
Kini Rachel berada di rumah seorang diri, sekitar pukul sepuluh pagi tadi Bryan sudah pamit pergi entah kemana karena prianya itu tidak mengatakan tujuannya ingin kemana dia pergi.
Berdua dengan Bryan di rumah ini saja masih terasa sepi apalagi hanya dirinya sendiri serasa rumah hantu, kosong. Ah rasanya ia ingin kembali ke rumah Jennifer saja meskipun tidak bisa bergerak bebas setidaknya rumah itu masih ada orang meskipun hanya pelayan saja disana.
Rachel memutuskan untuk mandi saja karena tidak ada yang bisa ia lakukan dirumah ini dan kebetulan ia belum mandi daritadi pagi hehe.. Lalu setelah ini ia berniat untuk membuat spaghetti sebagai menu makan siang sekaligus makan paginya yang terlewatkan.
Ia melakukan ritual mandi cukup lama bahkan ia berendam di bath up menggunakan air hangat dan wewangian relaksasi, ia benar-benar membuang banyak waktunya hanya untuk mandi.
Jari tangannya mulai keriput saat itu barulah ia bangkit dari acara berendamnya lalu membiarkan air dari shower jatuh membasahi tubuhnya selama tiga menit, ia lupa mengatur airnya sehingga membuatnya jadi kedinginan.
Rachel mengenakan celana kain panjang warna abu-abu yang dipadukannya dengan baju kaos hitam milik Bryan rasanya sangat nyaman, badannya yang kecil itu saat mengenakan baju milik Bryan jadi tenggelam karena baju Bryan saat digunakannya jadi baju oversize.
Saat baru saja melangkahkan kakinya keluar dari kamar hendak menuju dapur bel depan berbunyi, mendengar itu ia pun mengernyitkan keningnya merasa heran tumben-tumbenan Bryan sebelum masuk memencet bel terlebih dahulu, ia berpikiran seperti itu karena bel itu hanya berbunyi sekali saja dan ia juga tidak kepikiran jika ada tamu yang datang ke rumah ini.
Ketika ia berada di dapur bel kembali berbunyi, ia sedikit heran jika itu Bryan kenapa menekan bel sampai dua kali dan kenapa tidak langsung masuk saja, toh ini rumahnya. Jujur saja ia sedikit takut jika harus membukakan pintu tapi jika diabaikan bagaimana kalau itu tamu penting?
Rachel menghela nafasnya kasar ia memutuskan untuk melihat siapa yang berada di depan sana, dengan was-was ia perlahan membuka pintu rumah itu hanya sedikit, ia tak membuka lebar pintu itu.
"S-siapa ya?" ucapnya takut
Pria itu berbalik badan menghadap ke arah Rachel yang sedang mengintip di sela-sela pintu "Ini saya mengantarkan kiriman nyonya Jennifer" ucapnya.
Mendengar nama Jennifer ia tersenyum malu lalu ia membuka lebar pintu rumahnya itu, ia menerima kotak hadiah yang katanya dari Jennifer itu.
"Terima kasih" ucapnya dan pria yang mengantarkan paket itu hanya menganggukkan kepalanya lalu beranjak pergi dari sana.
Setelah memastikan pria itu sudah pergi barulah ia masuk dan menutup kembali pintu rumahnya, membawa kotak hadiah itu ke dalam ia pergi menuju ke kamarnya untuk membuka kotak hadiah itu.
__ADS_1
Ia mengeluarkan isi kotak tersebut betapa kaget dan herannya ia dengan apa yang saat ini sedang ia lihat.
"Apa ini? Apa nyonya Jennifer salah packing hadiah?" gumamnya karena ia merasa paket tersebut bukanlah untuknya.
"Untuk apa aku dress seperti ini? Apa ini desain terbaru untuk pemotretan selanjutnya" pikirnya lagi.
Ia sangat bingung dengan maksud dan tujuan Jennifer mengirimkannya dress super duper seksi ini dan saat otaknya sibuk menerka-nerka kemungkinan yang terjadi, ponselnya pun bergetar dan itu berhasil mengalihkan perhatiannya.
