Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 88


__ADS_3

Keesokan harinya mereka pergi ke pantai Rachel, Giska dan Vely benar-benar menikmati liburan mereka di pantai sedangkan yang lainnya hanya menonton dari kejauhan.


"Membosankan! Kenapa kita harus melakukan hal bodoh seperti ini" celetuk Bryan


Jennifer, Miller dan Evan menatap tak percaya kearah Bryan karena bukan sekali dua kali Rachel mengajaknya untuk bermain bersama tapi dengan tegas Bryan mengatakan tidak mau tapi sekarang ia malah merasa bosan dengan hanya berdiam diri menatap Rachel dan teman-temannya sedang asik bermain.


"Sana gabung" ucap Jennifer pada putranya itu tapi Bryan hanya menghela nafasnya kasar.


"Bermain di pantai bersama Rachel itu pasti sangat menyenangkan" ucap Evan sengaja ingin membuat Bryan kesal dan benarnya umpan yang ia beri termakan.


"Jangan macam-macam jika kau tidak ingin mati! tutup saja mulut kotormu itu" ucap Bryan sinis.


"Bryan! Perhatikan ucapanmu" tegur Jennifer.


Jujur saja Jennifer sangat tak suka mendengar kata-kata kasar itu keluar dari mulut putranya, entah kenapa jika mendengar Bryan berbicara kasar ia merasa telah gagal menjadi seorang ibu.


Berbeda dengan Jennifer yang merasa khawatir, Miller sang ayah hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar mereka semua dan Evan jangan ditanya lagi, ia tertawa terbahak-bahak melihat Jennifer menegur Bryan meskipun sebenarnya Jennifer tak membelanya tapi ia merasa dibela.


Disisi lain Giska yang tak sengaja melihat kearah yang lainnya seketika merasa tak enak dan segan.


"Hey, apa kita sudah bermain terlalu lama?" tanya Giska lalu menunjuk kearah yang lainnya yang sedang menunggu mereka.


"Sepertinya begitu.. mereka terlihat bosan menunggu kita" ucap Vely menyetujui kata-kata Giska.

__ADS_1


"Ya itu benar" ucap Giska


Rachel melirik kearah keduanya sahabatnya itu "Yasudah, ayo kesana sepertinya kita bermain terlalu lama" ucapnya.


Rachel, Giska dan Vely menyudahi bermain di pantai karena merasa tak enak dan segan sudah membuat yang lainnya menunggu lama dan mereka pun segera berjalan menuju yang lainnya.


"Hm? Apa mereka sudah selesai bermain?" ucap Jennifer yang melihat para gadis itu berjalan mendekat kearah mereka.


Ucapan Jennifer mengalihkan perhatian yang lainnya yang ikut melihat kearah Rachel, Giska dan Vely namun detik berikutnya hal tak terduga terjadi pada Evan.


"Tutup matamu!" ucap Bryan sinis lalu memukul pundak Evan cukup kuat membuat Jennifer kaget mendengar bunyi pukulan itu.


"Bryan!" pekik Jennifer


"Lakukan saja brengs*k! Tutup matamu atau ku bunuh kau" maki Bryan saat melihat Rachel semakin dekat dengan mereka.


"Bryan, bicara yang baik!" ucap Jennifer tak suka mendengar kata yang diucapkan putranya itu.


Bryan berhenti berteriak kearah Evan namun tatapan sinisnya itu menggambarkan semua makian yang ada dihati Bryan.


Evan menghela nafasnya kasar, ia benar-benar tak percaya dan tak mengerti kenapa Bryan tiba-tiba jadi seperti ini tapi meskipun begitu ia tetap melakukan apa yang diperintahkan karena ia masih sayang nyawa.


Setelah memastikan Evan menutup matanya, kini Bryan justru menatap tajam ke arah Rachel lalu merampas handuk yang ada dipangkuan ibunya itu dan berjalan mendekat ke arah Rachel dan teman-temannya itu.

__ADS_1


"Dasar anak itu! Ada-ada saja kelakuannya" ucap Jennifer tersenyum gemas melihat tingkah manis putranya itu.


"Sekarang buka matamu, lihat apa yang sahabatmu itu lakukan" ucap Jennifer menepuk pundak Evan pelan.


Evan membuka matanya sesuai instruksi dan melihat kearah Bryan yang sedang menutupi tubuh Rachel dengan handuk.


"Yang benar saja" ucap Evan menghela nafasnya kasar.


"Lihatlah sayang, bukankah anak kita lucu sekali. Dia sangat perhatian pada Rachel" ucap Jennifer pada suaminya.


"Itu konyol bukan bentuk perhatian.. apa ke pantai harus menggunakan pakaian musim dingin agar tidak ada orang lain yang melihat tubuh kekasihmu?" ucap Miller yang tak ingin memuji sikap Bryan.


Evan kembali tertawa, ia setuju dengan ucapan Miller. Jika tidak ingin orang lain menatap tubuhmu maka jangan gunakan bikini gunakan saja pakaian musim dingin atau lebih simple lagi jika tidak datang ke pantai.


Namun berbeda dengan Evan, Jennifer justru menatap tajam suaminya tak suka dengan respon yang diberi Miller.


"Kau sudah lupa? Kau juga pernah melakukannya, saat aku berenang di kolam renang hotel kau memintaku untuk menggunakan pakaian renang untuk diving" ucap Jennifer membuat Evan menahan tawanya saat mendengat itu.


Pakaian diving? Itu sangat-sangat parah dan bahkan memakaikan handuk saat berada di pantai untuk menutupi tubuh kekasihmu itu tidak ada apa-apanya.


Yang dilakukan Bryan dapat dipercaya dan mungkin dilakukan kebanyakan orang tapi yang dilakukan Miller sungguh diluar perkiraan, itu sangat konyol.


"Ayah dan anak sama saja" ucap Evan dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2