Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 87


__ADS_3

"Gimana? Sudah mendingan sayang?" tanya Jennifer pada Rachel.


"Udah mom.. udah gak sakit lagi" ucap Rachel tersenyum canggung.


"Dimana Bryan mom? Aku tidak melihatnya daritadi" tanya Rachel karena sejak ia bangun tadi ia tak melihat adanya Bryan di kamarnya.


"Dia ada di kamarku" ucap Evan bergabung ke meja mereka dengan makanan yang ada di tangannya.


"Kenapa gak turun? Dia gak makan?" tanya Jennifer.


"Tau tuh, katanya mau tidur" ucap Evan.


"Apasih anak itu, ngajakin liburan tapi kerjaannya di dalam kamar mulu" keluh Jennifer.


"Tante besok ayo ke pantai?" ajak Giska


"Ke pantai? Boleh" ucap Jennifer langsung menyetujui permintaan Giska.


Giska dan Vely bersorak gembira akhirnya mereka akan pergi keluar tidak berdiam di hotel saja.


"Mom aku susul Bryan dulu ya" ucap Rachel berdiri dari duduknya, ia menyudahi makannya begitu saja.


"Ya sayang.. suruh dia turun makan" ucap Jennifer pada Rachel dan Rachel menganggukkan kepalanya beranjak dari sana.


"Anak berdua itu bikin pusing saja" ucap Jennifer menghela nafasnya kasar.


"Apa yang harus kita lakukan tentang anak itu?" ucapnya lagi.


"Um.. tante Bryan beneran mau ngelamar Rachel?" tanya Vely tiba-tiba membuat Giska kaget karena Vely bisa tau hal itu.


"Ya dia akan melakukannya karena ini rahasia tolong jangan katakan pada Rachel" ucap Jennifer.


"Wait.. wait.. kau tau darimana?" tanya Giska pada Vely.


"Kan kau yang mengatakannya waktu di bar" ucap Vely sekali lagi ucapannya itu membuat Giska kaget.

__ADS_1


"What? Aku? Aku tidak pernah mengatakan itu" sangkal Giska.


Terjadilah perdebatan kecil antara Vely dan Giska. Giska sama sekali tak mengingat kejadian tadi malam ia bahkan tak mengingat bagaimana mereka bisa tiba di hotel berbeda dengan Rachel dan Giska, Vely sedikit demi sedikit dapat mengingat apa yang terjadi selama mereka di bar.


"Kau mengatakannya" ucap Evan setelah hanya diam mendengarkan perdebatan keduanya itu.


"Really?" tanya Giska gelisah


"Apa aku juga mengatakannya pada Rachel?" tanyanya lagi, Vely dan Evan menganggukkan kepala mereka.


"Bahkan kau mengatakannya didepan Bryan" ucap Evan lagi.


"Oh gosh! Giskaaaa" rutuknya pada diri sendiri.


"Its okay sayang.. itu bukan masalah besar lagipula sepertinya Rachel tidak mengingat hal itu" ucap Jennifer.


Disisi lain Bryan kini terlihat sedang memunggungi Rachel, tidak sedang tidur pria itu sudah terbangun sejak Rachel datang kesana.


"Kau marah? Sorry aku tidak akan ke bar lagi" ucap Rachel memelas.


"Come on! Aku salah, oke aku minta maaf.. aku tidak akan seperti itu lagi"


"Terserah kau saja mau ngapain, aku tidak peduli" ucap Bryan acuh.


"Ayolah Bryan, aku tau aku salah.. aku minta maaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Rachel terus mencoba membujuk Bryan.


"Apa kau tidak dengar, aku tidak peduli terserah kau mau berbuat apa" ucap Bryan lagi.


"Bryan.." panggil Rachel.


"Keluarlah, tinggalkan aku sendiri!" ucap Bryan tanpa melihat sedikitpun kearah Rachel.


"Ada apa denganmu? Kau aneh sekali" ucap Rachel menghela nafasnya kasar.


"Tidak ada yang terjadi, aku ingin tidur" ucap Bryan.

__ADS_1


"Mommy suruh kau makan dan besok kita akan pergi ke pantai" ucap Rachel.


Rachel bangkit dari duduknya, ia kembali menghela nafasnya kasar saat melihat Bryan dan ia kembali mendekat ke arah prianya itu lalu menariknya.


"Istirahat di kamar saja, aku sudah tidak apa-apa sekarang" ucap Rachel karena pikirnya Bryan berada dikamar Evan karena tak ingin mengganggunya beristirahat.


"Pergi saja" ucap Bryan.


"Ayo" ajak Rachel yang terus memaksa Bryan untuk pindah ke kamar mereka.


"Yayaya berhenti menarikku" ucap Bryan frustasi, Rachel benar-benar tak membiarkannya sendiri.


"Hehe ayoo" ucap Rachel tersenyum gembira.


"Kau tidak ingin makan? Mommy suruh makan loh" ucap Rachel lagi ketika mereka tiba di kamar hotel mereka.


"Tidak" jawab Bryan singkat


"Makan dulu yuk, ingin keluar cari makan?" tawar Rachel


"Tidak"


"Um.. McD yuk, aku pengen makan ayam" ajak Rachel.


"Tidak Rachel tidak, aku ingin istirahat jadi buatkan aku sendiri oke?" ucap Bryan frustasi.


"Yasudah kalau tidak ingin jangan bicara seperti itu, kan bisa bilang baik-baik" ucap Rachel kesal melihat reaksi Bryan yang berlebihan itu.


"Apalagi? Yasudah ayo" ucap Bryan lagi sembari bangkit dari rebahannya.


"Tidak, tidak perlu. Istirahat saja" ucap Rachel lagi.


"Istirahat saja disini, aku tidak akan mengganggumu" ucap Rachel yang sudah rebahan di kasurnya.


Kini giliran Rachel yang ngambek karena diacuhkan oleh Bryan, mood Rachel memang luar biasa tapi mood Bryan lebih berbahaya. Bagaimana tidak berbahaya bisa-bisanya ia secara tiba-tiba mengatakan tidak ingin melamar Rachel setelah apa yang sudah ia rencanakan.

__ADS_1


Karena keheningan yang ada keduanya pun terlelap menuju alam mimpi masing-masing dengan posisi tidur saling memunggungi.


__ADS_2