
...HOTLINE!...
Video panas terbaru dari jala*g kampus https://Rachelsijalangkampus.live
"Hari ini kau pergi sendiri saja, aku ada urusan lagipula aku tidak ada jadwal kuliah hari ini" ucap Bryan pada Rachel.
Kini keduanya berada di meja makan tengah menikmati sarapan mereka dan sedari tadi Bryan terlihat acuh pada Rachel.
"Apa tidak bisa kau mengantarku dulu?" tanya Rachel dan dengan cepat ditolak oleh Bryan.
"Tidak"
"Bryan ayolah, aku ada kelas pagi dan aku akan terlambat jika harus mencari taksi terlebih dulu" ucap Rachel
"Pesan taksi online saja" ucap Bryan
"Bryan!"
Bryan tak memperdulikan Rachel, ia meraih ponsel kekasihnya itu dan memesankan taksi untuknya setelah selesai memesankan taksi ia pun meletakkan kembali ponsel Rachel lalu bangkit dari duduknya.
"Tunggu saja, taksinya akan segera datang" ucap Bryan beranjak pergi dari sana tak menyelesaikan sarapannya.
"Urusan apa sepagi ini? Setidaknya selesaikan dulu sarapanmu" ucap Rachel tak dihiraukan oleh Bryan.
"Bryan!" pekiknya lagi namun Bryan tak menoleh sedikit pun kearahnya.
Rachel menghela nafasnya kasar ia benar-benar kesal dengan sikap aneh Bryan akhir-akhir ini dan rasanya ia ingin menangis saja melihat Bryan yang selalu mengabaikannya
Apa benar jika kini Bryan tak mencintai dan sudah bosan dengannya??
Ponselnya berbunyi Rachel menyudahi sarapannya, ia berjalan menuju depan karena taksi online yang di pesankan oleh Bryan tadi sudah tiba di depan.
Tanpa banyak basa-basi mobil taksi tersebut melaju membawanya ke kampus dan untungnya ia tidak terlambat masih ada sepuluh menit waktu tersisa sebelum kelas paginya di mulai
Rachel sedikit tidak nyaman karena mulai dari ia turun dari taksi tadi semua mata tertuju padanya terlebih para wanita tidaj hanya matanya mulutnya juga sibuk mengocehkan sesuatu yang membuah Rachel menggelengkan kepalanya tak percaya.
Seperti biasa Rachel tetap mengabaikan rumor-rumor tak berdasar itu, dan tetap melanjutkan langkahnya menuju kelas namun begitu tiba disana semua orang menatap tak suka ke arahnya dan membicarakan dirinya.
Rachel menatap ke arah Giska dan Vely, berbeda dari yang lainnya kedua sahabatnya itu justru menatapnya dengan raut wajah sedih.
Saat ia ingin berjalan menghampiri kedua sahabatnya itu, tangannya terlebih dahulu ditarik oleh seseorang.
__ADS_1
"Kak Evan!' pekik Rachel saat menyadari siapa yang menarik tangannya itu.
Evan membawa Rachel ke taman belakang kampus karena disana tidak ada terlalu banyak mahasiswa.
"Kak Evan lepaskan ini" ucap Rachel menghempas tangan Evan yang sedang menggenggam tangannya itu.
"Ah maafkan aku" ucap Evan refleks melepaskan genggamannya itu.
"Kau harus melihat ini" ucap Evan menyodorkan ponselnya pada Rachel.
Ia sudah menduga ini, melihat raut wajah Rachel sudah bisa dipastikan jika Rachel sama sekali tidak mengetahui rumor yang sedang beredar tentang mereka berdua.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Evan menghela nafasnya kasar.
"Apa Bryan juga tau tentang ini?" tanya Rachel yang lebih memikirkan Bryan ketimbang nama baiknya sendiri.
"Apa kau mengerti masalah apa yang akan kau hadapi setelah ini?" tanya Evan sedikit terbawa emosi karena kesal terhadap Rachel yang hanya mementingkan Bryan saja.
Rachel menatap ke arah Evan sembari menghela nafasnya kasar.
"Memangnya apa yang bisa kulakukan? Lagipula itu semua kan tidak benar" ucap Rachel lagi
"Ya itu semua memang tidak benar seperti yang pernah kau katakan mereka hanya akan mempercayai apa yang ingin mereka percaya bukan faktanya" ucap Evan geram dengan kepolosan Rachel itu.
Rachel terdiam, jika dekan tau mungkin ini akhir dari kehidupan kampusnya dan tentunya kemungkinan besar beasiswanya akan dicabut karena ia sudah membuat masalah.
