Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 58


__ADS_3

"Enggak, aku tidak mau. Itu bekas dia"


Bryan mengernyitkan keningnya ia sama sekali tidak mengerti apa maksud ucapan Rachel itu.


"Bekas apa sayang?" tanya Bryan dengan lembutnya.


"Kau menciumnya! Bukannya kau mencintaiku kenapa malah bermesraan dengannya?" tanya Rachel mengeluarkan semua isi hatinya, jujur ia cemburu bahkan sangat cemburu.


"Kau selalu bermesraan dengannya, kalau masih sayang kembali saja dengannya jangan ganggu aku lagi" ucapnya.


"Kau kenapa sayang? Apa yang kau maksud, aku sama sekali tidak mengerti" ucap Bryan.


"Kau pergi meninggalkan rumah untuk bermesraan dengannya kan? Kalau begitu kenapa tidak dari awal kau dengannya saja!" ketus Rachel.


Bryan kaget, ia tak menyangka jika Rachel tau kejadian itu.


"Maafkan aku sayang, aku sangat mabuk waktu itu. Aku bahkan tidak tau jika wanita itu adalah Emma" ucap Bryan.


Rachel menatapnya sinis "Jangan menyebut namanya apalagi saat kau bersamaku, aku tidak suka"


"Ya maafkan aku. Sekarang bantu aku hilangkan jejaknya oke?"


"Tidak! Percuma saja setelah aku hilangkan nanti kau kotori lagi" ucap Rachel sinis.


"Tidak sayang, aku tidak akan seperi itu lagi" ucap Bryan.


"Kau bohong! Terus saja membohongiku seperti itu, kau bilang mencintaiku tapi kau terus bermesraan dengan mantan kekasihmu itu" omel Rachel.


Bryan menghela nafasnya kasar "Jadi kau tidka ingin menghilangkan jejaknya?"


"Tidak, buang saja bibirmu kotormu itu!" ketus Rachel.

__ADS_1


"Tadi malam aku benar-benar mabuk dan aku tidak tau jika wanita itu adalah dia, kalau tidak percaya tanya saja pada Evan" ucap Bryan mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padanya dan Emma.


"Jadi kalo wanita lain tidak masalah? Kau bilang juga mencintaiku jadi jangan bermesraan dengan wanita manapun lagi" ucapnya lagi.


"Iya sayang iya, kau juga berjanjilah jangan mengabaikanku lagi dan jangan menangis lagi" ucap Bryan "Maafkan aku sudah menyakitimu" ucapnya lagi.


Bryan kembali mendekatkan wajahnya pada Rachel dan kali ini Rachel tidak menolaknya ia pun mengecup singkat bibir Rachel sebelum ia ******* bibir mungil kekasihnya itu.


Keesokan harinya Rachel dan Bryan sudah bersiap untuk meninggalkan rumah namun baru saja ingin memasuki mobil Rachel sudah dicegat oleh Jennifer.


"Hey, kalian mau kemana pagi-pagi begini?" tanya Jennifer yang baru saja pulang lari pagi.


"Oh, hai ma" sapa Rachel tidak jadi masuk ke mobil "Baru pulang lari?" tanyanya.


Jennifer tersenyum menganggukkan kepalanya "Kalian ingin kemana sayang?" tanyanya lagi.


"Bryan ngajak pulang mah" ucap Rachel membuat Jennifer memasang raut wajah sedih.


"Kalian akan pulang? Jangan pulang bermalam disini lagi saja lagipula kita belum melakukan banyak hal bersama" ucap Jennifer membujuk Rachel.


"Hey anak nakal! Kau ya, tetap disini jangan pulang. Mommy masih ingin bermain dengan Rachel" ucap Jennifer pada putranya itu.


"Mommy bukan anak kecil lagi buat apa bermain" celetuknya.


"Suka-suka mommy" ucap Jennifer kesal lalu beralih pada Rachel dengan wajah sedihnya karena hanya Rachel yang akan termakan rayuannya.


"Ya sayang, tetap disini oke? Sehari lagi aja, please" pintanya lirih dan terus memaksa.


Rachel benar-benar bingung, ini sudah seperti perjanjian mereka sebelumnya mereka akan tinggal semalam disini dan sekarang sudah waktunya mereka pulang.


Tapi melihat Jennifer memohon seperti ini membuatnya jadi tidak enak dan tak tega lagipula siapa dirinya sampai membuat nyonya Jennifer memohon seperti ini dan mau tidak mau ia pun memenuhi permintaan Jennifer.

__ADS_1


Rachel memasukkan setengah badannya ke dalam mobil "Maafkan aku.. sepertinya kita harus menginap disini semalam lagi" ucapnya pada Bryan.


Bryan menghela nafasnya kasar "Kenapa malah menyetujuinya?" ucapnya sedikit kesal.


"Maafkan aku.. aku tidak bisa menolak saat beliau memasang wajah seperti itu" jelas Rachel "Ayo turun" ucapnya pada Bryan.


Dengan terpaksa Bryan mengikuti keinginan kekasihnya itu, jika bukan karena Rachel ia tidak sudi untuk berada di rumah ini lebih lama lagi terlebih ia akan melihat wajah pria menyebalkan itu lagi.


Kini mereka berdua pun kembali melangkahkan kaki memasuki rumah tersebut dan Rachel kembali menuju kamarnya. ini masih terlalu pagi untuk membuat sarapan karena itu ia memilih untuk beristirahat sebentar menjelang waktu sarapan.


Tak lama.kemudian kini mereka semua berada di ruang makan menyantap sarapan yang telah disiapkan oleh Rachel dibantu oleh pembantu lainnya.


"Um.. mommy ada urusan sebentar di butik. Kalian tetaplah disini, janji pada mommy jangan pergi kemana-mana. Okee?" ucap Jennifer.


Rachel menganggukkan kepalanya mengerti dan Bryan hanya acuh tak acuh pada ucapan ibunya itu.


"Papamu juga akan pergi ke kantor" ucap Jennifer hanya sekedar memberitahu karena suaminya itu tidak membuka suara untuk berbicara.


Dan lagi-lagi ucapannya itu diabaikan oleh putra kesayangannya dan hanya Rachel yang menanggapi hal itu.


Mereka menyantap sarapan mereka dengan lahap dan tentram begitu selesai Jennifer dan Miller pamit untuk pergi menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing.


Rachel berjalan ke ruang keluarga ia memutuskan untuk menonton tv saja sebelum akhirnya Bryan juga pamit untuk pergi keluar dan ia ditinggal sendirian dirumah ini.


"Jangan kemana-mana ya sayang, tetap disini. Aku akan keluar sebentar, aku akan pulang cepat kita urusanku cepat kelar" ucap Bryan sebelum benar-benar pergi meninggalkan Rachel.


"Kau ingin kemana?" tanya Rachel penasaran namun jawaban yang diberi Bryan tak memenuhi rasa ingin taunya..


"Ada urusan sebentar" ucap Bryan


"Hm.. yasudah hati-hati! Jangan pulang terlalu lama aku tidak punya teman" ucap Rachel menatap Bryan sendu.

__ADS_1


Bryan mendekat kearahnya mengelus lembut rambutnya "Iya sayang, aku akan pulang secepat mungkin" ucapnya.


"Baiklah.. berhati-hatilah" ucap Rachel lagi.


__ADS_2