
"Rachel"
Rachel yang sedari tadi memainkan ponselnya langsung mengangkat kepalanya menghadap ke arah orang yang memanggil namanya.
Seketika ia tertegun melihat sosok yang ada di hadapannya saat ini, Bryan terlihat berbeda ia sangat cocok dengan style seperti ini terlihat lebih ganteng walaupun biasanya juga ganteng.
"Liurmu menetes sayang" ucap Bryan lagi
Rachel yang mendengar itu langsung tersadar dengan cepat mengarahkan tangannya di dagu alhasil nihil karena Bryan hanya iseng mengerjainya, ia menatap tajam ke arah Bryan.
"Kenapa sayang? Aku hanya bercanda" ucapnya.
Rachel menatap Bryan malas "Apa aku sangat tampan sampai-sampai kau meneteskan liur melihatku?" tanya Bryan lagi.
"Tidak, kau jelek! sangaaaaat jelek oh astaga aku hampir muntah" ucap Rachel kesal sedangkan Bryan berusaha untuk menahan tawanya agar tidak keluar.
Rachel bangkit dari kursinya menyimpan ponselnya ke dalam tas, ia berniat meninggalkan Bryan karena pria itu terlihat sangat sangat menyebalkan belum sempat melangkah jauh Bryan terlebih dulu menarik pergelangan tangannya hingga membuat dirinya terbentur di dada bidang Bryan.
"Mau kemana sayang, kau marah? Aku cuma bercanda loh" ucap Bryan, ia tak menyangka Rachel akan marah dijahili.
"Karena kau menyebalkan!" ucap Rachel dan Bryan semakin mengeratkan rangkulannya di pinggang Rachel.
"Maafkan aku seharusnya aku bicara dengan benar, maksudku kau bisa meneteskan liur jika melihat wajah tampanku ini seperti tadi" jelas Bryan lagi yang semakin membuat wajah Rachel merah padam.
"Masa bodoh!" ucap Rachel lagi. ia benar-benar kesal bercampur malu.
"Kenapa? Tidak ingin melihat wajah tampanku lagi?" ucap Bryan yang tak hentinya menggoda Rachel.
Rachel mencoba berontak agar terlepas dari rangkulan Bryan "Lepaskan aku! Semua orang menunggumu" ucapnya.
"Ayo tatap wajahku lagi" ucap Bryan
"Hentikan!" ucap Rachel frustasi
Ia mendorong tubuh Bryan sekuat tenaganya dan akhirnya rangkulan Bryan terlepas dari pinggangnya, ia berjalan kesal meninggalkan Bryan sendiri di sana yang masih setia mentertawakan Rachel.
__ADS_1
"Wah bagaimana mungkin dia bisa jadi orang yang sangat menyebalkan seperti itu.. wah" bisik Rachel merutuki Bryan.
Kini keduanya tengah melakukan pemotretan Rachel jadi sulit mengontrol ekspresi wajahnya karena kesal terhadap tingkah Bryan, ingin sekali rasanya ia memukul kepala belakang Bryan agar pria itu sadar.
Bagaimana tidak kesal Bryan terus melakukan hal yang ingin ia lakukan bahkan ia tidak mengikuti arahan fotografer yang bikin kesal lagi tidak ada yang berani melarangnya, entahlah selama pemotretan ia seperti bermain-main.
Rachel mati-matian menahan rasa malunya saat fotografer memberi arahan untuk menempatkan tangan di pinggang Rachel, Bryan justru menarik tubuh Rachel mendekat ke arahnya lalu memeluknya erat.
Dan saat di minta untuk mendekatkan wajah saling berhadapan Bryan justru mencium Rachel dan semua orang yang ada di ruangan itu melihat bagaimana Bryan ******* habis bibir Rachel.
Tidak hanya sampai di situ Bryan bahkan menciumi lehernya hingga meninggalkan bekas baru, Rachel tidak hanya berdiam diri saja ia sudah berusaha keras untuk menghentikan Bryan tapi hasilnya nothing.
Hingga akhirnya mereka di usir keluar dari ruangan tersebut oleh si penata rias, hanya dia yang berani mengusir Bryan dari sana begitu juga Rachel. Rachel menahan malu atas semua yang terjadi tadi, entah bagaimana nanti ia akan menghadapi ini semua.
"Kau mengacaukan semuanya" rutuk Rachel pada Bryan namun Bryan tak menghiraukannya.
Bryan mengajak Rachel ke ruangan direktur untuk bertemu ibunya namun saat tiba disana Jennifer sedang tidak ada di ruangannya dan mereka memutuskan untuk menunggu.
