
"Apa yang harus kulakukan dengan kuliahku mom? Setelah ini aku harus bekerja bukan?" tanya Bryan pada ibunya itu.
Bryan kini berada di butik ibunya karena tadi setelah mengantar Rachel ke kampus, ibunya menghubunginya meminta dirinya untuk berkunjung ke butik karena ada yang ingin dibicarakan.
"Kenapa? Apa uang dari mommy kurang? Jika kau perlu uang atau ingin sesuatu katakan saja mommy akan memberi lebih" ucap Jennifer pada putra kesayangannya itu.
"Bukan begitu.. tapi bukankah aku harus bekerja juga kan tidak mungkin aku harus mengandalkan mommy terus-terusan" ucap Bryan.
"Tak apa, jangan pikirkan itu. Selesaikan saja kuliahmu dulu setelah itu jika ingin bekerja silahkan saja dan setelah kau mendapat penghasilan mommy akan berhenti mengirimkan uang jajan" ucap Jennifer
Bryan terdiam menatap ibunya penuh arti dan beberapa detik kemudian ia menghela nafasnya kasar.
"Kalau begitu mommy jangan marah jika nanti uang mommy habis karena aku" ucap Bryan mengalihkan pandangannya.
"Apa anak kesayangan mommy ini sedang mengkhawatirkan mommy? Aww so sweet sekali" ledek Jennifer membuat Bryan menatap malas kearahnya.
"Tenang saja sayang kau tidak perlu khawatir, uang mommy tidak akan habis karena menghidupi putra kesayangan mommy ini" ucap Jennifer lagi.
"Bagaimana urusan dengan Eliza mom?" tanya Bryan mengalihkan pembicaraan.
"Sembilan puluh persen perencanaannya hampir selesai tinggal nunggu dirimu saja kapan akan memulainya, mommy juga hampir selesai" jelas Jennifer.
"Mom haruskah kita pergi berlibur? Sebentar lagi kampusku akan libur panjang" ucap Bryan memperbaiki duduknya.
"Kau ingin pergi berlibur sayang?" tanya Jennifer dan Bryan menganggukkan kepalanya.
"Aku ingin berlibur dengan semuanya" ucap Bryan
"Dengan daddy juga?" tanya Jennifer
"Ya jika dia mau ikut" ucap Bryan canggung.
"Kalau begitu kau atur saja semuanya nanti mommy akan beritahu daddy dan kami pasti ikut" ucap Jennifer langsung menyetujui permintaan anaknya itu.
Jennifer sangat senang mendengar Bryan mengajaknya pergi berlibur bahkan bersama ayahnya juga karena sudah lama sekali mereka tidak berlibur bersama meskipun nanti tidak hanya ada keluarga mereka tapi tetap saja liburan ini akan menjadi kenangan yang bermakna untuknya.
Saat sedang asyik berbincang mengenai liburan mereka tiba-tiba ponsel Bryan berdering dan disana tertera nama Rachel, sepertinya kekasihnya itu sudah selesai dengan kegiatan kampusnya.
"Mom aku pergi dulu ya, Rachel sudah menghubungiku" ucap Bryan pamit pada ibunya itu.
"Ya udah sayang, hati-hati ya.. Langsung menjemputnya jangan kemana-mana lagi" ucap Jennifer dan Bryan hanya menganggukkan kepalanya karena kini ia sedang menerima telepon dari Rachel.
__ADS_1
'Ya? Kau sudah selesai?' tanya Bryan begitu menjawab telepon dari Rachel.
'Em.. cepatlah, aku sudah selesai sejak tadi. Jangan lama nanti aku tinggal sendirian disini' ucap Rachel dari seberang sana.
'Ya sabarlah, aku akan segera kesana' ucap Bryan.
'Hm baiklah'
Setelah mengatakan itu panggilan tersebut langsung diakhiri oleh Rachel secara sepihak, cuma Rachel yang memperlakukan Bryan seperti itu karena biasanya Bryan lah yang bersikap seperti itu.
Tanpa banyak basa-basi lagi Bryan langsung melajukan mobilnya menuju kampus, itu memakan waktu agak lama karena jarak kampus dari butik ibunya cukup jauh.
Setelah dua puluh lima menit berkendara akhirnya ia tiba didepan kampus, dapat dilihat dari dalam mobil muka kusut Rachel yang menatap tajam kearah mobilnya dan Bryan hanya menghela nafasnya kasar melihat raut wajah kekasihnya itu.
