
Bryan kini tengah berada di sebuah ruangan gelap bersama seorang pria yang kini tengah mengotak-atik komputernya, Bryan kini tengah menemani Evan meretas komputer milik Albern setelah kurang lebih satu jam berada di sana melihat Evan yang fokus dengan pekerjaannya akhirnya bukti-bukti yang di sebutkan Vallerie sebelumnya dapat mereka akses setelah bersusah payah.
Evan memang bukan seorang pro dalam hal retas meretas tapi setidaknya ia bisa melakukan hal dasar, ya walaupun itu memakan waktu yang agak cukup lama.
Di sana dapat di lihat beberapa bukti-bukti saat Bryan melakukan aksinya tidak semua terekam oleh Vallerie dan Albern tapi ada beberapa seperti saat Bryan berada di pengrajin pisau XN85 tempat ia biasa mendesain pisau-pisau koleksinya.
Tidak hanya itu ada juga poto Bryan saat ia pertama kali membunuh anjing peliharaan milik Vallerie saat sekolah menengah, lalu saat beranjak SMA ia juga melenyapkan guru keseniannya bahkan wanita malam yang baru-baru ini ia habisi.
Saat Evan semua file yang ada di komputer Albern sudah tertransfer ke komputer milik Evan di sana juga terdapat sebuah file dengan judul file yang bertuliskan nama 'Rachel'.
Karena penasaran kenapa di sana bisa ada nama Rachel, Evan pun membuka file tersebut dan sontak saja membuatnya kaget bahkan Bryan sekalipun.
Di dalam file tersebut ter dapat poto-poto seksi dan video-video tak senonoh dengan wajah Rachel yang dapat di pastikan itu hanya sebuah editan tapi jika tidak melihat dengan teliti orang-orang akan percaya kalau poto dan video itu benar-benar Rachel karena editan itu sangat mulus.
Di setiap file baik poto maupun video terdapat tanggal sebagai nama dari file tersebut yang mungkin tanggal itu merupakan tanggal untuk memposting setiap poto atau video itu di situs online yang sebelumnya nama Rachel terdapat di sana.
Di sisi lain, Rachel kini mencoba bangkit dari baringnya berjalan keluar kamar setelah kurang dua puluh menit kepergian pemilik rumah itu.
Rachel melirik ke arah sekitar yang terlihat sangat sepi Bryan benar-benar sudah pergi, Rachel berjalan ke arah dapur rasa lapar di perutnya tak kunjung hilang saat ia menapakkan kakinya di dapur matanya menangkap sebuah kantong plastik dan terdapat sebuah memo di atasnya.
"Seafood" Rachel membaca tulisan di memo itu yang menyebabkan perutnya berbunyi kembali.
__ADS_1
"Huh yang benar saja" ucap Rachel berjalan mengambil piring di rak piring.
Di dalam bungkusan itu terdapat hidangan seafood seperti cumi goreng tepung, udang pedas dan kepiting saus pedas.
Tanpa basa-basi Rachel langsung menikmati hidangan itu, Rachel memakan makanan itu dengan cepat karena perutnya yang tak henti-hentinya keroncongan sejak tadi menahan rasa lapar karena Bryan yang merusak moodnya.
Setelah selesai menikmati hidangan yang di beli oleh Bryan itu untungnya perut Rachel kini sudah terasa penuh ia sudah kekenyangan ia pun bangkit dari duduknya membereskan dapur sebelum ia kembali menuju kamar tidur.
Saat berada di kamar Rachel menutup pintu kamar dengan cepat dan berlari menghempaskan tubuhnya ke atas kasur ukuran king size milik kekasihnya itu.
Setelah beberapa menit berbaring kantuk mulai menyerangnya Rachel pun mengatur posisi ternyaman untuk kembali tidur, tidak butuh waktu lama kini ia sudah kembali terlelap.
Dengan terburu-buru ia melangkahkan kakinya menuju kamar tidur untuk mengecek Rachel saat ia membuka pintu kamarnya ia tersenyum melihat Rachel yang kini tengah tidur lelap.
"Dasar tukang tidur" gumam Bryan pelan ia senang karena Rachel mendengarkan perkataannya tidak pergi kemana-mana.
Bryan membersihkan dirinya mengganti pakaiannya setelah selesai membersihkan dirinya ia mendekati Rachel yang masih tidur lelap itu.
'Cupp' Bryan mengecup singkat kening dan pipi kiri Rachel
'Cup' dan Bryan juga mengecup bibir Rachel dan mendiamkan cukup lama bibirnya di bibir Rachel.
__ADS_1
Bryan menyiapkan peralatan yang nantinya akan sangat ia butuhkan untuk kencannya dengan Vallerie malam ini. Kencan malam ini akan terasa jauh lebih mendebarkan dan menyenangkan di banding kencan yang biasanya di lakukan orang-orang.
Bryan melajukan mobilnya menuju rumah Vallerie untuk menjemputnya, kini jam sudah menunjukkan pukul 7.30 malam Bryan tiba di depan rumah Vallerie setelah berkendara sekitar tiga puluh menitan.
[+62...] 'Keluar' Bryan mengirimkan pesan kepada Vallerie
[+62...] 'Lima belas menit lagi, aku harus tampil cantik untuk kencan malam ini' balas Vallerie.
Bryan berdecak kesal membaca pesan singkat yang di kirimkan Vallerie sebagai balasan ia ter
paksa harus menunggu.
Setelah lima belas menit menunggu, Vallerie terlihat keluar dari rumahnya gerbangnya terlihat terbuka dan menampakkan wanita cantik dengan wajah yang di penuhi make up.
Bryan dan Vallerie bersenang-senang menghabiskan waktu bersama. Tidak, lebih tepatnya hanya Vallerie yang bersenang-senang karena menghabiskan waktunya bersama Bryan.
Bryan di buat lelah dengan Vallerie mulai dari dinner, lalu menonton, menemani Vallerie berbelanja terakhir Bryan bahkan menemani Vallerie minum-minum sebelum akhirnya mereka beranjak pergi.
Sekarang di sini di tempat sunyi tempat di mana Bryan biasa menghabisi nyawa korbannya tempat yang sama seperti terakhir kali saat ia gagal melenyapkan Vallerie.
Kini di sini mereka berdua berada di tempat itu lagi tempat yang bagus untuk adegan pertumpahan darah.
__ADS_1