Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 37


__ADS_3

Bryan duduk di salah satu kursi yang ada di kantin dengan mood yang sangat tidak bagus dan aura yang keluar dari tubuhnya sangat menyeramkan.


Bryan sekarang sedang mati-matian untuk menahan hasratnya agar tidak membunuh Emma saat ini juga, bahkan melihat wajah perempuan itu membuatnya sangat marah.


FlashbackOn


Pria berseragam layaknya anak sekolah menengah atas pada umumnya terlihat sedang duduk di dekat kursi yang ada tak jauh dari lapangan sekolah dengan buku di tangannya.


“Honey, aku dari tadi nungguin kamu di kantin tapi malah enggak datang-datang” rengek seorang gadis yang sepertinya kekasih dari pria tersebut.


“Di sana terlalu berisik”


“Ih sayang kok kamu gitu sih. Aku marah nih, perhatiin dikit dong ke akunya” rajuk perempuan itu.

__ADS_1


Pria itu hanya menatap ke arah gadis itu sekilas lalu kembali memfokuskan pandangannya pada buku yang ada di tangannya.


“Iih Bryan, pacar kamu ini lagi marah loh” ucap gadis itu melipat tangannya di depan dadanya.


Namun pria itu tetap fokus pada bukunya yang sepertinya jauh lebih menarik dari pada kekasihnya. Gadis itu merasa tidak suka dengan sikap Bryan yang mengabaikannya pun secara tiba-tiba merampas buku itu dari tangan Bryan.


“Emma kembalikan” detik itu juga Bryan baru menatap kekasihnya yang mengambil paksa bukunya.


“Tidak, tidak akan” ucap Emma menjulurkan lidahnya mengejek Bryan.


Bryan pun ikut berlari menyusul Emma hal itu membuat sepasang kekasih itu berlari saling kejar-kejaran. Hari-hari menyenangkan begitu mereka lalui dengan penuh kebahagiaan bahkan saat masuk kuliah keduanya masih berstatus sebagai sepasang kekasih.


FlashbackOff

__ADS_1


Namun semua itu berubah sejak Emma tiba-tiba pergi meninggalkan Bryan pergi begitu saja tanpa penjelasan sedikit pun. Dan hal yang membuat Bryan lebih marahnya Emma justru datang kembali ke hadapannya dengan menggandeng mantan kekasihnya sebelum berkencan dengan Bryan.


Emma sudah berkencan kembali dengan mantannya itu sejak mereka masih berpacaran, namun sayangnya Bryan tidak mengetahui hal itu.


Bryan yang sangat marah merasa di khianati pun berniat untuk menghampiri Emma namun di tengah perjalanan ia justru di serang oleh sekelompok orang yang ternyata suruhan kekasih Emma. Karena di pukuli sekelompok preman bayaran hal itu membuat Bryan terpaksa di rawat di rumah sakit selama lima hari. Setelah pulih ia berusaha mencari Emma ke sana kemari namun hasilnya nihil dan mulai saat itulah kehidupan Bryan yang sudah kelam menjadi semakin kelam.


Bryan yang sangat frustasi kembali mencoba mencari kesenangan untuknya dan kesenangan itu adalah membunuh seseorang setelah melakukan tindakan keji itu entah dari mana semua itu berasal ia merasakan ada kepuasan tersendiri dan sejak hari itu sampai sekarang Bryan selalu melakukan hal itu rutin terlebih saat moodnya sedang sangat buruk ia bisa membunuh dua sampai tiga orang dalam semalam.


Tidak hanya membunuh saja yang di lakukannya tentunya saja kenakalan lainnya juga ia lakukan seperti bermain dengan wanita malam dan ya jangan lupakan mabuk-mabukan yang dulu sering ia lakukan saat awal-awal ia kehilangan Emma.


Sebenarnya ia sudah pernah membunuh sebelum kehilangan Emma hanya saja jiwa psychonya tidak menggelora seperti saat kehilangan Emma karena saat berkencan dengan wanita itu mereka selalu menghabiskan waktu bersama sehingga Bryan tidak memiliki waktu untuk memikirkan tentang itu.


Dan sejak saat kehilangan Emma itu ia menjadi sangat sensitif. Ia tidak suka orang lain mengganggunya, menyentuh miliknya apalagi orang yang tak mendengarkan perkataannya saat itu juga ia bisa melenyapkan orang tersebut.

__ADS_1


Namun akhir-akhir ini sejak bertemu Rachel dunia Bryan terasa sedikit berbeda. Kegiatan keji yang biasa ia lakukan tiap malam itu perlahan berkurang bahkan bisa di bilang hampir tidak pernah lagi sejak melenyapkan Vallerie terakhir kali.


Rasanya kini candunya telah berganti dari membunuh menjadi Rachel. Bahkan kini ia sudah bisa tersenyum tulus dan yang pasti sejak ada Rachel hari-harinya terasa jauh lebih bahagia meskipun dia tidak merasakan cinta untuk wanitanya itu.


__ADS_2