Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 72


__ADS_3

"Kami akan membawa Rachel tinggal bersama kami" ucap ayah Rachel sukses membuat semua orang yang ada disitu kaget apalagi Bryan dan Rachel.


"Apa yang kau katakan?" tanya Jennifer kaget dengan kata-kata yang keluar dari mulut suami sahabatnya itu.


"Rachel akan pindah bersama kami" tegas ayah Rachel lagi.


"Pah, aku tidak ingin pindah. Kuliahku belum selesai masih banyak yang harus kulakukan" ucap Rachel menolak ajakan ayahnya itu.


"Kau bisa melanjutkan kuliahmu disana" ucap ayahnya lagi


"Tapi pah, sayang sekali harus melepas universitas ini sekarang. Jika pindah kita tidak tau apa aku akan mendapatkan beasiswa atau tidak nantinya" ucap Rachel.


Rachel sengaja membahas beasiswa yang ia dapatkan di universitasnya saat ini karena alasan itulah yang membuatnya tidak ikut pindah, tidak hanya dirinya kedua orangtuanya juga menyayangkan hal itu.


Ia tidak ingin pindah selain karena beasiswanya itu ia juga tidak ingin pisah dari Bryan disaat hubungan mereka sudah sedekat ini, apapun yang terjadi ia harus tetap disini.


"Tidak apa tidak mendapat beasiswa lagi karena papa yang akan membiayai kuliahmu" ucap ayahnya kekeh ingin membawanya pulang.

__ADS_1


"Pah.. aku tidak ingin menyusahkan papah dan mamah lagipula tempatku sekarang tempat yang bagus" ucap Rachel.


"Itu benar" sambung Jennifer yang mendukung ucapan Rachel, ia juga tidak ingin wanita yang akan menjadi menantunya itu dijauhkan dari putranya.


"Sayang sekali jika memilih pindah ke universitas yang lebih buruk daripada universitasnya sekarang terlebih mendapat full beasiswa, sangat disayangkan jika dilepas begitu saja" ucap Jennifer lagi.


"Yakan sayang?" tanyanya pada Rachel dan Rachel menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Jennifer, mereka berdua sangat kompak


"Tidak masalah, keuangan kita akan baik-baik saja" ucap ayahnya tak memperdulikan ucapan Jennifer.


Sebenarnya ia juga menyayangkan hal itu harus melepas beasiswa terlebih di Universitas ternama tapi ia tidak boleh acuh terhadap keselamatan putrinya itu.


"Tidak, kau harus ikut kami. Jika kau berada disisi kami, kami bisa menjamin keselamatanmu. Kalau kau tetap disini siapa yang akan menjamin itu, tidak ada yang peduli denganmu" ucap ayahnya lagi.


"Aku!" ucap Jennifer mengajukan diri


"Aku yang akan menjamin keselamatannya! Tidak, aku dan keluargaku yang akan menjaganya" ucapnya lagi.

__ADS_1


"Mah... aku tidak ingin pindah" rengek Rachel pada ibunya itu.


Caroline mencoba untuk memberi pengertian pada suaminya itu karena mereka juga tidak berhak untuk memaksa putri mereka yang sudah dewasa itu untuk tetap berada di dekat mereka.


"Sudahlah pah, biarkan saja Rachel disini jangan dipaksa. Kita percayakan saja pada Jennifer" ucap Caroline pada suaminya itu.


"Tidak selamanya mereka akan memiliki hubungan seperti itu" ucap ayahnya ketus.


"Tentu mereka akan bersama selamanya, aku yang menjamin itu semua kalian tenang saja karena aku tidak mungkin membiarkan putraku melepaskan calon mantuku ini" ucap Jennifer lagi dan lagi menyambung pembicaraan mereka.


"Sudahlah pah, tidak apa" ucap Caroline membantu putri dan temannya itu untuk meyakinkan suaminya.


"Kau Bryan. Apa kau bisa berjanji padaku jika hal seperti ini tidak akan terjadi lagi pada putriku?" tanya ayah Rachel pada Bryan, ia hanya tidak ingin putrinya kembali terluka seperti ini.


"Aku janji" ucap Bryan tanpa ragu.


"Aku harap kau bisa membuktikan ucapanmu itu" ucap ayah Rachel lagi dan Bryan menganggukkan kepalanya pasti.

__ADS_1


Ayah dan Ibu Rachel kembali ke kotanya setelah dua hari bermalam disana dan tepat setelah Rachel keluar dari rumah sakit dan Rachel kembali ke rumah Bryan atas permintaan Jennifer yang sebelumnya meminta Rachel tinggal dirumahnya saja namun ditolak oleh Rachel serta dilarang oleh Bryan.


__ADS_2