Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 61


__ADS_3

"Aku akan menjadikan kau milikku seutuhnya" bisik Bryan tepat ditelinga Rachel.


Dan mereka pun melakukan kegiatan panas tentunya dengan persetujuan Rachel karena wanita itu tidak menolaknya.


Setelah pergi dari rumah orang tuanya tadi mereka pun kembali pulang ke rumah Bryan disepanjang perjalanan tak perduli banyak mobil lainnya Bryan tetap mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh itu membuat Rachel pasrah jika harus mati sekarang juga.


Dengan keterampilan Bryan mengendarai mobil mereka pun sampai dirumah dengan selamat tanpa ada lecet sedikit pun kecuali pergelangan tangan Rachel yang digenggam erat oleh Bryan.


Setibanya di kamar Bryan menghempas tubuh Rachel ke tempat tidur "Katakan apa yang sudah kau lakukan disana HAH?!" bentaknya.


"Apa yang kau katakan? Kenapa tiba-tiba membentak ku?" tanya Rachel, ia sama sekali tidak mengerti ada apa dengan Bryan.


"Apa yang kau lakukan dengan Leo dirumah itu saat aku tidak ada disana?" tanya Bryan menggeram.


"Apa? Aku tidak melakukan apapun dengannya" ucap Rachel masih tidak mengerti apa yang menjadi permasalahan disini.


"Berhenti membodohiku Rachel!" ucap Bryan menatap tajam wanita dihadapannya itu.


"Apa yang kau katakan? Aku tidak melakukan apapun dengannya" ucap Rachel lagi, ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan Bryan.


Bryan berteriak kesal karena Rachel yang tak kunjung berkata jujur padanya "Katakan saja! Biar semuanya selesai, jangan membohongiku! Aku tau tapi aku ingin kau yang mengatakannya dari mulutmu sendiri! ucapnya.


"Aku tidak mengerti, aku sudah mengatakannya aku tidak melakukan apapun dengannya" ucap Rachel lagi.

__ADS_1


Bryan menggeram dan mendorong tubuh Rachel hingga terbaring di kasur dan kini Rachel berada dibawahnya.


"Aku sudah tau.. jadi katakanlah aku tidak akan marah" ucap Bryan mengatur nada bicaranya jadi lembut.


"Aku tidak melakukan apapun dengan" belum selesai Rachel mengucapkan kalimatnya Bryan terlebih dahulu menyumpal bibir Rachel dengan bibirnya.


Ia ********** dengan rakus dan Rachel tidak menolaknya setelah beberapa saat barulah Rachel memukul-mukul dada Bryan untuk melepaskan ciumannya.


Begitu terlepas Rachel bernafas dengan dada yang naik turun "Kali ini siapapun tidak akan bisa mengambilmu lagi dariku, kau akan jadi milikku seutuhnya" ucap Bryan.


Entah apa yang merasuki Rachel ia sama sekali tidak menolak ataupun memberontak terhadap apa yang sedang dilakukan Bryan padanya, ia menerimanya bahkan menikmatinya.


Mereka tidak melakukan hubungan intim terlalu jauh karena Rachel masih tau batasannya, mereka hanya saling memuaskan satu sama lain tapi tidak dengan berhubungan badan yang biasa dilakukan pasangan suami istri.


Rachel belum siap untuk itu dan Bryan tidak memaksa Rachel untuk melakukan hubungan itu dengannya, begini saja sudah cukup untuknya tapi tentu saja jika Rachel ingin melakukannya dengan senang hati Bryan juga akan melakukannya.


Bryan tersenyum gemas melihat Rachel yang melenguh dalam tidurnya mungkin merasa terganggu dengan apa yang sedang Bryan lakukan saat ini.


Ia menatap wajah cantik Rachel yang begitu damai meskipun sedang tidur dan terlihat sedikit acak-acakan tapi itu semua tidak menghapus kecantikan Rachel bahkan saat ini kekasihnya itu terlihat seksi dimatanya.


Bryan terus menciumi wajah Rachel mulai dari dahi, mata, hidung, pipi bahkan bibirnya. Ia akan berhenti menciumi kekasihnya itu ketika bergerak dan saat merasa Rachel damai barulah ia menciuminya kembali, begitu seterusnya sampai kekasihnya itu terbangun.


"Halo sayang, good morning" ucap Bryan saat melihat Rachel perlahan mulai membuka matanya.

__ADS_1


Rachel hanya diam belum bisa mencerna keadaan sekitar melihat itu Bryan tertawa pelan lalu memeluk erat tubuh Rachel. Entah kenapa setelah apa yang mereka lalui tadi malam membuatnya jadi selalu ingin nempel dekat Rachel.


"Bryan.." sapa Rachel lirih


"Iya sayang?" ucapnya lalu mengecup singkat bibir Rachel.


"Aku mencintaimu" ucap Rachel


Bryan tersentak mendengar ucapan Rachel yang tiba-tiba itu dan ia terdiam sejenak sehingga Rachel menyadarkannya.


"Hey, ada apa?" tanya Rachel


Bryan menggelengkan kepalanya "Aku juga mencintaimu, sayang" ucapnya kembali mengecup bibir Rachel singkat.


Ia tidak ingin menyakiti Rachel tapi ia merasa bersalah jika harus mengatakan cinta seperti ini padahal ia sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap Rachel dan secara tidak langsung ia justru menyakiti wanita itu.


Benar ia tidak ingin menyakiti Rachel dan ia juga tak ingin Rachel jauh darinya bahkan ia merasa marah jika seseorang menyakiti kekasihnya itu tapi jujur ia tidak mengerti sebenarnya ia memiliki perasaan atau tidak terhadap Rachel.


Bryan benar-benar bodoh dalam cinta buktinya setelah berpisah dari Emma wanita jala*g itu ia baru dekat dengan wanita lagi itupun hanya dekat tanpa memiliki perasaan khusus seperti apa yang pernah ia berikan pada Emma.


Memang benar statusnya dengan Rachel saat ini sebagai sepasang kekasih tapi hanya sekedar statusnya saja tidak dengan perasaan khusus yang biasa dimiliki pasangan lain pada umumnya.


Dan memang benar Bryan dan Emma pernah menjalin hubungan sangat lama tapi selama ini Bryan salah mengerti perasaannya terhadap Emma daripada cinta itu lebih ke obsesinya terhadap Emma dan mungkin ini juga yang terjadi padanya dan Rachel.

__ADS_1


Tidak ingin menyakiti Rachel, tidak ingin melihatnya menangis dan tidak ingin Rachel bersama orang lain mungkin itu juga bagian dari obsesinya karena gitulah dirinya pada Emma di masa lalu.


Hubungan mereka jadi sangat rumit terlebih saat mereka mulai menyatakan cinta ke satu sama lain. tidak. semua akan baik-baik saja seandainya ia tidak menyatakan cinta pada Rachel.


__ADS_2