"Lama sekali" rutuk Rachel begitu membuka pintu mobil ingin masuk.
"Aku dari butik mommy" ucap Bryan menghela nafasnya.
"Tumben.. biasanya juga bareng wanita itu" ucap Rachel sewot.
"Sudah Rachel, hentikan itu" ucap Bryan tak suka.
"Sudahlah, jujur saja. Kau habis bertemu dengan wanita itu kan?" tuduh Rachel.
"Yasudah" ucap Rachel memutar bola matanya malas.
"Langsung pulang?" tanya Bryan namun tak mendapat tanggapan dari Rachel.
"Kalau begitu kita langsung pulang saja" ucapnya lagi dan Rachel tetap tak menjawab, ia justru memperbaiki posisi duduknya dan menghadap ke jendela.
"Libur panjang nanti ayo liburan" ucap Bryan, barulah Rachel menoleh kearahnya.
"Liburan kemana?" tanyanya
"Kau punya tempat yang ingin kau kunjungi?" tanya Bryan dan Rachel terlihat sedang berpikir.
"Um... Jepang atau Korea mungkin?" ucap Rachel ragu.
"Apa yang bisa dilihat disana?" tanya Bryan tak menyangka jika negara itu yang akan disebut oleh Rachel.
"Ada banyak yang bisa dilihat, tidak suka?" tanya Rachel dan Bryan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Lalu kau ingin kemana?" tanya Rachel lagi.
"Um Los Angles or San Diego maybe" ucap Bryan.
"Oh, San Diego.. kesana saja sudah lama tidak ke pantai" ucap Rachel.
"Apa kita akan menginap? Mari lakukan barbeque.. Wah pasti menyenangkan" ucap Rachel tiba-tiba bersemangat.
"Ayo lakukan semua itu" ucap Bryan menahan senyumannya melihat tingkah kekasihnya itu, menurutnya itu lucu.
"Kau boleh mengajak teman-temanmu karena aku juga akan mengajak Evan dan mommy juga ikut" ucap Bryan membuat Rachel semakin bersemangat.
"Benarkah? Wah liburannya pasti akan jadi sangat menyenangkan. Kau seriuskan aku boleh mengajak Giska dan Vely?" tanya Rachel memastikan pendengarannya.
"Ya ajaklah mereka karena lebih banyak orangnya maka lebih bagus" ucap Bryan lagi.
"Huaaa kau yang terbaik" puji Rachel penuh semangat.
Disisi lain kini Giska sedang berada di kantor ibunya namun ia melihat sosok yang tak asing berada disini, ia terus mencoba mengingat siapakah orang yang barusan lewat dihadapannya menyapa ibunya itu.
Ia ikut ibunya masuk ke dalam ruangan direktur karena ibunya direktur disini yang kebetulan perusahaan ini perusahaan turun temurun keluarga ibunya.
"Wanita tadi siapa mom? Kok gak asing" tanya Giska pada ibunya
"Hm? Siapa, Eliza?" tanya ibunya itu dan Giska hanya menggelengkan kepalanya.
"Entahlah Giska juga gak tau namanya, pokoknya wanita yang tadi menyapa mommy" ucap Giska lagi.
"Iya, itu namanya Eliza" jelas ibunya itu.
"Oh ya? Dia karyawan disini?" tanya Giska lagi dan ibunya hanya menganggukkan kepalanya.
"Kau kenal?" tanya ibunya
"Entahlah Giska lupa tapi wajahnya serasa tidak asing" ucap Giska ragu.
"Tunggu mommy sebentar.. setelah ini kita pergi shopping bareng" ucap ibunya itu meninggalkan Giska seorang diri di ruangannya.
Sepeninggalan ibunya Giska hanya bersantai merebahkan tubuhnya di sofa ruangan itu sembari memainkan ponselnya bertukar pesan dengan kedua sahabatnya Rachel dan Vely.
Rachel mengajaknya berlibur ke San Diego bersama orang tua Bryan dan Kak Evan sahabat Bryan sebelum menyetujui itu ia harus bertanya dulu pada ibunya karena siapa tau ibunya juga sudah berencana mengajaknya liburan.
__ADS_1
Saat sedang bersantai melihat-lihat sosial medianya tiba-tiba ia bangkit dari rebahannya kaget saat berhasil mengingat siapa dan dimana ia pernah melihat wanita bernama Eliza itu.
"Seriously Bryan?" ucapnya kaget