"Kau wanita yang ada di forum kampus itu bukan? Dekan mencarimu dosenku menyuruh aku untuk menyampaikannya padamu" ucap pria itu mengejutkan keduanya.
"Ah baiklah, terima kasih" ucap Rachel pada pria itu.
Rachel menatap Evan begitu juga sebaliknya sepertinya yang mereka khawatirkan benar terjadi, ia menghela nafasnya kasar.
"Kak Evan, bagaimana ini?" tanya Rachel seketika merasa gelisah.
"Mau bagaimana lagi temui saja.. aku akan menyusul jika dibutuhkan" ucap Evan menghela nafasnya.
Rachel mengikuti ucapan Evan, ia beranjak dari sama menuju ruang Dekan sepertinya ini menjadi akhir kuliahnya jika beasiswanya di cabut karena ia tidak mungkin bisa melanjutkan kuliah di kampus ini dengan keuangannya saat ini.
"Permisi" ucap Rachel sopan sembari mengetuk ruangan tersebut sebelum akhirnya ia dipersilahkan masuk.
"Tau kenapa aku memanggilmu, Rachel Zweeta?" ucap Dekan itu membuat nyali Rachel ciut.
__ADS_1
"Tau dimana letak kesalahanmu?" tanyanya lagi dan Rachel yang gugup hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Sangat mengecewakan mendengar rumor seperti itu dari mahasiswi berbakat di kampus kami" ucap Dekan tersebut membuat Rachel mengerti akan kemana arah pembicaraan ini.
"Maaf bu.. yang di forum itu memang benar saya tapi yang diberitakan itu sama sekali tidak benar bu" ucap Rachel memberanikan diri untuk berbicara.
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Hanya kebetulan kau bermain dengan Evan saat tidak bersama Bryan lagi?" ucap Dekan itu sinis.
"Apa kau tau, Evan dan Bryan itu anak orang penting di kampus ini. Orang tua mereka donatur di kampus kami, mereka pasti tidak senang jika nama baik putranya rusak gara-gara wanita sepertimu" ucap Dekan itu lagi.
"Maaf bu?" Rachel cukup kaget mendengar ucapan Dekan itu.
"Demi menjaga nama baik anak donatur kampus ini, kami terpaksa mencabut beasiswa yang kami berikan padamu dan kami juga harus mengeluarkan kamu dari kampus ini atas perbuatan asusila itu" ucap Dekan itu membuat Rachel semakin kaget.
"Tapi rumor itu sama sekali tidak benar bu" ucap Rachel mencoba untuk membela diri.
"Terlepas dari benar atau tidaknya rumor tersebut kami tetap harus mencabut beasiswa tersebut karen kami bertindak sesuai fakta. Kami mendapat terlalu banyak komplain karena memberikan beasiswa pada mahasiswi yang bermasalah" ucap Dekan itu lagi.
"Bu saya mohon beasiswanya jangan dicabut, saya akan meluruskan masalah ini karena berita dan video itu sama sekali tidak benar" ucap Rachel memohon.
"Hanya begitu caramu memohon?" tanya Dekan itu membuat Rachel menatapnya kebingungan.
"Kamu itu bermasalah, aku baru tau jika mahasiswi yang bermasalah bisa searogan ini" ucap Dekan itu lagi membuat Rachel makin kebingungan.
"Berlututlah!" ucapnya membuat Rachel kaget.
"Maaf bu?" ucap Rachel takut pendengarannya salah.
"Karena kamu membuat masalah saya juga terkena imbasnya, jika kamu ingin saya membantumu maka memohon dan berlututlah karena itu akan sebanding dengan rasa lelah saya ketika dicecar oleh para donatur dan petinggi kampus" ucap Dekan itu.
"Tapi rumor itu sama sekali tidak benar bu" ucap Rachel kekeh mengatakan jika ia tidak bersalah.
"Saya akan menepati janji saya jika kamu berlutut dan memohon di kaki saya" ucap Dekan itu.
Rachel terperangah karena ucapan Dekan itu terdengar sangat gila, bagaimana mungkin ia bisa meminta seorang mahasiswa berlutut di kakinya.
Ia merasa tidak adil kenapa ia harus berlutut di kaki seseorang atas perbuatan yang sama sekali tidak pernah ia lakukan.
Setelah dua rumor Rachel di forum kampus itu dihilangkan oleh Evan, kini ada berita baru yang kembali disebar di forum tersebut.
...HOTLINE!...
__ADS_1
Mengakui kesalahannya Rachel Zweeta berlutut memohon agar beasiswanya tidak dicabut! (Foto Rachel berlutut memohon di kaki Dekan)