Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 77


__ADS_3

Sekitar dua puluh menit setelah ia menghubungi ibunya itu akhirnya Jennifer tiba di kampus untuk menemui putranya, ia menjadi khawatir ketika mendengar nama Rachel.


"Apa mommy terlambat sayang?" tanya Jennifer menyusul putranya yang berada di kantin kampus bersama Evan.


Jennifer melirik ke kiri dan kanan mencari keberadaan Rachel namun ia tak melihatnya.


"Dimana calon mantuku, kenapa tidak keliatan" tanya Jennifer.


"Mah.. Rachel dikeluarkan dari kampus dan beasiswanya juga dicabut" ucap Bryan membuat Jennifer kaget.


"Apa? Kenapa Rachel dikeluarkan?" tanya Jennifer tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dan kini giliran Evan yang menjelaskan situasi yang sebenarnya.


"Siapa wanita itu? Kenapa membuat menantuku berlutut seperti itu?" tanya Jennifer tak suka.


"Dia dekan di kampus ini" ucap Bryan


"Saya mendapat berita dari dosen jika anda berkunjung kemari ternyata itu benar" ucap seseorang mengagetkan Jennifer, Bryan dan Evan.


Diluar dugaan wanita gila hormat itu justru menampakkan dirinya didepan Jennifer setelah membuat Jennifer geram karena sudah membuat calon menantunya itu berlutut.


"Kebetulan sekali bertemu disini, ada yang perlu aku bicarakan" ucap Jennifer sinis


"Mari ke ruangan saya saja, saya akan membuatkan teh yang enak untuk Anda" ucap dengan itu sopan.


"Tidak perlu, disini saja aku tidak punya banyak waktu" tolak Jennifer.


Dekan itu terlihat sedikit tak nyaman tapi ia juga tak bisa memaksa Jennifer untuk pergi ke ruangannya, ia menjaga kata-kata dengan baik takut menyinggung perasaan Jennifer.


"Apa yang ingin anda bicarakan?" tanya dekan itu sopan.


"Ini tentang mahasiswi bernama Rachel" ucap Jennifer belum sempat ia melanjutkan ucapannya dekan tersebut terlebih dahulu berbicara.


"Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda dan putra Anda. Wanita jala*g tak berpendidikan itu sudah saya bereskan dan berita yang ada itu semuanya palsu karena pria yang bersamanya bukan putra Anda" ucap dekan tersebut.


Bryan, Jennifer dan Evan sangat marah mendengar ucapan dekan tersebut.


"Siapa yang kau sebut jala*g? Ketahui posisimu dengan benar! Jangan melewati batas, bukankah kau dekan di kampus ini? Seharusnya kau berkata dengan baik menjadi contoh yang baik untuk mahasiswamu bukan asal berbicara seperti itu!" ucap Jennifer akhirnya terpancing emosi padahal ia sudah menahannya.

__ADS_1


"Kau yang tidak berpendidikan! Berani sekali kau mengatai calon menantuku jala*g, apa kau benar seorang dosen? Apa kau yakin pantas mendapat posisimu saat ini?" ucap Jennifer lagi membuat nyali dekan itu ciut sepertinya ia sudah melakukan kesalahan besar.


Jennifer donatur terbesar di kampus ini dan tentunya semua petinggi kampus sangat menghormati dan segan terhadapnya, tidak ada satupun orang di kampus ini yang berani melawan Jennifer karena takut bila salah berbicara Jennifer akan berhenti memberi donasi untuk kampus ini.


"Apa kau tau letak kesalahanmu dimana?" tanya Jennifer membuat dekan itu mati kutu tak berkutik.


Seperti dejavu, ia juga pernah menanyakan hal yang sama seperti itu kepada Rachel.


"Kau bahkan membuat calon menantuku berlutut di kakimu, memangnya kau siapa sampai membuatnya berlutut?! Dan bukannya kau sudah tau jika rumor itu tidak benar tapi kenapa malah membuat pengumuman jika Rachel mengakui kesalahannya?"


"Apa kau sakit?" tanya Jennifer lagi, ia benar-benar kesal dan tak habis pikir dengan wanita yang ada dihadapannya ini.


Perdebatan diantara keduanya mengundang banyak perhatian dari mahasiswa disana bahkan beberapa orang memvideokan kejadian tersebut.


Dan tak lama kemudian rektor kampus tersebut terlihat berlari mendekat ke arah mereka dengan wajah polos tersenyum menyambut hangat Jennifer.


