
Hari ini Rachel sudah kembali ke kampusnya ditemani Bryan yang berada disampingnya sepanjang jalan menuju ruang kelas. Rumor tentang dirinya sudah mulai reda hampir tak terdengar lagi hanya ada beberapa orang yang terdengar masih menyebut namanya.
Meskipun demikan Rachel tak terlalu memperdulikan hal itu yang terpenting sekarang semua sudah baik-baik saja dan sesuai pesan Jennifer padanya kemarin, ia disini hanya perlu focus pada pendidikannya saja.
Bryan mengantarkan Rachel hingga depan ruang kelas gadisnya itu karena pagi-pagi sekali ia sudah mendapat pesan dari ibunya yang memintanya untuk menjaga Rachel dan memastikan Rachel baik-baik saja tidak ada lagi orang yang membicarakannya.
“Tumben baik” ledek Rachel saat mereka sudah tiba didepan ruang kelasnya.
“Sana masuk!” ucap Bryan acuh sedangkan Rachel hanya tersenyum meledek dirinya.
Rachel melangkahkan kakinya masuk ke ruang kelasnya namun baru beberapa langkah ia menghentikan langkahnya dan berbalik arah menuju Bryan yang masih memperhatikan dirinya.
“Hari ini tidak akan meninggalkan aku sendirian lagikan?” tanya Rachel menatap Bryan dengan tatapan sedih dan penuh harap.
“Ya terserah kau saja, sudahlah sana masuk kelasku juga akan segera dimulai” ucap Bryan membalikkan tubuh Rachel dan mendorongnya secara otomatis Rachel melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kelasnya.
“Jangan meninggalkanku, aku harap nanti saat pulang aku tak perlu memesan taksi” ucap Rachel tersenyum kearah Bryan.
Bryan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja bersamaan dengan Rachel yang menjauh darinya, ia pun melangkahkan kakinya menjauh dari sana menuju ruang kelasnya.
Rachel melirik kearah pintu ruang kelasnya tapi ia tidak melihat Bryan lagi disana, ia menghela nafasnya kasar karena sampai saat ini ia tidak mengetahui apa alasan satu mingguan kemarin Bryan selalu meninggalkan dirinya sendiri dan ia harap Bryan tidak akan meninggalkan dan mendiami dirinya lagi.
Ia berjalan menuju tempat duduknya yang disana sudah ada dua sahabatnya tengah melambai kearahnya penuh gembira, rasanya sudah lama sekali. Ya walaupun baru dua hari mereka tidak bertemu tetap saja terasa lama apalagi ada masalah yang terjadi diantara mereka.
“Are you okay? Akhirnya rumor itu sudah terungkap tapi aku dengar berita itu dibuat dan disebar oleh seseorang dikelas kita tapi siapa ya?” tanya Vely jujur ia sangat penasaran dengan orang tersebut begitu juga dengan Giska.
Rachel mendudukkan tubuhnya dikursi, ia melirik kearah wanita yang duduk dimeja depan dan menghela nafasnya kasar.
“Sudahlah siapapun itu tak jadi masalah karena yang paling penting rumor itu sudah terbukti tidak benar” ucap Rachel tersenyum kearah kedua sahabatnya itu.
“Iya aku tau tapi tetap saja dia wanita yang kejam. Lagipula siapa wanita di kelas ini yang tidak menyukaimu sama sekali tidak ada tanda-tanda” ucap Giska cukup nyaring.
Ucapan Giska yang cukup nyaring itu menarik perhatian beberapa siswa dikelas tersebut termasuk wanita yang membuat rumor tersebut. Rachel bertatapan dengan wanita itu untuk beberapa detik sebelum akhirnya wanita itu mengalihkan perhatiannya lagi.
“Apa kau tidak tau siapa orangnya? Wah aku penasaran sekali siapa wanita dikelas ini yang tidak suka padamu” ucap Vely.
“Entahlah, aku juga tidak tau. Lagipula aku tidak peduli pada orang yang berniat buruk padaku itu yang terpenting aku sudah kembali ke kampus ini dan rumor itu juga sudah hilang, itu sudah cukup untukku” ucap Rachel tulus.
__ADS_1
Hari ini Rachel hanya memiliki satu kelas yang seharusnya diadakan jam sepuluh pagi karena dosennya ada jadwal lain jadi kuliah mereka dimajukan jadi jam delapan pagi dan kini mata kuliah mereka hampir selesai.
Kelas mereka berjalan dengan lancer dan aman sepanjang kelas Rachel tak mendengar ada orang yang membicarakan dirinya lagi, ia sangat berterima kasih pada Jennifer, Bryan dan Evan karena sudah mengurus masalah ini dengan sangat baik.
“Setelah ini pulang bareng yuk? Udah lama banget kita gak main bareng” ajak Giska karena mereka punya banyak waktu senggang hari ini lebih bagus mereka manfaatkan waktu itu untuk berkumpul bersama.
“Ayo ayo.. sudah lama sekali kita gak hangout bareng” ucap Vely langsung menyetujui ajakan Giska dengan penuh semangat.
Rachel terlihat ragu ingin menjawab ajakan sahabatnya itu sebab sebelumnya ia sudah meminta Bryan untuk menunggunya dan tidak mungkin ia meninggalkan Bryan tapi sahabatnya, mereka memang sudah lama tidak hangout bareng.
