
Hubungan Rachel dan Bryan berjalan dengan mulus hingga detik dimana perlakuan Bryan sedikit berubah terhadapnya. Sebelumnya Bryan selalu berada di rumah menemaninya dan mereka selalu berangkat ke kampus bersama, apapun kemanapun mereka terus bersama.
Namun hampir satu mingguan ini Bryan tidak lagi bersamanya dan sering kali Bryan meninggalkannya sendirian di rumah dan bahkan ditinggal pergi dan pulang kampus dan setelahnya tidak ada kejelasan sedikit pun dari kekasihnya itu.
Rachel memang tidak mengekang Bryan tapi jujur itu sedikit mengganggu perasaannya terlebih karena selama ini ia piker Bryan meninggalkannya karena ada urusan dengan Evan ternyata tidak bahkan sahabat kekasihnya itu bertanya pada Rachel kemana perginya Bryan.
Satu hal yang pasti Bryan tidak mungkin kembali melakukan aksi kejinya itu karena sudah hampir enam bulanan Bryan telah meninggalkan dunia gelapnya itu, Rachel bisa menjamin itu karena sebelum satu mingguan ini Bryan terus bersamanya setiap saatnya.
“Ditinggalin lagi?” Tanya Evan menyentuh pundak Rachel saat melihat kekasih sahabatnya itu terdiam menatap hujan yang turun dari langit.
“Eh kak Evan” sapa Rachel sedikit kaget dengan keberadaan Evan disampingnya.
“Kemana sih sebenarnya bocah itu” rutuk Evan kesal.
Jujur saja ia kesal melihat Bryan yang terus meninggalkan Rachel sendirian dan mereka sudah jarang bersama sampai di kampus itu tersebar berita jika Bryan dan Rachel sudah putus karena Rachel sudah tidak bisa memuaskan Bryan. Itu rumor tak berdasar yang menyakitkan hati dan telinga untuk didengar dan ia menjadi kesal atas sikap Bryan setelah mendengar berita tak mendasar itu.
“Kalian berantem? Coba diingat-ingat lagi kali aja kamu ada buat salah” Tanya Evan lagi tak percaya karena Rachel terus mengatakan bahwa hubungan mereka baik-baik saja.
Dan sekali lagi Rachel menggelengkan kepalanya sembari menjelaskan bahwa hubungannya dengan Bryan baik-baik saja tapi satu mingguan ini Bryan sudah jarang bersamanya entah apa yang membuat kekasihnya itu sibuk.
“Kak Evan yakin tidak tau sesuatu tentang Bryan? Kemana dia?” Tanya Rachel balik, jujur ia sedikit tak percaya jika Evan tak mengetahui apapun tentang perubahan sikap Bryan padanya itu.
“Aku tidak tau, jika tau tidak mungkin aku bertanya padamu” ucap Evan
“Kak Evan kan teman Bryan satu-satunya, gak mungkin kak Evan gak tau” ucap Rachel lirih.
“Kalau begitu kau yang seharusnya lebih tau kemana Bryan pergi karena kau kekasihnya bahkan kalian tinggal bersama” ucap Evan membuat Rachel memelototinya.
Keduanya terdiam saat mendengar suara-suara yang mulai bergosip dibelakang mereka.
“Dia terlihat putus asa sekali, diputusin Bryan malah mengincar sahabat Bryan”
__ADS_1
Kata-kata semacam itu semakin banyak terdengar di telinga Rachel, ia hanya menghela nafasnya kasar baginya rumor tak berdasar itu sudah seperti makan sehari-harinya selama satu mingguan ini jadi ia tak terlalu ambil pusing lagi.
“Kau akan membiarkan mereka?” Tanya Evan sembari melirik ke belakang.
“Tak apa, biarkan saja”
Hanya itu yang keluar dari mulut Rachel karena mau ia berkoar bagaimana pun itu tetap percuma karena orang-orang seperti itu tidak akan mempercayai kebenarannya karena mereka hanya akan mempercayai apa yang mereka pikirkan tanpa memperdulikan kebenarannya.
“Teman-temanmu sudah pulang?” Tanya Evan dan Rachel hanya menganggukan kepalanya saja.