"Aku harap kalian menyelesaikan masalah ini dan membersihkan nama baik calon mantuku! Jika tidak maka aku tidak akan menjadi donatur di kampus ini lagi" ucap Jennifer acuh pada rektor yang datang untuk menemuinya itu.


"Dimana Rachel, sayang?" tanya Jennifer pada Bryan.


"Ada di rumahku" jawab Bryan dengan santainya tak perduli mau bertanggapan apa orang yang mendengar ucapannya tersebut.


"Ayo temui Rachel" ajak Jennifer


"Ingat untuk menyelesaikan masalah ini, jika tidak maka terima konsekuensinya!" ucap Jennifer berlalu pergi dari sana bersama Bryan dan Evan.


Bryan dan Jennifer pergi ke rumahnya tanpa Evan karena ia tidak ingin mengganggu mereka, tak butuh waktu lama mereka pun tiba dirumah Bryan.


Bryan menghela nafasnya kasar saat mereka masuk ke dalam rumah namun tak menemui ada Rachel disisi rumah tersebut.


“Wanita itu benar-benar” ucap Bryan kembali menghela nafasnya kasar.


“Dimana dia?” tanya Jennifer kebingungan saat mendengar Bryan berdecak kesal.


Bryan tak menjawab itu dan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Rachel diikuti oleh Jennifer dibelakangnya dan benar saja saat pintu itu terbuka terlihat Rachel masih terlelap di atas kasurnya.


“Ck.. yang benar saja” ucap Bryan sedikit kesal karena tidak biasanya jam segini Rachel masih bermalas-malasan di tempat tidur.

__ADS_1


“Hey bangunlah! Mommy datang untuk menemuimu” ucap Bryan membangunkan Rachel.


Tak langsung membuka matanya Rachel hanya bergerak malas di tempat tidurnya.


“Ayo bangun.. kau harus menjelaskan sesuatu padaku tentang hubunganmu dengan Evan” ucap Bryan dengan kencang.


Rachel yang sudah terbangun itu dapat mendengar dengan jelas ucapan Bryan dan dengan malas ia membuka matanya, ia kaget saat mendengar suara yang tak asing di telinganya.


“Sudah Bryan, biarkan saja Rachel beristirahat” ucap Jennifer seketika Rachel langsung bangkit dari tidurnya.


“Mommy” ucap Rachel tersenyum canggung.


“Kau baik-baik saja sayang?” tanya Jennifer pada calon mantunya yang cantik itu.


“Ya mommy, semua baik-baik saja” ucap Rachel sedikit berbohong karena dirinya tidak baik-baik saja dengan semua yang ia alami.


“Mommy kesini cuma ingin memastikan apa kau baik-baik saja” ucap Jennifer tersenyum hangat pada Rachel.


“Aku baik-baik saja mom” ucap Rachel membalas senyuman Jennifer.


“Ya baiklah karena mommy masih punya kegiatan lain di butik jadi mommy tinggal ya, kau beristirahatlah jangan memikirkan apapun” ucap Jennifer pada Rachel.


“Temani Rachel, turuti semua yang dia inginkan. Jangan memarahinya kau sudah terlihat seperti ibunya saja” ucap Jennifer pada putranya.


“Jangan memarahiku terus, anak mommy itu aku bukan Rachel” ucap Bryan balik.


“Rachel itu calon menantuku tentu saja akan menjadi anakku” ucap Jennifer tak mau kalah.


“Sudahlah mommy ada meeting, byeee Rachel” ucap Jennifer pada Rachel yang masih terduduk di tempat tidurnya.


“Tidak mengucapkan selamat tinggal padaku?” protes Bryan mendengar itu membuat Jennifer tertawa.


“Byee guys” ucap Jennifer berlalu pergi.


Di sore menjelang malam hari Rachel mendapat sebuah pesan dari Jennifer yang membuatnya terharu.


[MommyJen<3] – Hari ini dan besok beristirahatlah, jangan lupa untuk refreshing. Lusa ingat untuk kembali ke kampus, tidak apa semua sudah baik-baik saja.

__ADS_1


[MommyJen<3] - Terserah orang berkata apa tentangmu, cukup pikirkan pendidikanmu. Jangan terlalu mengkhawatirkan hal lain, maaf karena mommy terlambat mengetahui masalahmu.


__ADS_2