Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 50


__ADS_3

Rachel kaget saat berada di depan kediaman orang tua Bryan, ini pertama kalinya ia berkunjung ke rumah yang sangat besar dan terlihat seperti istana ini.


"Hey jangan diam saja, ayo masuk" ucap Jennifer menyadarkan Rachel dari lamunannya.


Rachel sedikit malu karena ia terlihat sangat norak, ya maklum saja karena ini baru pertama kalinya ia melihat rumah seperti istana ini. Jennifer tersenyum menarik tangan Rachel untuk segera masuk ke dalam rumahnya.


Sekali lagi Rachel di buat kaget saat masuk ke dalam rumahnya karena begitu masuk sudah ada beberapa orang yang berseragam sama menyambut mereka dengan hormat, mereka adalah pelayan dirumah itu.


Rachel menjadi sangat canggung dengan situasi ini "Sayang, bersihkan dirimu terlebih dulu" ucap Jennifer padanya


"Bi, tolong antarkan Rachel untuk membersihkan dirinya" ucapnya lagi pada pelayan disana.


Bi Desy adalah pelayan paling lama yang bekerja dengan keluarga ini dan juga orang yang menjaga Bryan kecil saat kedua orang tua Bryan sibuk bekerja.


"Ayo non, bibi antarkan" ucap bi Desy sopan pada Rachel.


"Eh, iya bi. Terima kasih" ucap Rachel menganggukkan kepalanya ragu, ia masih merasa gugup berada disini apalagi semua mata terarah padanya.


Ia jadi minder karena penampilannya saat ini sangat tidak menarik bahkan ia terlihat lebih acak-acakan dari pelayan rumah ini.


Ponselnya berdering ia pun menghentikan langkahnya begitu juga dengan bi Desy yang ikut menghentikan langkahnya.


"Maaf bi" ucap Rachel sopan


Tertera nama Bryan disana , ia menghela nafasnya kasar lalu menolak panggilan tersebut dan kembali untuk melanjutkan perjalanannya mengikuti bi Desy.


Bryan terus menghubunginya dan sebanyak itu juga Rachel menolak panggilan tersebut, ia tidak ingin mengangkat panggilan tersebut karena ia sangat kecewa dengan apa yang tari ia lihat. Ia tak peduli jika Bryan marah padanya karena yang berhak marah disini adalah dirinya.


Saat ini Rachel berada di dalam kamar yang telah ditunjukkan oleh bi Desy dan ia tetap menolak panggilan Bryan, ia pun memutuskan untuk segera membersihkan diri daripada semakin kesal mendapat panggilan beruntun dari Bryan.


Saat Rachel berada di dalam kamar mandi Jennifer masuk ke dalam kamar tersebut mengantarkan pakaian ganti untuk Rachel namun perhatiannya teralihkan saat mendengar ponsel Rachel berdering.


Panggilan pertama terlewatkan oleh Jennifer, ia mengernyitkan keningnya saat melihat panggilan tak terjawab dari Senior Evan. Ia berniat mengabaikan panggilan tersebut namun disaat yang sama ponsel Rachel kembali berdering.

__ADS_1


Dan tanpa pikir panjang Jennifer pun menerima panggilan tersebut.


"Rachel? Kau dimana?" tanya Bryan tanpa basa basi setelah panggilan itu terhubung.


"Dasar anak nakal! Apa yang sudah kau lakukan pada menantuku? Kenapa? Kau khawatir padanya setelah kau menelantarkannya? Seenak kau saja!" ucap Jennifer berteriak tak senang.


Bryan menjauhkan ponsel itu dari kupingnya. ia menghela nafasnya kasar karena ia tahu siapa pemilik suara itu.


"Hey anak nakal! Apa kau mendengarkan ku?!" tanya Jennifer lagi.


Bryan mengabaikan ucapan ibunya itu "Dimana Rachel mom?" tanyanya.


"Kenapa? Merasa bersalah sekarang? Apa yang ada di kepalamu sampai tega membiarkannya di jalan sendirian bagaimana jika terjadi sesuatu padanya" ucap Jennifer yang tak berhenti mengomeli Bryan.


"Rachel sama mommy? Kalian dimana?" tanya Bryan lagi.


"Pulanglah! Rachel ada disini bersamaku" ucap Jennifer berdecak kesal karena putranya itu tak menghiraukan ucapannya.


