Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 67


__ADS_3

Rachel akhirnya tersadar setelah cukup lama pingsan, ia bahkan tidak tau sekarang ini pagi atau malam karena tempat ini benar-benar gelap.


Ia kembali terikat pada kursi yang sama sepertinya pelariannya yang ia coba lakukan tadi tidak berhasil, ia merasakan nyeri pada kaki, tangan dan wajahnya dari jidatnya ia dapat merasakan ada sesuatu yang mengalir sepertinya itu darah karena itu sangat perih.


Ia tidak melihat ada tanda-tanda orang lain selain dirinya disana, ia tidak tau harus apalagi sekarang yang pasti ia tidak akan bisa membodohi Emma lagi agar bisa lari dari sini.


Rachel tak henti-hentinya meringis kesakitan menahan rasa perih dan nyeri yang bercampur aduk menjadi satu, ia tidak pernah membayangkan hal menyeramkan seperti ini akan terjadi pada dirinya.


Ia tersentak kaget saat mendengar suara pintu terbuka dan perlahan terdengar suara langkah kaki mulai mendekat ke arahnya, ia was-was takut Emma kembali menyakitinya melihat keadaannya sekarang sepertinya Emma benar-benar berniat untuk melenyapkannya.


Langkah kaki itu terdengar semakin dekat hingga akhirnya pemilik langkah kaki itu bersuara dan sukses membuat Rachel kaget.


"Rachel Zweeta mahasiswi di Universitas California tinggal sendiri dirumah sewa, berprestasi, hmm.. kau wanita yang pintar tapi kenapa kau dengan bodohnya mengganggu rencanaku?" tanya seseorang dengan suara beratnya.


"S-siapa kau? B-bagaimana kau bisa tau namaku?" tanya Rachel lemah, ia tidak punya tenaga untuk mengeraskan suaranya.


"Bagaimana aku bisa tau? Informasi kecil seperti itu bukan masalah besar untukku" ucap pria itu lagi.


"A-apa yang kau mau dariku? Kenapa menyiksaku seperti ini?" tanya Rachel lagi.


"Aku? Tidak ada yang aku mau darimu dan aku tidak berniat untuk menyiksamu, aku hanya ingin melihat wanita yang berani mengganggu rencanaku" ucap pria itu lagi.


Rachel tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas karena pria itu duduk jauh darinya.


"Apa sebenarnya kelebihanmu bahkan putriku tidak bisa menyingkirkanmu padahal kau jauh lebih lemah dari yang kupikirkan" ucap pria itu lagi.


"Kau tau aku sudah sangat muak mendekam di penjara dan aku sangat bahagia saat bebas karena akhirnya aku bisa melanjutkan balas dendamku. Tapi kau kenapa mengganggu rencanaku? Kau sangat tidak beruntung memilih pria, bukan membuatmu bahagia kekasihmu itu justru membuatmu berada dalam bahaya" ucap pria itu.


Saat itu juga Rachel tau jika pria itu adalah ayah dari Emma dan pria yang pernah menculik Bryan waktu kecil dan rival tuan Miller.


"A-aku tidak ada hubungannya dengan itu semua" ucap Rachel terbata membuat pria itu tertawa keras.

__ADS_1


"Kau berkencan dengan bocah manja itu dan mengganggu hubungan putriku dengannya secara otomatis kau merusak rencanaku, tentu saja kau ada hubungan dengan masalah ini" ucap pria itu.


"A-apa yang kau inginkan dariku?" tanya Rachel takut-takut.


Pria itu kembali tertawa keras bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Rachel. Bisa dilihat dengan jelas bahwa pria yang ada dihadapannya ini sudah cukup tua bahkan lebih tua daripada ayahnya, rambut pria itu sudah memutih tapi kenapa orang tua seperti ini memiliki sifat jahat.


Pria itu mencengkram rahang Rachel dengan erat membuat Rachel kesakitan bahkan ia sedikit kesusahan untuk berbicara.


"AKU INGIN MEREKA MENDERITA! MERASAKAN PENDERITAAN YANG SELAMA INI AKU RASAKAN SELAMA AKU HIDUP DIPENJARA SIAL*N ITU!" ucap pria itu penuh penekanan.


"L-lepaskan aku! A-anda tidak boleh melakukan ini atau anda akan merasakan lagi hidup dipenjara" ucap Rachel berniat untuk menasehati namun sepertinya ia salah karena pria tua itu kini melayangkan tamparan cukup keras ke wajahnya.


