian untuk pergi keluar malam ini tapi saat semua orang sudah selesai bersiap Bryan malah bertingkah dan mengatakan ia tak ingin kemana-mana malam ini.


"Bukan aku, mommy yang mengajakmu kalau aku lebih senang kau tidak ikut" ucap Bryan tak peduli dengan ucapan Evan sedikit pun.


Sedangkan ketiga wanita yang sedang menatap kearah pria itu hanya menghela nafas kasar mendengar pertengkaran itu.


"Jika tidak jadi pergi kami ke kafe depan saja malam ini, sayang sekali sudah dandan rapih gini tapi cuma diam di kamar hotel doang" ucap Giska pada kedua pria yang masih sibuk bertengkar itu.


Bryan yang mendengar ucapan Giska itu hanya tersenyum menyetujui hal itu bahkan dengan santainya ia mengeluarkan kartu debitnya, tak terlihat sedikitpun rasa bersalah dari raut wajah pria itu.


"Pergilah! Ini gunakan saja sepuas kalian tapi pastikan kekasihku makan yang banyak, aku titip Rachel. Oke?" ucap Bryan tersenyum kearah mereka sekilas dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur.


Semua orang terperangah tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar dan lihat, Bryan benar-benar luar biasa karena tak merasa bersalah sedikitpun padahal Giska sengaja mengatakan hal itu agar Bryan peka.


"Kau benar-benar tidak seru!" ucap Evan beranjak dari sana dan mengambil kartu Bryan.


"Sudahlah, ayo tinggalkan saja dia sendirian disini" ucapnya lagi mengajak Rachel dan teman-temannya itu pergi dari sana.


"Have fun guys! Tolong perhatikan kekasihku" ucap Bryan sebelum akhirnya mereka semua keluar dari sana.


Evan, Rachel, Giska dan Vely benar-benar pergi meninggalkan Bryan seorang diri di kamarnya dan kini mereka berempat tengah berada di lift menuju lobby.


"Biarkan saja dia sendiri! Kalian katakan saja apa yang kalian inginkan, kita habiskan saja uangnya" ucap Evan kesal Bryan benar-benar tak bisa dipercaya.


Kini sudah lebih dari dua jam setelah Bryan ditinggal pergi oleh yang lainnya dan ia benar-benar hanya bermalas-malasan di kasurnya hingga ia mendapat pesan dari Evan yang membuat amarahnya meningkat dan saat itu juga ia langsung bergegas keluar dari kamarnya.


*Tingggg!

__ADS_1


[Evan] - Aku tidak percaya dengan gadis-gadis ini, apa yang harus kulakukan? Kemarilah!


Bryan menghela nafasnya kasar ia tidak akan termakan trik murahan itu, baru saja ia ingin melemparkan ponselnya ke sembarang arah ia kembali mendapat pesan dari Evan.


*Tingggg!


[Evan] - Mengirimkan sebuah foto (Foto Rachel, Giska dan Vely dalam keadaan mabuk)


[Evan] - Mereka benar-benar gila! Tolong aku Bryan T_T


"Brengs*k!" maki Bryan begitu melihat foto yang dikirimkan Evan itu.


Bryan yang tadinya tidak ingin kemana-mana itu langsung beranjak dari kasurnya untuk menyusul kekasihnya itu.


Ia sangat marah, bagaimana tidak wajah mabuk kekasihnya itu terlihat sangat jelas difoto itu. Tak hanya Rachel, Giska dan Vely pun dalam keadaan mabuk sama seperi Rachel namun ia tidak memperdulikan wanita itu karena yang ia pedulikan hanya kekasihnya, Rachel.


"Evan si brengs*k itu!" ucap Bryan menggeram marah.


Bryan meraih ponselnya lalu menghubungi Evan, meminta sahabatnya itu mengirimkan alamat dimana mereka sekarang karena Bryan tidak begitu mengetahui dan mengenal tempat di daerah sini.


