
Bukan Bryan namanya jika mengikuti semua perkataan Rachel dengan patuh, hanya mulutnya saja yang berkata iya, hati dan pikirannya berkata tidak. Ya benar saja kini ia tengah membuntuti kekasihnya itu dan kini ia mengendarai mobilnya mengikuti mobil taksi yang berada di depannya.
Rachel turun di depan perusahaan besar dan Bryan cukup kaget melihat itu karena jelas-jelas Rachel mengatakan bekerja di butik bukan perusahaan. Bagaimana mungkin Rachel yang basicnya bukan seorang model bisa menjadi model diperusahaan besar yang rata-rata modelnya adalah model papan atas.
Ia tidak meragukan bakat Rachel dan hanya bertanya bagaimana mungkin terjadi. Begitu Rachel turun dari taksi Bryan dengan cepat memarkirkan mobilnya di depan jalan pintu masuk tetapi tidak ada yang menegurnya.
Begitu masuk beberapa karyawan menunduk hormat kepadanya dan yang lainnya hanya ikut-ikutan saja, Bryan mengabaikan itu karena saat ini ia sedang terburu-buru dan langkahnya pun dihentikan oleh seseorang.
"Oh Bryan sayang, ada apa ini? Kejutan untuk mommy?"
"Mom sorry, aku buru-buru. Aku harus mengikutinya" ucap Bryan lagi.
Jennifer selaku ibu kandung Bryan terus menahan putranya itu "Who? Kau mengikuti siapa?" tanyanya ikut menengok ke sekeliling.
Bryan berteriak frustasi "Ah mom.. Biarkan aku pergi, aku akan menemuimu nanti" ucapnya karena kini ia kehilangan Rachel dari pandangannya.
"No! Kau harus ikut mommy, ada seseorang yang harus kau temui" ucap Jennifer tak mau kalah.
"Mommy please! Aku harus mencarinya" ucap Bryan lagi.
Jennifer tak membiarkan Bryan lolos darinya ia terus menghalang-halangi langkah putranya itu dan Bryan tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mengikuti keinginan ibunya itu terlebih kini ia benar-benar sudah kehilangan jejak Rachel.
"Mommy sangat menyebalkan" rutuk Bryan yang kini sedang diapit oleh ibunya itu.
"Nanti juga kau akan berterima kasih padaku setelah bertemu dengannya" ucap Jennifer.
"Aku tidak tertarik" ucap Bryan acuh
Mendengar itu Jennifer kembali memikirkan hal yang tidak-tidak tentang putranya itu namun seketika ia langsung menepis pikirannya itu karena tidak mungkin putra tampan kesayangannya itu seorang gay.
"Kau harus ikut dengan mommy" ucap Jennifer tak terbantahkan.
Dengan susah payah akhirnya ia berhasil mengajak Bryan ikut bersamanya.
"Tunggu sebentar disini. Jangan kemana-mana atau mommy akan sangat marah padamu!" ucap Jennifer memperingati Bryan.
__ADS_1
"Ya ya ya" ucap Bryan memutar malas bola matanya, ia menghela nafas kasar karena ia gagal mengikuti Rachel.
Bryan menunggu ibunya dengan bosan karena ini bukan pertama kalinya Jennifer mencoba untuk menjodohkan model perusahaan ini padanya dan hasilnya semua ia tolak mentah-mentah, ia bahkan meninggalkan kesan buruk ke setiap wanita yang di perkenalkan padanya.
Bahkan saat ini pun ia akan tetap menolak wanita yang diperkenalkan padanya terlebih ia sudah memiliki Rachel sebagai kekasihnya jadi ia tidak perlu wanita lain.
Bryan dengan sengaja menyibukkan diri dengan ponselnya begitu mendengar suara ibunya yang sedang berbicara kemungkinan besar bersama wanita yang akan diperkenalkan padanya.
"Sayang. lihatlah bukankah dia sangat cantik?" ucap Jennifer pada Bryan.
"Ya" ucap Bryan singkat tanpa melirik ke arah wanita yang dimaksud.
"Lihatlah kemari!" perintah Jennifer
Bryan menghela nafasnya kasar, ia menyimpan ponselnya lalu mengangkat wajahnya menghadap ke arah wanita itu dan seketika matanya membulat sempurna kaget karena wanita yang bersama ibunya itu adalah kekasihnya, Rachel.
Tak hanya Bryan, Rachel pun tak kalah kagetnya saat melihat kehadiran Bryan di hadapannya terlebih dengan fakta bahwa Bryan adalah anak nyonya Jennifer.