Rachel sebisa mungkin menahan emosinya karena hingga saat ini pun Bryan masih sibuk mencium mulai dari kening, pipi, bibir. hidung, mata bahkan leher Rachel.
"Hentikan itu" ucap Rachel sabar
"Menjauhlah dariku! Dasar psychopath gila!" ucap Rachel yang risih dengan perkataan dan tingkah Bryan.
Bryan menyeringai ia menatap tajam Rachel "Apa yang baru saja kau katakan sayang? Coba ulangi" ucapnya.
Rachel menghela nafasnya kasar, lagi-lagi berakhir seperti ini Bryan selalu menunjukkan sisi buruknya begitu Rachel memberontak, Rachel hanya diam tak menanggapi ucapan Bryan karena ia tau ini semua tidak akan berakhir dengan baik.
Pintu ruangan terbuka akhirnya yang mereka tunggu tiba "Maafkan mommy sayang, apa kalian menunggu lama? Tiba-tiba ada pertemuan penting" jelas Jennifer.
"Ah tidak apa nyonya, kita jadi bisa beristirahat sebentar disini" ucap Rachel sopan
"Nyonya?" tanya Jennifer memasang wajah tak suka
"Ya??" Rachel balik bertanya kebingungan sambil mencari letak kesalahan kata-katanya.
__ADS_1
"Berhenti memanggilku nyonya, kau akan segera menjadi menantuku jadi panggil saja mommy seperti Bryan memanggilku" ucap Jennifer penuh harap.
"Ya? T-tapi kita.." ucap Rachel lalu melirik ke arah Bryan meminta jawaban namun Bryan hanya diam mengedikkan bahunya.
"Berhenti memanggilku nyonya atau aku akan marah padamu" ancam Jennifer pada Rachel.
Rachel menjadi serba salah, ia tidak ingin hubungannya dengan Jennifer menjadi buruk. Ia ingin selalu memberi kesan yang baik untuk Jennifer.
"Baiklah mom.. mommy" ucap Rachel terbata, ini sungguh asing. Ia tidak terbiasa dengan panggilan itu.
Jennifer tersenyum lebar "Nah gitu dong, duh senangnya. Akhirnya putraku memiliki kekasih juga dan aku akan segera punya menantu" ucapnya.
Bryan ikut tersenyum mendengar perkataan ibunya dan Rachel hanya tersenyum canggung dengan ini semua.
"Mom, aku dan Rachel pamit pulang dulu" ucap Bryan menjelaskan tujuan mereka menemui Jennifer.
"Sudah ingin pulang? Yaahhh... padahal mommy masih ingin kalian disini, masih banyak hal yang belum mommy ceritakan pada Rachel" ucap Jennifer sedih.
"Kami akan lebih sering mengunjungimu, nyo- mommy" ucap Rachel tersenyum, ia berusaha membuat Jennifer kembali senang "Lagipula aku masih bekerja disini kan? Jadi jangan khawatir, kami janji akan lebih sering menemuimu" ucapnya.
Bryan menatap tajam ke arah Rachel karena ia dengan jelas mengatakan bahwa ia tidak mengizinkan Rachel untuk menjadi model lagi dan bertepatan saat ia ingin membuka mulut untuk berbicara seakan tau apa yang ingin dikatakan Bryan, Rachel dengan cepat mencubit pinggang Bryan.
Jennifer kembali tersenyum mendengar ucapan Rachel itu "Baiklah, kalian juga harus sering-sering main ke rumahku" ucapnya lagi
"Baik mom"
"Tidak"
Ucap Rachel dan Bryan bersamaan. Kini giliran Rachel menatap tajam Bryan dan ia kembali mencubit pinggang Bryan entah darimana ia dapatkan keberaniannya itu.
"Kapan-kapan kami akan berkunjung ke rumah" ucap Rachel lagi.
Jennifer menatap sinis Bryan lalu menatap Rachel penuh kasih sayang "Jika anak nakal ini tidak ingin ikut ke rumahku tinggalkan saja dia. Jika kau ingin main ke rumah, katakan saja mommy akan menjemputmu" ucapnya lagi.
Bryan mendengus kesal "Orang-orang akan berpikir bahwa Rachel adalah anakmu sedangkan aku orang asing" ucapnya
__ADS_1
Bryan sudah lama meninggalkan rumah dan hidup sendiri bahkan hanya sekedar berkunjung pun ia sudah tidak pernah karena saat mendatangi rumah itu maka ia akan bertemu dengan orang itu.
Mereka pun pamit undur diri dari sana dan mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.