
Rachel perlahan membuka matanya entah apa yang terjadi pada dirinya tadi kini ia dapat melihat Bryan, Nyonya Jennifer, Tuan Felix bahkan Evan berada di kamar ini.
"Kau sudah sadar sayang?" tanya Bryan dengan wajah cemasnya.
Kini ia kembali teringat pada foto yang dikirimkan oleh orang asing itu foto yang memperlihatkan kemesraan Bryan dan mantan kekasihnya Emma.
Bryan ingin menyentuh wajah Rachel, ia yang mengetahui itu langsung memalingkan wajahnya "Kau membuatku khawatir" ucap Bryan lagi.
Rachel hanya diam tak menanggapi ucapan Bryan ia bahkan tak menatap wajah Bryan karena kini pikirannya dipenuhi dengan foto tadi dan ia juga meragukan semua ucapan Bryan itu. Ia semakin merasa kesal melihat Bryan yang bersikap biasa-biasa saja seolah tak terjadi apa-apa sebelumnya sepertinya psycho itu tidak merasa bersalah.
"Kau baik-baik saja sayang? Ada yang sakit?" tanya Jennifer.
Rachel menggelengkan kepalanya kini is menatap ke arah Jennifer "Tidak mah, aku baik-baik saja" ucapnya.
"Kau membuat kami khawatir sayang terutama Bryan begitu mengetahui kau tidak sadarkan diri dia langsung kemari" ucap Jennifer dan Rachel hanya tersenyum tipis ia tidak mempercayai Bryan.
"Dokter bilang kau kelelahan dan terlalu banyak pikiran, apa yang terjadi nak? Kau punya masalah?" tanyanya lagi dan Rachel hanya menggelengkan kepalanya.
Sebenarnya ada masalah dan masalah itu berada pada putra kesayanganmu itu.
"Sayang" panggil Bryan menggenggam tangan Rachel dan mengelusnya lembut "Aku sangat mengkhawatirkan mu, apa yang sebenarnya terjadi hm? Kenapa kau bisa tidak sadarkan diri?" tanyanya.
Rachel benar-benar muak dengan sandiwara Bryan lagi-lagi pria itu bersikap munafik, sok baik setelah menyakitinya kini ia bersikap sok peduli. Ia tak menanggapi ucapan Bryan dan menarik tangannya dari genggaman Bryan lalu beralih pada Jennifer.
__ADS_1
"Aku ingin istirahat mah" ucapnya, ia mengabaikan Bryan yang mengajaknya bicara dan ia bahkan tak menatap mata prianya itu.
Jennifer tersenyum mengelus kepala Rachel lembut "Baiklah sayang, istirahatlah jika butuh sesuatu katakan saja. Oke?" ucapnya.
Rachel tersenyum sembari menganggukkan kepalanya mengerti, Jennifer dan suaminya pun pergi meninggalkan kamar Rachel begitu juga dengan Evan yang ikut pamit dari sana.
"Aku juga ingin pulang dulu. Kau jaga kesehatanmu" ucap Evan pada Rachel.
Rachel tersenyum "Terima kasih, kak Evan" ucapnya.
Rachel menghela nafasnya kasar karena ada seseorang yang tak mengerti ucapannya karena masih berada disini terlebih itu adalah pria yang tak ingin ia lihat.
Tujuan sebenarnya ia mengatakan ingin istirahat adalah agar si Psychopath ini pergi meninggalkannya sendiri tapi malah si psycho itu yang tetap tinggal bersamanya setelah semua orang pergi.
"Kenapa kau menghindariku?" tanya Bryan dengan suara dinginnya tak terdengar kehangatan lagi disana.
Rachel menghela nafasnya, ia memejamkan matanya erat tak ingin menjawab pertanyaan Bryan seketika ia dibuat kaget karena Bryan menarik tubuhnya.
"Jawab!" bentak Bryan.
Rachel menatap jengah Bryan "Aku lelah, biarkan aku istirahat" ucapnya ingin memutar badan memunggungi Bryan lagi namun tidak berhasil karena pria itu menahan tubuhnya.
"Katakan kenapa kau menghindariku?" tanya Bryan lagi.
__ADS_1
Rachel hanya menatap Bryan diam melihat itu membuat Bryan jadi kesal "Cepat jawab!" bentaknya.
"Kau kasar sekali" ucap Rachel menghela nafasnya "dan kau juga selalu melakukan semua hal sesukamu, kau tak pernah memikirkan bagaimana denganku selalu seenaknya. Aku punya hati" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Aku tanya kenapa kau menghindariku?!" ucap Bryan lagi ia sama sekali tidak mengerti maksud dari ucapan Rachel itu.
Tanpa sadar kini Rachel meneteskan air mata melihat itu membuat Bryan menjadi geram.
"Berhenti menangis! Kenapa kau selalu menangis memangnya aku melakukan apa padamu?" kesalnya.
Rachel semakin menangis bahkan pria itu tidak tau apa yang membuatnya jadi seperti ini.
"Kumohon berhentilah menangis, air matamu membuat hatiku sakit dan jangan mengabaikanku, aku tidak suka. Jika aku berbuat salah, kau marah padaku lakukan sesuatu yang padaku jangan mendiamiku seperti ini, kumohon" ucap Bryan lagi.
Rachel menghentikan tangisannya mungkin ia bodoh karena mendengarkan Bryan tapi pria itu terdengar tulus saat berbicara.
Bryan membawa Rachel dalam pelukannya "Maafkan aku.. Jangan seperti ini lagi, Oke?" ucapnya.
"Dan jangan menangis lagi, Oke?" ucap Bryan lalu mengecup kedua mata Rachel.
Rachel hanya diam menerima perlakuan Bryan dan kemudian pria itu menatap lama kearah bibirnya, Rachel yang menyadari itu saat Bryan mendekatkan wajahnya langsung saja menahan bibir Bryan dengan tangannya.
Ingatannya kembali pada foto yang di kirimkan oleh orang asing itu.
__ADS_1
"Enggak, aku tidak mau. Itu bekas dia"