Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 73


__ADS_3

Rachel dan Bryan menjalankan hidup mereka seperti biasnya yang membuat jadi sedikit berbeda dari biasanya adalah kini Rachel tinggal bersama Bryan dan ia tidak lagi kerja paruh waktu di kafe karena sering tidak masuk kerja jadi ia diberhentikan dari kerjanya.


Itu sedikit menyedihkan tapi tidak apa karena ia masih memiliki pekerjaan meskipun tidak rutin tapi bayaran yang ia dapatkan dari menjadi model di perusahaan Jennifer sangat besar.


Sekarang ia benar-benar bisa merasakan punya uang banyak tanpa harus mengkhawatirkan uang makan dan tempat tinggal karena Bryan selalu menyediakan untuknya.


Hubungan Bryan dan ayahnya masih sedikit canggung tapi mereka sudah mulai berbincang meskipun tidak terlihat akrab setidaknya ada perkembangan itu semua terjadi karena Rachel mereka jadi sering berkunjung dan menginap di rumah Jennifer seperti saat ini.


"Lama sekali dia" keluh Bryan karena kini mereka sedang menunggu ayahnya itu siap berganti untuk makan malam bersama.


"Tunggu sebentar lagi saja, itu tidak lama" ucap Rachel mencubit pinggang Bryan sedangkan Bryan hanya menatap malas kearahnya


"Kau susah lapar sayang?" tanya Jennifer pada putranya itu.


"Makan duluan saja klau sudah lapar. Rachel juga makan saja tak apa" ucap Jennifer lagi.


"Tidak mom, tak apa" ucap Rachel menggelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian yang ditunggu pun terlihat berjalan menuju meja makan begitu mendudukkan tubuhnya di kursi Bryan malah menyindirnya.


"Hanya berganti pakaian saja selama itu. keburu dingin makanannya" ucap Bryan sambil mengaduk malas makanannya.


"Bryan!" bisik Rachel memberi peringatan pada kekasihnya itu agar tidak berbicara seperti itu pada ayahnya sedangkan Jennifer hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Sudah sudah.. ayo makan" ucap Jennifer sebagai penengah agar tak terjadi adu mulut antara ayah dan anak itu.


"Oh ya, kapan kalian akan menikah?" tanya Jennifer ditengah makan malam itu.


Rachel tersedak dengan cepat ia meminum airnya sedangkan Bryan hanya diam menulikan pendengarannya.

__ADS_1


"Bukankah sudah waktunya kalian menikah? Jangan lama-lama atau kau akan terlambat Bryan!" ucap Jennifer lagi memperingati anaknya itu.


Rachel hanya diam mendengarkan ucapan Jennifer itu sambil sesekali melirik ke arah Bryan yang tak memberi reaksi sedikitpun pada ucapan ibunya itu.


"Rachel itu gadis yang baik dan cantik sudah pasti banyak pria yang menginginkannya, mau sesetia dan secinta apapun Rachel padamu, wanita selalu menginginkan pria yang memberikan kepastian bukan hanya ucapan dan. janji saja" ucap Miller menyambung pembicaraan istrinya itu.


"Aku tau" ucap Bryan. hanya dua kata itu yang keluar dari mulutnya


Rachel hanya menundukkan kepalanya sembari tersenyum kecut sepertinya hubungannya dengan Bryan tidak akan sampai ketahap seserius it. jika dilihat dari raut wajah Bryan pria itu terlihat tak suka saat membahas hal ini.


Pembicaraan mereka mengenai pernikahan itu pun berakhir disana, tidak dilanjutkan lagi Sepertinya hal ini hanya akan membebani pikiran Rachel saja dan Bryan mungkin saat ini pun ia sudah melupakan ucapan ibu dan ayahnya itu.


Jennifer mengerti Rachel semua terlihat jelas di wajah cantiknya itu dan ia menghela nafasnya kasar saat melihat Bryan.


Bryan itu sangat tidak peka sm seperi ayahnya. Jennifer juga pernah berada di posisi Rachel karena Miller tak kunjung menikahinya setelah empat tahun berkencan ia pun meminta kepastian dan setelahnya barulah Miller mengerti dan mengajaknya untuk menikah.


