Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 92


__ADS_3

"Hello guys.. apa aku melewatkan hal yang menarik?" tanya Jennifer yang baru saja tiba dirumah.


Suara tawa mereka terdengar hingga depan sana karena itu Jennifer memutar arah dan melangkahkan kakinya menuju meja makan karena disanalah mereka berkumpul.


"Hai mom" sapa Rachel tersenyum senang melihat kedatangan Jennifer.


"Hai sayang, kau sudah makan?" tanya Jennifer dan Rachel menganggukkan kepalanya.


"Apa mereka membuatmu kesulitan?" tanya Jennifer lagi menatap tajam suami dan putranya itu.


"Tidak mom, uncle dan Bryan menjagaku dengan baik" ucap Rachel membuat Jennifer memasang wajah cemberut.


"Kau belum memanggil suamiku dengan panggilan daddy?" tanya Jennifer dan ucapannya itu membuat Rachel memperlihatkan gigi putih rapinya.


"Sepertinya aku belum terbiasa" ucap Rachel tertawa canggung..


"Kau harus cepat-cepat mengubah panggilanmu itu" ucap Jennifer duduk di kursi samping suaminya.


"Mom gimana gaunnya?" tanya Bryan


"Oh ya aku hampir melupakannya" ucap Jennifer menepuk pelan jidatnya.


"Bryan tolong ambil box putih di mobil mommy" ucap Jennifer memberi kunci mobilnya pada Bryan.


"Kenapa harus aku?" keluh Bryan meskipun mengeluh ia tetap melakukannya.


"Gaunnya sudah selesai?" tanya Rachel dengan mata berbinar-binar.


"Um masih belum.. aku ingin mencocokkannya dulu sebelum menyelesaikannya" ucap Jennifer sambil memakan donat yang dibawa Rachel dan Bryan tadi.


"Mom.. yang ini bukan?" tanya Bryan membawa box putih bersamanya.


"Tentu saja yang itu, cuma ada satu box putih di mobilku" ucap Jennifer menggelengkan kepalanya.


"Ayo sayang ke ruanganku.. kita coba bajunya dulu" ucap Jennifer mengajak Rachel.


'Mom bagaimana dengan bajuku?" tanya Bryan.


"Ada banyak setelan di butik mommy" ucap Jennifer acuh.

__ADS_1


"WHAT?? Mommy memberi gaun spesial untuk Rachel tapi memberiku pakaian yang ada di butik?" ucap Bryan tak terima.


"Karena pakaian pengantin pria semua terlihat sama, tidak ada yang spesial" ucap Jennifer lagi.


"Sudahlah Bryan.. ayo Rachel" ajak Jennifer dan mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ruang kerja Jennifer.


"Apa itu? Apa aku ini benar anak kandungnya?" gumam Bryan kembali duduk.


Bryan kembali berdiri saat matanya bertatapan dengan ayahnya.


"Aku masuk ke kamar" ucap Bryan pada ayahnya dan berlalu dari sana.


Disisi lain Rachel dan Jennifer terlihat sibuk dengan gaun pernikahan yang akan Rachel kenakan nanti, gaun ini memang belum selesai dan Jennifer benar hanya ingin memastikan apa ukurannya sudah benar atau belum.


"Haruskah aku kecilkan lagi di bagian pinggulnya?" tanya Jennifer dan Rachel dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu, sepeti ini saja. Ini sudah sangat nyaman" tolak Rachel.


"Kalau bagian lehernya bagaimana?" tanya Jennifer meminta pendapat si pemilik gaun tersebut.


"Um.. ini juga sudah bagus tetap seperti ini saja" ucap Rachel


"Seperti ini saja sudah bagus" ucap Rachel dan kini giliran Jennifer yang menggelengkan kepalanya.


"Tidak sayang, ini terlalu polos. Aku tidak mengizinkanmu memakai gaun polos begini dihari pernikahanmu terlebih kau adalah calon menantuku" ucap Jennifer.