Sakit.. itu sangat sakit hingga membuatnya menangis.


"J-jangan sakiti aku.. aku mohon" ucap Rachel takut dengan air mata yang bercucuran.


"Jangan bicara sombong di hadapanku! atau aku akan melenyapkanmu sekarang juga!" bentak pria itu lagi.


Ucapannya itu sukses membuat Rachel terdiam, ia bahkan menggigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara tangisan yang keras, ia sangat takut karena pria itu tidak main-main dengan ucapannya.


"L-lepaskan aku, kumohon" ucap Rachel memohon, meski tau pria tua itu tidak akan mendengarkannya Rachel tetap saja memohon.


Rachel terus berontak saat pria itu mencengkram bahunya karena itu jauh lebih sakit daripada saat pria itu mencengkram dagunya.


"L-lepaskan aku.. sakittt" ucap Rachel meringis kesakitan namun seketika tubuh Rachel membeku saat mendengar apa yang dilontarkan pria tua itu.


"Tubuhmu seksi juga. Dadamu cukup besar, tanganmu mulus, pahamu juga sangat mulus. Kau jauh lebih seksi daripada putriku, jala*g itu tidak ada apa-apanya dibanding dirimu" ucap pria tua bangka itu menatap lekat tubuh Rachel penuh arti.


"Apa kau menggunakan tubuhmu untuk tetap berada disamping bocah manja itu? Gaya apa yang jadi favoritmu?" tanyanya lagi, ia terus melontarkan pertanyaan kotor seperti itu.


Rachel merasa jijik mendengar setiap ucapan pria tua itu, ia bahkan lebih tua daripada ayahnya tapi mengapa bisa pria setua itu melontarkan pertanyaan kotor kepada wanita yang cocok menjadi putrinya.

__ADS_1


Tepat saat pria tua itu ingin mengarahkan tangannya menuju dada Rachel detik itu juga ia menghentikannya dengan cara meludahi tangan tua bangka itu.


"Cuih!"


Pria tua itu benar menghentikan gerak tangannya namun tangannya itu justru melayang ke wajah Rachel.


*plak


Tamparan yang cukup keras bahkan suaranya sangat nyaring, jangan tanyakan lagi bagaimana Rachel tentu saja ia meraung kesakitan.


Ia mendapat tamparan bertubi-tubi tidak hanya sekali tapi berkali-kali bahkan pria tua itu menamparnya asal hingga mengenai jidatnya yang berdarah itu menambah rasa nyeri yang luar biasa.


"BERANINYA KAU MELUDAHIKU?! KAU PIKIR DENGAN SIAPA SEKARANG KAU BERHADAPAN!" ucap pria tua itu penuh amarah.


Rachel tidak perduli lagi dengan nyawanya lebih baik ia mati sekarang juga daripada harus disentuh pria tua menjijikan ini. Sekarang ia mengerti kenapa Emma terdengar sangat takut saat menceritakan ayahnya, pria menjijikan tak beradab.


Pria itu dengan kasar meremas dada Rachel, ia bahkan tak memperdulikan Rachel yang terus berteriak dan meludahinya.


"Bocah manja itu harus melihat ini, melihat bagaimana jala*gnya terpuasakan olehku" ucapnya lagi.


"Jauhkan tanganmu dari tubuhku! Kau menjijikkan! Pria tua menjijikkan! Cuih" pekik Rachel sembari meludahi pria itu.


"Jangan sentuh aku!" teriak Rachel histeris saat merasakan nafas pria itu tepat dilehernya.


Pria itu mencium lehernya, Rachel menangis dengan sangat kencang. Ia menggoyang-goyangkan tubuhnya yang terikat di kursi itu agar pria tua bangka itu tidak bisa menyentuh.


*brakk


Ia terjatuh ke lantai saat ia menggoyangkan tubuhnya kencang kursinya kehilangan keseimbangan dan membuatnya jatuh.


Pria tua bangka itu marah karena ditolak melihat Rachel terjatuh ia mengayunkan kakinya tepat diperut Rachel berkali-kali sembari memakinya, benar-benar pria tua yang kasar.

__ADS_1


Rachel meringis kesakitan ini pertama kalinya ia dibuat babak belur seperti ini, pandangannya perlahan mulai kabur hingga akhirnya ia kembali tak sadarkan diri.


Entah bagaimana nasibnya setelah ini.


__ADS_2