"Ah ya, Rachel ikut denganku sebentar yuk. ada yang ingin mommy tunjukkan" ucap Jennifer saat mereka semua telah menyelesaikan makan malam mereka.


Jennifer membawa Rachel ke ruang kerjanya, ia melihatkan beberapa desain untuk karya terbarunya dan ia menyuruh Rachel memilih satu yang ia sukai untuk pemotretan nantinya jika baju itu terlah selesai dirilis.


"Ini ada beberapa rancangan terbaruku, aku ingin kau pilih satu yang kau sukai nanti jika bajunya siap dibuat aku ingin kau yang mengenakannya di pemotretan nanti" ucap Jennifer


Rachel melihat beberapa lembar sketsa rancangan terbaru Jennifer itu. ia menatap Jennifer dan kertas itu bergantian.


"Ini terlihat seperti gaun pengantin" ucap Rachel ragu takut salah.


"Ya itu benar. wedding dress collection" ucap Jennifer lagi


"Woah! Semuanya sangat indah" ucap Rachel kagum.

__ADS_1


Semua sketsa itu terlihat indah dan sangat mewah tapi tidak ada satupun yang membuat _Racehl tertarik mungkin karena terlalu mewah ia merasa gaun-gaun yang dirancang Jennifer tidak cocok untuknya.


"Ini cantik tapi terlalu mewah" ucap Rachel menunjukkan sebuah sketsa.


"Kau ingin yang lebih simpel? Katakan gaun seperti apa yang kau inginkan?" ucap Jennifer dan Rachel pun menjelaskan sedikit tentang wedding dress yang ada di pikirannya.


"Baiklah, aku akan menyesuaikannya dengan seleramu nanti akan ku tunjukkan lagi jika sudah selesai" ucap Jennifer tersenyum.


"Ah tidak.. tidak perlu, aku kenakan yang ini saja tidak perlu mengubahnya" ucap Rachel jadi tidak enak kepada Jennifer.


"Tidak apa, aku harus menyesuaikannya dengan seleramu" ucap Jennifer.


Tampil cantik dan memukau di hari penting seperti hari pernikahan itu harus sangat diperhatikan dan kau harus mengeluarkan yang terbaik dihari tersebut, dibalut dengan gaun indah dan riasan cantik dihari pernikahan selalu menjadi impian untuk setiap wanita.


Sejujurnya Rachel sedikit bingung dengan Jennifer karena sejak tadi wanita itu selalu membahas tentang pernikahan.


"Kau tau sayang, dulu aku juga pernah ada di posisimu" ucap Jennifer membuat Rachel menengok kearahnya


"Miller selalu mengatakan jika aku miliknya tapi setelah berhubungan lama ia tak kunjung memberiku kepastian karena ia tidak peka terhadap hal-hal seperti itu"


"Kau tau apa yang kulakukan sayang? Aku sangat marah padanya aku bahkan mengancam akan meninggalkannya jika ia tidak menikahiku" ucapnya lagi tertawa geli diakhir ucapannya.


"Aku mengabaikannya tidak ingin bertemu dengannya selama satu bulan tapi saat bertemu kembali dia langsung menikahiku"


Rachel yang mendengar itu sedikit kaget karena ia tidak menyangka jika Nyonya Jennifer dan Tuan Miller pernah memiliki hubungan serumit itu tapi ia salut dengan Jennifer karena berani mengatakan hal seperti itu.


"Yang ingin kukatakan adalah mungkin Bryan terlihat acuh dalam hal ini dan aku ingin kau bersabar menunggunya tapi jika terlalu lama menunggu kau bisa melakukan seperti yang kulakukan" ucap Jennifer tertawa.


"Aku akan menunggu Bryan" ucap Rachel tersenyum pada Jennifer.

__ADS_1


Ia akhirnya mengerti kenapa Jennifer menceritakan masa lalunya dengan suaminya itu, ia juga tidak terburu-buru ingin menikah karena statusnya yang masih menjadi mahasiswa. Ia ingin menyelesaikan kuliahnya dulu menjadi orang sukses setelahnya ia baru akan memikirkan tentang pernikahan.


Tapi jujur ia sedikit berharap jika pria yang akan menikahinya saat waktu itu tiba adalah Bryan.


__ADS_2