
Rachel menyentuh pelan bibir lembut Bryan dengan jari telunjuknya membuatnya berdecak kagum "Waah" ucap Rachel.
Rachel kaget dengan apa yang baru saja ia lakukan tanpa ia sadari ia mengatakan isi hatinya, Rachel menepuk pelan mulutnya dan menendang-nendangkan kakinya merutuki dirinya.
"Yang benar saja. Apa yang barusan kau katakan Rachel" ucapnya sambil menepuk mulutnya.
"Dasar wanita" rutuknya pada diri sendiri.
Setelah puas merutuki dirinya dengan perlahan dan sangat hati-hati ia mencoba bangkit dari tempat tidurnya agar tidak membangunkan Bryan yang sedang tidur itu.
Tapi saat ia ingin melangkahkan kakinya turun dari tempat tidur ia di buat kaget sekaligus malu karena ucapan Bryan.
"Apa kau tidak ingin sekalian mencoba nya sayang? Padahal aku sangat menantikannya" ucap Bryan terang-terangan yang sontak membuat kedua pipi Rachel menjadi sangat merah.
"Dasar gila" umpat Rachel sambil berlari menuju kamar mandi.
Melihat Rachel yang salah tingkah membuat Bryan tertawa kecil melihatnya tingkah Rachel seperti itu sangat menggemaskan pikirnya.
Kini Rachel sedang berada di dapur berniat untuk memasak mie instan karena Rachel tidak bisa memasak hal lain ia hanya tahu cara memasak mie instan saja.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Bryan dari arah belakang
"Mm? Tentu saja memasak" jawab Rachel memalingkan wajahnya melirik ke arah Bryan
"Wah apa sekarang kau sedang memasak untukku? Wah aku sangat menantikannya, apa yang akan kita makan untuk siang ini sayang?" tanya Bryan sedikit menggoda Rachel
"Hah yang benar saja, ini untukku" ucap Rachel ketus
"Kalau kau juga mau buat saja sendiri, mie nya ada di situ" ucap Rachel kembali fokus pada masakannya.
__ADS_1
Bryan yang awalnya ingin meminum air yang sudah ia tuang mendengar Rachel yang akan memakan mie di saat baru bangun kembali meletakkan gelasnya di atas meja dan berjalan mendekati Rachel.
'Cuurrrr' Bryan menumpahkan mie instan special yang Rachel masak.
"Ap-apa yang kau lakukan?" bentak Rachel kaget bercampur kesak melihat Bryan membuang mie nya yang sebentar lagi akan matang itu.
"Apa kau berniat memakan mie instan di pagi hari? Yang benar saja. Tidak, itu tidak boleh" ucap Bryan
"Why not? Ini udah enggak pagi lagi Bryan ini sudah siang, come on Bryan" ucap Rachel yang kesal dengan Bryan padahal perutnya sudah sangat keroncongan.
"Tetap saja. Kau bahkan belum memakan apa pun tidak mungkin kau langsung ingin memakan mie instan, itu tidak baik untuk kesehatanmu" ucap Bryan mengingatkan Rachel
"Huh kau benar-benar menyebalkan" ucap Rachel beranjak pergi meninggalkan Bryan masuk menuju kamar.
"Bagaimana bisa dia membuangnya begitu saja. Dia tau kalau aku belum memakan apa pun tapi tetap membuangnya" omel Rachel sambil merebahkan tubuhnya.
Rachel tak henti-hentinya ngedumel merutuki Bryan ia sangat kesal bahkan rasanya ia ingin menangis sangking kesalnya belum lagi perutnya yang kosong membuatnya benar-benar sangat kelaparan
Bryan yang melihat Rachel menyelimuti tubuhnya pun menghela nafas kasar "Huh, aku melakukannya karena itu benar-benar tidak baik untukmu, itu sangat tidak sehat" ucap Bryan yang diabaikan oleh Rachel.
"Kau ingin makan apa? Aku akan memesankannya apa pun selain mie" tanya Bryan sedikit lembut
"Tidak, aku ingin tidur" ucap Rachel cuek
"Kau harus makan. Apa yang ingin kau makan?" tanya Bryan terdengar sedikit memerintah
"Taco?"
"Steak?"
__ADS_1
"Seafood?" tanya Bryan
'Krucuk Krucuk' perut Rachel berbunyi keroncongan menanggapi kata seafood Rachel sangat malu apalagi kini Bryan tengah tertawa mendengar perutnya yang berbunyi dan Rachel hanya mendengus kesal di bawah selimutnya.
"Haha tidakkah itu lucu sayang?" tanya Bryan yang masih tertawa kecil
"Diam lah" ucap Rachel yang kini mati-matian menahan rasa malunya dan rasa laparnya di saat bersamaan.
Bryan tak henti-hentinya menggoda Rachel ia berkali-kali mengatakan kata Seafood dan setiap kali ia mengatakan kata itu entah kenapa perut Rachel selalu menanggapinya.
"Bahkan perutmu lebih jujur daripada dirimu sayang" ucap Bryan tertawa gemas.
Wajah Rachel kini sudah sangat merah Rachel yang sudah sangat malu pun akhirnya bangkit dari tempat tidurnya dan mengusir Bryan dari dalam kamar.
"Pergi lah" ucap Rachel sambil mendorong tubuh Bryan keluar menuju pintu
"Hahaha oke oke.. baiklah aku akan berhenti" ucap Bryan mengelus pelan kepala Rachel.
Rachel kembali menuju ke tempat tidur dengan wajah yang bertambah merah karena perlakuan lembut oleh Bryan.
"Aku akan pergi ke rumah Evan" ucap Bryan berjalan mendekati Rachel
"Jangan pergi kemana-mana" ucapnya mengacak-acak pelan rambut Rachel
"Aku akan pulang agak sore atau mungkin sedikit telat, aku akan mengabarimu nanti" ucap Bryan menutup pintu kamarnya pergi meninggalkan Rachel.
"Ingat perkataanku, jangan pergi kemana-mana tanpa izinku tetaplah di rumah. Hubungi aku jika terjadi sesuatu" ucap Bryan dengan nada sedikit memerintah.
Setelah mengatakan hal itu Bryan pun membersihkan dirinya terlebih dulu setelahnya Bryan pun keluar dari kamar menutup pintu dan berjalan keluar menuju mobilnya.
__ADS_1
Sedangkan Rachel ia hanya berdiam diri saat Bryan mengatakan hal itu ia tidak menanggapi perkataan Bryan ia kini masih tersipu malu dengan wajah yang memerah dibalik selimutnya.
Saat mendengar suara pintu tertutup tanda Bryan sudah keluar dari kamar baru lah Rachel membuka selimutnya, kini terpampang jelas wajahnya yang memerah dengan senyuman manis yang tercetak di wajahnya.