"Hey sial*n! Kau mau kemana? Kau harus mengganti ponselku" teriak Evan namun diabaikan oleh Bryan.


Evan menghela nafasnya kasar "Aku harus membuatnya mengganti ponsel yang lebih mahal dari ini" ucapnya pasrah.


Disisi lain Jennifer tertawa pelan, ini yang ia inginkan sedari tadi putranya pasti datang kesini saat mengetahui bahwa Rachel ada disini. Ia sangat yakin mau tidak mau Bryan pasti akan datang ke rumahnya.


Saat mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka Jennifer dengan cepat menaruh kembali ponsel Rachel dan ia bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa disana.


"Hai sayang, aku membawakan mu baju ganti" ucap Jennifer tersenyum ramah.


Rachel berjalan mendekati Jennifer ia jadi tak enak karena merepotkan "Ah terima kasih, maaf aku malah jadi merepotkan mommy" ucapnya.


Jennifer menggelengkan kepalanya "Ah tidak. kau sama sekali tidak merepotkan ku malah aku senang karena kau sudah mau berkunjung ke rumahku" ucapnya menepuk pelan bahu Rachel.


"Yasudah, pakailah pakaianmu terlebih dulu. Aku akan menunggu di bawah" ucap Jennifer lalu beranjak pergi dari kamar itu.

__ADS_1


Setelah kepergian Jennifer dari kamarnya Rachel tidak langsung berganti pakaian. ia menghela nafasnya kasar entah bagaimana ia bisa berakhir di sini.


Tak lama kemudian ia pun berpakaian dan turun ke bawah untuk menemui Jennifer, ia sedikit tidak enak karena membuat Jennifer menunggunya agak lama.


Rachel menuruni tangga dengan hati-hati dan di bawah sana Jennifer sudah menunggunya dan menatap kagum kearahnya.


"Wah kau sangat cantik sekali sayang. pilihanku sangat tepat. Kau cocok sekali mengenakannya" puji Jennifer dan Rachel yang mendengar itu hanya tersenyum malu.


Rachel mengenakan mini dress berwarna peach salah satu rancangan Jennifer yang terlihat simpel dan elegan, gaun itu terlihat sangat cocok dan cantik saat digunakan oleh Rachel.


Padahal Rachel hanya sekedar memakainya saja tapi entah kenapa itu membuat gaun itu terlihat jauh lebih indah dan cantik saat dikenakannya.


"Tunggu di ruang makan saja, aku akan segera menyusul" ucap Jennifer lalu berjalan entah kemana.


Rachel menuruti ucapan Jennifer dan menuju ruang makan, suasana di dapur sangat ramai karena kini para pelayan sibuk menyiapkan hidangan untuk mereka.


Sebenarnya Jennifer menyuruhnya untuk menunggu saja di ruang makan tetapi Rachel merasa tidak enak jika harus duduk tenang disaat yang lainnya sibuk bekerja dan ia pun berinisiatif untuk menolong yang lainnya.


"Bi, mari biar aku bantu" ucap Rachel sopan


Bukannya ia ingin mencari muka atau sok-sokan di depan yang lainnya hanya saja ia tidak enak jika harus membiarkan yang lainnya sibuk bekerja sedangkan ia hanya menonton saja.


Bi Desy melarang Rachel untuk membantu mereka karena Rachel adalah tamu di rumah ini "Tidak non, duduk saja" tolaknya.


Rachel kekeh ingin membantu "Tidak bi, tidak apa. Aku akan membantu sedikit saja, tidak enak rasanya jika hanya melihat" ucap Rachel.


Dengan berat hati dan was-was bi Desy pun memperbolehkan Rachel untuk membantunya dan pelayan lainnya sebenarnya ia sedikit takut jika nanti akan di tegur oleh nyonya besar karena membuat tamu bekerja.


Rachel mulai membantu mereka dengan menyusun hidangan yang telah siap ke atas meja makan hingga akhirnya seseorang mengalihkan perhatian Rachel.


"Rachel!"


Seorang pria yang berada di belakangnya meneriakan namanya dan saat ia ingin berbalik badan memastikan siapa yang memanggil namanya tubuhnya terlebih dahulu dipeluk erat oleh seseorang..

__ADS_1


__ADS_2