
Rachel kini berada di dapur menyusul Bryan karena setelah berbincang dengan Jennifer tadi, mereka pun menuju ruang keluarga untuk menyusul ayah dan anak itu namun setibanya disana hanya ada ayahnya seorang diri dan ayahnya mengatakan bahwa Bryan pergi mengambil minum.
Sesampainya di dapur ia mengerutkan keningnya karena Bryan terlihat mematung di depan kulkas yang terbuka, ia pun langsung mendekat ke arah Bryan dan memeluk tubuhnya erat.
Lamunan Bryan buyar saat merasakan tangan melingkar ditubuhnya, ia berbalik badan dan membalas pelukan kekasihnya itu dan ia bernafas lega saat melihat wajah cantik kekasihnya itu.
"Kenapa melamun? Sedang memikirkan apa?" tanya Rachel mendongakkan wajahnya menatap Bryan.
"Ah tidak, bukan apa-apa" ucap Bryan kembali menenggelamkan wajah Rachel ke pelukannya.
Rachel melepaskan pelukannya dari Bryan, ia menatap wajah Bryan dengan seksama "Kau bohong, sedang mikirin apa?" tanyanya lagi.
"Bukan apa-apa sayang" ucap Bryan tersenyum gemas melihat tingkah penasaran kekasihnya itu.
"Benarkah?" tanya Rachel lagi dan Bryan menganggukkan kepalanya lalu mengecup singkat bibir Rachel.
"Mama dan papa kamu sudah pamit ke kamar mereka" ucap Rachel
Bryan menyeringai "Apa yang akan kita lakukan sekarang sayang' ucapnya tersenyum nakal.
"Apa-apaan senyumanmu itu" ucap Rachel panik karena kini Bryan menatapnya lain.
__ADS_1
"Apalagi tentu saja kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan" ucap Bryan menggodanya.
Rachel melangkah mundur menjauhkan dirinya dari Bryan "Hilangkan pikiran kotormu itu" ucapnya was-was.
"Ayolah sayang" ucap Bryan yang terus menggoda kekasihnya itu "Sekarang hanya ada kita berdua disini" ucapnya lagi.
"Dasar mesum!" ucap Rachel.
Bryan tersenyum menahan tawanya lalu mendekat ke arah Rachel dan membawa kekasihnya itu ke dalam pelukannya, ia memeluknya sangat erat.
Ia mengecup kening, kedua pipi dan bibir Rachel singkat namun detik berikutnya ia ******* bibir kekasihnya itu dengan rakus.
Rachel yang mendapatkan perlakuan itu terperanjat kaget namun ia tidak bisa menolak ciuman itu karena kini tubuhnya ditahan oleh Bryan. Perlahan ia mulai bisa menyesuaikan ritme ciuman Bryan meskipun ia sedikit bersusah payah karena Bryan menciumnya kasar.
Rachel menggigit bibir bawahnya menahan agar ia tidak mengeluarkan suara setelah bibirnya kini Bryan bermain dilehernya bahkan prianya itu meninggalkan bekas disana.
Suara yang sedari tadi coba ia tahan akhirnya keluar saat merasakan sesuatu menyelinap masuk ke dalam bajunya "Sss aah" desahnya.
Tidak puas hanya dengan bibir dan leher Rachel kini Bryan juga mulai menggerakkan tangannya bermain diperut rata Rachel lalu bergerak ke atas hingga berada di bagian punggung kekasihnya itu.
Ia meraba-raba hingga akhirnya menemukan pengait yang menutupi gundukan kekasihnya itu tanpa basa-basi ia pun melepaskan pengait itu.
__ADS_1
Sebelum melanjutkan kegiatannya itu ia beralih pada Rachel "Jangan memintaku berhenti setelah ini, aku tidak bisa menahannya lagi" ucapnya pelan dengan suara beratnya itu.
Kini bukan hanya Bryan yang dipenuhi nafsu begitu juga dengan Rachel bahkan ia tidak bisa mencerna dengan baik kata-kata Bryan saat ini. Kegiatan mereka terus berlangsung kini tangan Bryan sedang bermain di gundukan Rachel dan Rachel hanya bisa pasrah mendesah karena kini ia tidak berada di pikirannya.
Aktivitas mereka semakin memanas, Bryan mengangkat Rachel untuk duduk di meja dapur kegiatan mereka terus berlanjut hingga akhirnya Rachel tersadar dari apa yang saat ini tengah ia dan Bryan lakukan, saat kekasihnya itu melepaskan ****** ********.
Rachel mendorong tubuh Bryan dan Bryan hanya menatapnya dengan wajah penuh nafsu, mereka sudah terlalu jauh dan ini tidak boleh dilanjutkan lagi.
"Cukup! Hentikan ini" ucap Rachel mencoba untuk menyadarkan Bryan yang saat ini dipenuhi dengan nafsu.
"Bukankah sudah kukatakan aku tidak bisa jika harus menahannya lagi" ucap Bryan.
"Tidak, kita tidak boleh melakukan ini" ucap Rachel beranjak pergi dari sana.
Bryan mengikutinya hingga akhirnya mereka tiba di ruang keluarga dengan cepat Bryan mendorong tubuh Rachel ke sofa panjang yang ada di ruangan itu.
Rachel yang mendapat serangan mendadak itupun terpekik, ia mencoba untuk menghentikan Bryan namun Bryan sama sekali tidak mendengarkannya karena kini pria itu sudah berada di atas tubuhnya.
"Hentikan ini Bryan!" bentak Rachel "Kita tidak boleh seperti ini" sambungnya lagi.
Bryan tak mengindahkan kata-kata Rachel bahkan kini ia masih melanjutkan kegiatannya mencium rakus bibir Rachel dan tangannya yang bermain di tubuh Rachel yang masih tertutup pakaian luar itu.
__ADS_1
Hingga akhirnya ada sesuatu secara mengejutkan datang menghentikan aksi Bryan.