"Baiklah mom, aku percayakan gaunnya padamu" ucap Rachel tertawa gemas mendengar celotehan calon mertuanya itu.


"Oh ya.. aku juga sudah mendesain baju seragam untuk keluargamu, aku dan Miller tapi bukan aku yang membuatnya. Aku hanya mendesainnya" jelas Jennifer.


"Benarkah? Thank you mom" ucap Rachel terharu karena Jennifer benar-benar menyiapkan semuanya secara matang.


"Aku masih punya waktu untuk menyelesaikan gaunku bukan?" tanya Jennifer dan Rachel menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


"Aku dan Bryan tidak terburu-buru, jadi mommy bisa kerjakan sesantainya mommy saja" ucao Rachel.


"Tidak sayang, aku tidak boleh bersantai dan kalian juga tidak boleh menunda-nunda. Cepat diskusi dan tentukan tanggal pernikahan kalian" ucap Jennifer.


"Apa kalian masih tidak yakin satu sama lain?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Tidak mom.. hanya saja kita belum menemukan tanggal yang kita sukai" ucap Rachel dengan santainya.


"Jangan terlalu bersantai, cepat tentukan tanggalnya" ucap Jennifer dengan wajah seriusnya.


"Ya mom, aku akan mengatakannya pada Bryan" cicit Rachel sedikit takut melihat keseriusan Jennifer.


"Nanti mau makan malam di rumah atau diluar?" tanya Jennifer sembari mengemas kembali gaun Rachel ke dalam box putih itu.


"Di rumah aja mom, rasanya malas sekali kalo harus pergi keluar lagi" ucap Rachel cengengesan.


"Yasudah, ada yang ingin kau makan? Biar mommy katakan pada bibi" ucap Jennifer.


"Um.. beef bacon and mushroom risotto " ucap Rachel penuh semangat.


"Baiklah, mommy akan mengatakannya nanti" ucap Jennifer tersenyum pada calon mantunya itu.


Rachel menyadari jika Jennifer sangat kelelahan jadi ia tidak ingin menyita lebih banyak lagi waktu istirahat Jennifer karena itu ia pun pamit untuk menemui Bryan.


"Mommy terima kasih banyak untuk gaunnya, sekarang mommy istirahatlah. Aku ingin menemui Bryan dulu" ucap Rachel pada Jennifer.


"Oh, sure sayang.. silahkan" ucap Jennifer.


"Bye mom" sapa Rachel.


"Ya, bye sayang" sapa balik Jennifer


Rachel berjalan keluar dari ruangan Jennifer menuju meja makan namun ia tak menemukan seorang pun disana karena itu ia kembali berjalan menuju kamarnya.


Di rumah ini Bryan dan Rachel tidur di kamar yang terpisah, di rumah Bryan mereka juga tidur di kamar yang berbeda tapi ada kalanya mereka tidur satu kamar.


Begitu tiba di kamarnya Rachel langsung merebahkan tubuhnya di kasur, ia tidak melakukan hal istimewa dan hanya rebahan sembari memainkan ponselnya hingga akhirnya ia pun terlelap karena keheningan dan kebosanan yang melandanya.


...****************...


Satu minggu kemudian Bryan dan Evan telah menyelesaikan kuliahnya meskipun absen mereka tergolong banyak tapi kepintaran mereka tidak bisa dipungkiri.


Kalian mungkin tidak akan percaya ini tapi Bryan dan Evan lulus dengan nilai tertinggi ketiga dan empat dari seluruh angkatannya.


Saat ini Bryan tak melakukan apapun ia hanya seorang pengangguran yang setiap harinya menjadi supir pribadi Rachel.

__ADS_1


Berbicara tentang Bryan dan Rachel, sepasang kekasih itu sudah menentukan tanggal pernikahan mereka yaitu 2-2-2022 dan kurang dari satu bulan lagi pernikahan mereka akan dilangsungkan.


__ADS_2