Ia meraih ponselnya yang berada diatas meja kecil samping tempat tidur dan terlihat ada sebuah pesan masuk yang dikirimkan oleh Bryan.
[MyPsycho🖤✨] - Gunakan pakaian yang dikirimkan mommy untukmu, aku akan datang menjemputmu malam ini
**Tingg Sebuah pesan masuk lagi masih dari orang yang sama.
[MyPsycho🖤✨] - Berdandan lah yang cantik! Aku sangat-sangat menantikannya.
"Hah.. apalagi kali ini? Kenapa menyuruhku menggunakan dress seksi seperti ini? Bukankah aku akan terlihat seperti wanita malam jika mengenakannya?" ucapnya berbicara pada diri sendiri.
Kini hanya satu jam tersisa dari waktu yang sudah dijanjikan, Bryan akan datang menjemputnya sebentar lagi.
Rachel kini berada di depan cermin tengah merias dirinya. ia hanya menggunakan riasan tipis karena ia tidak terlalu percaya diri jika menggunakan make up terlalu tebal.
Karena ia tidak terlaku pandau berias takutnya bukan jadi cantik nanti ia malah terlihat seperti badut karena jujur saja ia sangat bodoh dalam hal berias dan saat ini saja ia hanya menggunakan bedak, lipstik dan perona pipi. Itu saja sudah sangat cukup baginya.
Rachel belum menggunakan dress yang dikirimkan nyonya Jennifer itu, ia masih enggan dan ragu untuk menggunakannya. Gaun itu kini terbentang diatas kasur ia akan mengenakannya begitu siap berias.
Ia menghela nafasnya kasar melirik ke arah gaun itu dari pantulan cermin yang ada dihadapannya saat ini, ia meraih ponselnya lalu mengirimkan pesan pada Bryan.
__ADS_1
'Apa aku benar-benar harus menggunakan dress ini? Wah mau dilihat darimana pun dress ini terlalu seksi untuk digunakan'
Tak butuh waktu lama pesannya pun akhirnya di balas oleh Bryan.
[MyPsycho🖤✨] - Kenakan saja! Aku akan menjemputmu sebentar lagi, cepatlah bersiap!
Rachel kembali menghela nafasnya kasar "Apa aku kirim pesan pada nyonya Jennifer saja? Siapa tau dia mau mengirimkan dress lain yang agak tertutup? Argh... ini terlaku seksi aju tidak bisa menggunakannya" gumamnya histeris.
"Si Psychopath ini yang benar saja! Masa kekasihnya sendiri disuruh menggunakan pakaian seksi dan terbuka seperti ini? Jika seperti ini orang-orang akan mengataiku jala*g" kesalnya tak berhenti mengomel.
"Menyebalkan!"
Mau tidak mau karena tidak ada pilihan lain dengan sangat terpaksa Rachel menggunakan pakaian tersebut dan benar saja dress itu terlalu seksi untuknya, ia hanya takut orang lain yang melihatnya akan berpikiran buruk tentangnya
Tidak ada pilihan lain dan ia pun menggunakannya, ia hanya perlu mengekor dibelakang Bryan agar tidak ada yang mengganggunya nanti, dilihat dari outfit yang diberikan sepertinya mereka akan pergi ke club.
Tak lama kemudian yang ditunggu pun akhirnya tiba, ia memasuki rumahnya berjalan menuju kamar tempat Rachel berada.
"Hai sayang, sudah siap?" ucapnya begitu membuka pintu.
Rachel membeku begitu juga Bryan. Rachel kaget atas kedatangan Bryan yang tiba-tiba sedangkan Bryan terpaku karena melihat kecantikan dan keseksian kekasihnya itu, sepertinya ia tidak salah pilih gaun, itu terlihat cantik dan seksi saat digunakan oleh Rachel.
"Wah kau cantik sekali, Rachel" pujinya, yang dipuji hanya tersenyum malu dengan pipi yang merah merona.
"Sudah siap?" tanyanya lagi dan Rachel hanya menganggukkan kepalanya saja.
Bryan merangkul pinggang Rachel "Yasudah ayo berangkat" ucapnya.
__ADS_1