Setelah mendapat alamatnya tanpa basa-basi dengan kecepatan lumayan tinggi Bryan pun melajukan mobil yang ia pinjam dari ayahnya tadi.


"Pria bodoh itu benar-benar! Bagaimana mungkin dia membawa ketiga wanita itu pergi ke bar!" geram Bryan.


"Sebenarnya berapa banyak yang kau minum Rachel?!" ucapnya lagi saat mengingat raut wajah kekasihnya itu saat difoto Evan tadi.


Tak butuh waktu lama akhirnya ia tiba di bar tempat Rachel dan yang lainnya berada, saat masuk ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan ia pun bertatapan dengan Evan. Evan menyapanya dan dengan cepat Bryan menuju kesana.


"Kenapa kau membawa mereka kesini?!" geram Bryan begitu melihat wajah sahabatnya itu.


"Maafkan aku tapi mereka yang minta ingin kemari, aku hanya menuruti apa yang mereka inginkan" ucap Evan mencoba menjelaskan aoa yang sebenarnya terjadi sampai mereka bisa berkahir disini.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau kalau mereka semua payah dengan alkohol karena mereka sebelumnya mengatakan sudah lama tidak ke bar jadi kupikir mereka punya toleransi yang tinggi terhadap alkohol" jelas Evan lagi.


"Bryannnnn... Bryan sayangku" ucap Rachel berjalan sempoyongan kearah Bryan dan tersenyum senang.


"Hehehe aku mencintaimu! Kau juga mencintaiku kan? yakan? Coba katakan kalau kau juga mencintaiku" ucap Rachel meracau.


"Hehehe kekasihku ini ganteng sekal, tidak heran banyak wanita yang naksir tapi wanita-wanita itu kasihan sekali karena cuma aku yang dicintai Bryan" racaunya lagi.


"Yayaya itu benar! Apa kau tau Rachel bahkan Bryan ingin melamar mu, dia ingin menikahimu" ucap Giska tertawa.


Bryan dan Evan kaget bukan main mendengar ucapan Giska itu, apa ini? Giska dan mulutnya sangat berbahaya mereka harus membuat Giska sadar sepenuhnya.


"Benarkah? Bryan akan menikahiku?" tanya Rachel pada Giska dan Giska menganggukkan kepalanya penuh semangat.


"Wanita itu karyawan di perusahaan ibuku, apalagi kepentingan mereka kalau bukan untuk menikahimu" ucap Giska kembali tertawa.


"Benarkah? Berarti Bryan benar-benar mencintaiku bukan hanya aku sendiri saja yang mencintainya" ucap Rachel melonjak senang.


"Bryan ayo nikahi aku! Aku pasti akan menerimamu, ayo lakukan itu sekarang" ucap Rachel tersipu malu.


"Lamar! lamar! lamar!" ucap Giska dan Vely kompak menyorakinya sedangkan Rachel kini bertingkah malu.


Bryan dan Evan menggelengkan kepala mereka melihat tingkah para wanita-wanita ini terlebih Giska dan mulutnya itu sangat berbahaya, mereka harus memisahkan Giska dari Rachel atau semua akan dibongkar oleh Giska.


"Kau urus mereka berdua! Aku akan membawa Rachel ke hotel" ucap Bryan pada Evan dan sahabatnya itu hanya menyetujui ucapannya.


"Rachel sudah! Ayo kita kembali ke hotel" ajak Bryan.


"Come on Bryan! Kau harus melamar ku dulu!" tolak Rachel.


"Hentikan omong kosong itu! untuk apa juga aku melamarmu bahkan aku tidak pernah memikirkan hal itu! Sudahlah ayo kembali jangan dengarkan teman mu itu" ucap Bryan sedikit keras membuat Rachel ciut.

__ADS_1


Karena mendapat bentakan dari Bryan, ia pun menuruti ucapan Bryan dengan patuh dan semuanya pun pergi meninggalkan bar itu kembali menuju hotel


__ADS_2