“Um.. apa aku boleh memikirkannya dulu? Aku takut Bryan nanti malah menungguku karena tadi aku memintanya untuk mwnungguku” ucap Rachel ragu karena takut sahabatnya itu marah padanya karena mementingkan Bryan.
“Yasudah tanyakan saja dulu padanya” ucap Giska, Rachel bernafas lega karena tak terlihat raut kecewa diwajah kedua sahabatnya itu.
Rachel mengirimkan pesan pada Bryan sesuai perintah Giska namun sayangnya setelah beberapa saat ia tak kunjung mendapatkan balasan dari Bryan.
“Temui saja Bryan nanti” ucap Giska lagi dan diangguki oleh Vely.
“Baiklah” ucap Rachel lalu menyimpan ponselnya.
Setelah kelasnya selesai Rachel memisahkan diri dari kedua sahabatnya itu karena kini ia berjalan menuju ruang kelas Bryan untuk menemui kekasihnya itu.
Ia terpaksa menunggu hingga kelas Bryan usai karena ia tidak mungkin secara tiba-tiba menyelonong masuk ke ruangan Bryan untuk mengatakan jika dirinya akan pulang bersama teman-temannya terlebih didalam sana ada dosennya.
Kini Rachel sudah berdiri didepan ruang kelas Bryan hampi lima menitan karena tak ingin membuat sahabatnya itu menunggu lama ia pun mengirimkan pesan pada kedua sahabatnya itu.
'Kalian pergi duluan saja nanti aku akan meminta Bryan mengantarkan ku menyusul kalian. Jangan lupa kabari aku kemana kalian akan pergi'
[GiskaMaGurl] - Baikah, jangan sampai tidak menyusul!
Rachel menghela nafasnya kasar sambil beberapa kali melirik ke arah ponselnya untuk melihat jam dan menghitung sudah berapa lama ia berdiri disana.
Hampir setengah jam ia menunggu di depan kelas tersebut akhirnya ia mendapat titik terang saat dosen keluar dari ruang tersebut, Rachel memperhatikan satu persatu mahasiswa yang keluar dari kelas tersebut untuk menemukan kekasihnya.
Hingga akhirnya Evan datang menghampiri dan menyapa dirinya.
"Hey, apa yang kau lakukan disini? Mencari aku?" tanya Evan penuh percaya diri dan Rachel hanya tertawa pelan sembari menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku menunggu Bryan" ucap Rachel celingak-celinguk mencari Bryan.
"Bryan? Dia tidak masuk kelas pagi ini" ucap Evan membuat Rachel kaget.
"Tidak masuk kelas? Tapi tadi pagi setelah mengantarku dia bilang kelasnya akan segera dimulai" ucap Rachel masih kaget.
"Dia datang ke kampus pagi ini? Dia tak masuk kelas pagi ini dan aku bahkan tidak melihatnya ada di kampus pagi ini" ucap Evan jujur.
"Benarkah?" tanya Rachel ragu.
"Kak Evan sebentar" ucapnya lagi sembari mengotak-atik ponselnya menghubungi Bryan namun tak mendapat jawaban.
"Kenapa mencarinya, ingin pulang? Ayo aku antar" tawar Evan, Rachel tak langsung menjawab dan ia terlihat ragu.
"Kenapa? Takut ada rumor baru yang tersebar?" tanya Evan dan dengan cepat Rachel menggelengkan kepalanya.
"T-tidak, bukan begitu" ucap Rachel yang sebenarnya ia memang mengkhawatirkan hal itu.
"Sudahlah tidak apa, ayo" ucap Evan kekeh ingin mengajaknya pulang bareng.
Pada akhirnya Rachel pulang bersama Evan, ia meminta Evan mengantarkan dirinya ke tempat dimana teman-temannya berada dan diperjalanan itulah ia baru menerima balasan dari Bryan.
[🖤Bryan] - Ya pergi saja
Rachel menjadi semakin kesal setelah mendapat balasan dari Bryan yang sangat singkat dan acuh itu, sebelumnya ia tak terlalu mempermasalahkan hal itu tapi setelah menerima pesan itu membuatnya menjadi jengkel dan kesal pada Bryan.
Evan mengantarkannya ke Mall karena Giska dan Vely berada didalam sana, mereka mengatakan ingin shopping.
"Kak Evan, terima kasih" ucap Rachel dan Evan hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
"Kak Evan mau gabung bareng kita-kita?" tawar Rachel namun Evan menolaknya.
"Tidak apa kalian saja, enjoy your time" ucap Evan.
"Yasudah kalau gitu aku masuk ke dalam ya kak, sekali lagi terima kasih kak Evan" ucap Rachel lalu melangkahkan kakinya memasuki mall tersebut sembari mencari dimana sahabatnya itu berada.
Setelah mengantar Rachel, Evan melajukan mobilnya ke arah pulang dan diperjalanan ia terlihat mengetikkan sesuatu di ponselnya.
'Hari ini Bryan meninggalkan Rachel sendirian lagi dan aku baru saja mengantarkan Rachel ke Mall karena ingin hangout bareng teman-temannya'
__ADS_1