Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 56


__ADS_3

Setelah mendapat panggilan telepon dari Rachel tadi Evan bergegas mencari ke tempat yang mungkin di kunjungi Bryan dan benar saja begitu sampai dia Bar langganan mereka dan bertanya pada orang disana ia langsung bisa mengetahui dimana sekarang sahabatnya itu berada.


"Apa yang sedang brengsek itu lakukan" rutuk Evan melangkahkan kakinya menuju kamar yang ada di bar itu.


*brakkk


Evan mendobrak pintu kamar itu yang sebenarnya tidak dalam keadaan terkunci, ia menghela nafasnya kasar saat melihat apa yang sedang dilakukan sahabatnya itu disana.


"Hey, pulanglah. Pacarmu sangat mengkhawatirkanmu" ucap Evan dengan santainya.


Ia memijit keningnya yang tak sakit itu karena sahabatnya itu sama sekali tak mendengarkan ucapannya dengan baik malah melanjutkan kegiatan menjijikan mereka.


Evan pun melangkahkan kakinya mendekati Bryan dan menyentak tubuh wanita itu dari atas tubuh Bryan dan ia sangat kaget saat mengetahui jika wanita itu adalah Emma.


"Brengs*k" maki Evan lagi, ia menarik kerah Bryan dan memukul pipi Bryan dengan kasar untuk membuat sahabatnya itu sadar "Lihat dengan siapa kau melakukannya?!" bentaknya.


Bryan belum mendapat kesadarannya ia masih sangat mabuk ia bahkan tidak menyadari jika pria yang menerobos masuk itu adalah Evan dan wanita yang bersamanya itu adalah Emma.


"Kemarilah sayang! Ayo kita lanjutkan kegiatan kita abaikan saja brengs*k ini' ucapnya acuh.


"Kau benar-benar brengs*k" ucap Evan ingin kembali melayangkan pukulannya namun berhasil ditahan dan berakhir ia yang mendapat pukulan dari Bryan.


"Sadarlah! Rachel sangat khawatir padamu! Pikirkan bagaimana jika Rachel tau jika pria yang dikhawatirkannya malah asik bercinta dengan wanita lain!" pekik Evan membuat Bryan membeku, nama itu berhasil menyadarkannya.


Rachel? Kenapa Rachel mengkhawatirkannya? Lalu siapa wanita yang bersamanya sejak tadi? Bryan memegang kepalanya yang nyeri itu karena kebanyakan minum, ia melihat ke arah sekitar dan ia baru sadar jika itu Evan dan wanita yang bersamanya sejak tadi adalah Emma.


Sedangkan Emma hanya berdecak kesal karena kegiatan panasnya dengan Bryan terganggu dan membuat gairah ingin bercintanya hilang apalagi setelah mendengar nama Rachel membuatnya semakin kesal, kenapa selalu wanita murahan itu.


"Sudah sadar sekarang? Ayo pulang!" ucap Evan begitu melihat Bryan kesal.


...****************...

__ADS_1


Setelah mendapat pukulan dari ayahnya tadi Bryan dengan pikiran kacaunya pergi meninggalkan rumah dan mengendarai mobilnya menuju bar langganannya.


Dan sesampainya disana ia memesan minuman sangat banyak, ia minum sangat banyak sampai benar-benar mabuk hingga akhirnya seorang wanita datang menghampirinya dan menggodanya.


Hasratnya yang tadi menggebu-gebu sudah hilang tapi kembali saat wanita jala*g ini datang menggodanya.


"Hai sayang" ucap wanita itu.


Bryan menyeringai saat wanita itu menyentuh tubuhnya tanpa basa-basi "Kau tau apa yang sedang kau lakukan cantik?" ucapnya ia bahkan tidak bisa melihat jelas wajah wanita itu.


"Ingin berciuman denganku?" tanya wanita itu yang semakin menggoda Bryan dan tangannya bergerak dengan sangat liar.


Wanita itu semakin mendekatkan tubuhnya pada Bryan dan mulai mencium singkat bibir Bryan hingga akhirnya Bryan menyambar bibir wanita itu dan mereka saling ******* satu sama lain.


Tak hanya berakhir disitu kegiatan mereka semakin panas bahkan Bryan saat ini tidak bisa mengontrol tangannya yang sudah berada pada bagian dada wanita itu.


Wanita itu tak lain tak bukan adalah Emma. Bar ini juga bar langganan Emma dan teman-temannya dan saat berkencan dengan Bryan dulu, ia juga sering ikut Bryan kemari.


Tidak hanya dirinya, teman-temannya juga menyadari kedatangan Bryan dan mulai membicarakan Bryan.


"Wah dia sangat tampan"


"Ya itu benar, ingin menggodanya?"


"Dia sangat hot and seksi, wah liat bahkan dari samping dia terlihat sangat sempurna"


"Ah aku ingin menciumnya dan menyeretnya ke ranjang"


"anget angett"


"Ingin taruhan? Siapa yang berhasil mendapatkannya?"

__ADS_1


Emma yang mendengar itu tertawa remeh "Jangan ngimpi! Dia itu milikku, siapapun tidak boleh mengambilnya dariku termasuk kalian" ucapnya sinis.


Teman-temannya justru menertawainya "Kau yang jangan ngimpi! Mana mungkin salah satu dari kita bisa menggodanya" ucap temannya itu.


Emma yang merasa tak terima diremehkan seperti itupun kesal "Ingin taruhan? Jika aku berhasil kalian harus mengirimkan video panas kalian dengan stranger di bar ini" tantangnya.


"Oke deal tapi jika kau gagal. kau harus berhubungan dengan lima pria malam ini juga dan tentunya dengan orang-orang di bar ini" ucap teman-temannya itu menerima tantangan Emma.


Dan kini teman-teman Emma itu menatap tak percaya ke arah Emma dan Bryan yang sedang bercumbu, mereka sama sekali tak menyangka jika Emma berhasil menggoda pria dingin itu.


"Aku sangat basah saat ini, ingin pindah ke kamar saja?" ucap Emma


Bryan menyeringai ia bangkit dari kursinya dan Emma mengambil kesempatan itu dengan melingkarkan tangannya di tubuh Bryan, ia tersenyum penuh kemenangan saat melewati meja dimana teman-temannya itu berada.


"Tepati janji kalian!" ucapnya


"Wah benar-benar jala*g itu" ucap teman-temannya kagum pada Emma.


Kini Emma dan Bryan berada di sebuah kamar yang ada di Bar itu dan mereka kembali melanjutkan kegiatan panas mereka.


Emma sangat pandai menggodanya dan Bryan disela-sela kegiatan mereka kembali teringat kegiatan panasnya tadi bersama Rachel.


"Rachel" gumamnya lirih.


"Kau mengatakan sesuatu sayang?" tanya Emma


Bryan hanya diam dan kembali ******* bibir Emma tanpa ampun, tentu saja Emma menerima itu dengan senang hati karena benar ini yang ia inginkan. Sampai kapanpun Bryan hanya akan menjadi miliknya dan siapapun tidak akan bisa mengambil Bryan darinya.


Mulai dari bibir turun ke leher dan kini Bryan bermain di dada Emma merasa terganggu dengan dress yang dikenakannya Bryan dengan kasar menarik dress itu hingga sobek, melihat itu Emma langsung membuka dressnya dengan senang hati.


Saat baru ingin memulai inti kegiatan mereka seseorang mendobrak pintu dan membuat kegiatan panas mereka terhenti.

__ADS_1


__ADS_2