“Mereka tidak mengajakmu pulang bareng?” Tanya Evan lagi
“Giska pulang bareng pacarnya, Velly hari ini gak masuk” jelas Rachel.
“Ya sudah, pulang barengku saja” ajak Evan karena kini hujannya sudah agak reda, belum sempat Rachel menjawab Evan kembali melanjutkan ucapannya.
“Kau tidak berpikiran untuk menunggu Bryan disini kan? Kau pasti tau jika dia tidak mungkin kembali kesini lagi hari ini” ucap Evan membuat Rachel menoleh kearahnya, Evan seperti menebak isi pikirannya.
Begitu tiba di mobil Evan langsung saja mengendarai mobilnya meninggalkan halaman kampus untuk mengantarkan Rachel pulang dan di dalam mobil mereka berdua terus menerka-nerka kemungkinan dimana dan apa yang sedang Bryan lakukan belakangan ini.
“Langsung pulang atau ada tempat yang ingin kau kunjungi dulu? Aku akan mengantarmu” tawar Evan namun Rachel menggelengkan kepalanya.
“Langsung pulang saja kak” ucap Rachel.
Di pertengahan jalan Rachel melihat sebuah minimarket, memikirkan makanan yang ada didalam sana membuatnya menjadi kelaparan.
“Em kak Evan, apa bisa mampir di minimarket?” Tanya Rachel ragu.
“Bukankah sudah terlewat? Apa didepan sana ada minimarket atau kita putar balik saja?” Tanya Evan karena ia tidak hapal apa yang ada dijalanan sini.
“Tidak kak, didepan sana masih ada minimarket” ucap Rachel
__ADS_1
“Baiklah” ucap Bryan.
Sebelum mengantarkan Rachel pulang kerumah mereka mampir terlebih dahulu ke minimarket sesuai permintaan Rachel, Evan tidak ikut masuk ke dalam karena tidak ada yang ingin ia lakukan didalam sana dan ia memilih untuk menunggu di mobil saja.
Rachel membeli banyak makanan disana ada tiga kantong makanan Evan hanya menggelengkan kepalanya melihat Rachel masuk ke dalam mobilnya dengan kantong-kantong yang berisi makanan tersebut.
“Wah bukan main” ucap Evan takjub Rachel tersipu malu sebenarnya ia tidak selapar itu tapi snack-snack yang ada disana tidak bisa untuk dilewatkan begitu saja.
“Ini untuk kak Evan” ucap Rachel menyodorkan sekantong penuh berisi snack.
“Wah untukku? Kau yakin tidak akan menyesal memberiku ini?” Tanya Evan dan Rachel menganggukkan kepalanya tanpa ragu.
“Tidak apa, untuk kau saja” ucap Evan lagi namun Rachel menolaknya.
“Tak apa kak, ini aku juga punya snack yang sama dengan kak Evan” ucap Rachel menunjuk ke kantong belanjaannya.
“Semua snack itu enak-enak kok” ucapnya lagi
“Kalau begitu terima kasih” ucap Evan menerima sekantong penuh snack itu dengan senang hati.
Evan mengantar Rachel pulang dengan selamat setelah memastikan Rachel memasuki rumah besar milik Bryan itu barulah ia pergi dari sana, ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang dan tak lama setelah bordering akhirnya orang itu mengangkat panggilannya.
“Kau dimana? Aku akan pulang, datanglah ke tempatku” ucap Evan pada orang tersebut lalu mematikan ponselnya dan menghela nafasnya kasar.
Rachel menghela nafasnya kasar merebahkan tubuhnya diatas kasur, ia benar-benar bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Bryan akhir-akhir ini.
"Kemana sebenarnya dia pergi? Kenapa belum pulang juga" ucap Rachel lirih lagi dan lagi ia harus seorang diri rumah hingga nanti malam.
...HOTLINE!!
...
__ADS_1
Wanita jala*g ini benar-benar gatal dan berani sekali! Setelah puas meniduri dan memoroti Bryan kini berganti ke sahabat Bryan (Foto Rachel dan Evan tengah berlari dibawah hujan dan foto keduanya memasuki mobil Evan)