Jennifer tersenyum penuh kemenangan saat melihat putranya terpesona melihat Rachel, ia merasa bangga karena pilihannya kali ini tepat.
Bryan berdehem lalu bangkit dari duduknya berdiri di antara mereka memisahkan ibunya dari Rachel dan merangkul Rachel.
"Perkenalkan Mommy, ini pacarku Rachel dan Sayang, kenalkan ini ibuku" ucap Bryan dengan santainya.
Rachel dan Jennifer kaget secara bersamaan mendengar ucapan Bryan. Rachel kaget karena Bryan terlalu blak-blakan memperkenalkan dirinya sedangkan Jennifer kaget mengetahui bahwa putranya sudah memiliki kekasih terlebih wanita yang berkencan dengan putranya itu adalah Rachel.
"B-benarkah Rachel?" tanya Jennifer
Rachel hanya tersenyum kikuk karena ia tidak tau harus bereaksi seperti apa saat ini, semua ini terlalu tiba-tiba.
Jennifer menepuk pundak Bryan cukup keras "Kenapa kau tidak pernah memberitahu mommy jika kau sudah memiliki pacar? Terlebih pacarmu itu adalah Rachel" ucap Jennifer kesal pada putranya.
"Rachel sangat sibuk mom jadi kami tidak ada waktu untuk menemuimu" ucap Bryan dengan santainya.
"Ya??" ucap Rachel kaget.
__ADS_1
Kenapa jadi dirinya? Bryan tidak pernah mengajaknya untuk bertemu orang tuanya, jangan kan itu Bryan bahkan tidak pernah berbicara tentang keluarganya pada Rachel.
Jennifer menyikut Bryan menjauh dari Rachel, ia memeluk Rachel "Terima kasih, Rachel. Mommy hampir mengira Bryan seorang gay" ucapnya.
Rachel tertawa pelan mendengar itu sedangkan Bryan kaget tak percaya dengan ucapan ibunya itu.
"Wah.. Mommy jahat sekali! Wah bagaimana mungkin mommy bisa mengatakan itu?" ucapnya tak percaya pada ibunya itu.
"Seorang gay? Wah yang benar saja" ucapnya lagi, ia sangat tak habis pikir dengan jalan pikiran ibunya itu.
Jennifer tertawa kembali menepuk pundak putranya itu "Ya habisnya kau selalu menolak semua wanita yang sudah pernah mommy kenalkan padamu dan mommy juga tidak pernah mendengar berita kencan tentangmu" jelasnya.
"Tapi tidak seharusnya mommy mencurigai aku dengan pemikiran tidak masuk akal itu. Wah yang benar saja, mommy sangat menyebalkan" ucap Bryan.
"Sorry!" ucap Jennifer santai
Rachel tersenyum melihat kedekatan ibu dan anak itu dan ternyata Bryan memiliki sisi lembut seperti ini. Walaupun sejak tadi ia mengatakan ibunya menyebalkan ia sama sekali tidak terlihat marah, Bryan saat bersama ibunya meninggalkan semua image psychonya.
Walaupun mereka lagi berdebat tetapi mereka berdebat dengan penuh kasih sayang, ini pertama kalinya melihat sisi lembut Bryan yang seperti ini.
"Ya sudah, kau mau tunggu disini atau di ruangan mommy saja?"
"Mommy mau bawa pacarku kemana?" ucap Bryan balik bertanya
"Mommy harus mengantarkannya jika tidak mereka mungkin akan memarahi mommy" ucap Jennifer
"Apa-apaan itu, mana mungkin mereka memarahi mommy" ucap Bryan tak percaya dengan ucapan ibunya yang berlebihan itu "Mommy duluan saja, aku ingin bicara sebentar dengan pacarku" ucapnya.
"Wah lihatlah anak tidak sopan ini! Sudah punya pacar mommy malah diusir" ucap Jennifer bercanda "Jangan terlalu lama" ucapnya meninggalkan putranya dan Rachel berdua di ruangan itu.
Sedetik kemudian pintu ruangan kembali terbuka "Ah Rachel berhati-hatilah walaupun dia putraku tapi kau harus tau ini, dia sangat mesum" ucapnya mengundang banyak tanya.
"Waktu dia masih remaja Mommy pernah melihatnya sedang mencium wanita jadi kau harus berhati-hati" ucapnya.
Rachel hanya tersenyum canggung mendengar itu, ia sudah mengetahui hal itu karena ia sendiri pun memiliki bekas ciuman Bryan di lehernya, setelah mengatakan hal itu Jennifer kembali menutup pintu ruangan tersebut dan berlalu pergi.
__ADS_1