Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 76


__ADS_3

Rachel menatap layar ponselnya dengan air mata yang menumpuk, ia tidak perlu memejamkan mata untuk menjatuhkan air mata itu karena sudah mengalir membasahi pipinya.


"Apa ini? Ini sama sekali tidak benar" ucap Rachel terisak dalam pelukan Giska.


"Tenanglah Rachel, kita tau kau tidak mungkin seperti yang diberitakan itu" ucap Vely mencoba menenangkan sahabatnya itu.


"Dia mengatakan jika aku berlutut dan memohon maka ia akan membantuku meluruskan kesalahpahaman ini tapi kenapa justru dikatakan jika aku mengakui kesalahan yang tidak aku lakukan?" ucap Rachel semakin kencang menangis.


Kedua sahabatnya itu hanya diam mendengarkan keluh kesah Rachel sembari menenangkannya.


"Kenapa mereka harus berbuat sejahat itu padaku? Memangnya apa yang sudah kulakukan kepada mereka?" ucap Rachel lagi.


"Aku tidak tau apa salahku kenapa tiba-tiba rumor-rumor aneh itu beredar" ucapnya lagi.


Setelah sahabatnya itu cukup tenang Giska dan Vely berniat untuk mengantarkan Rachel pulang namun di perjalanan menuju parkiran, mading kampus dikerumuni oleh mahasiswa dan terdengar juga beberapa orang yang menyebut nama Rachel.


Perhatian Rachel, Giska dan Vely teralihkan dan mereka menuju mading kampus untuk melihat apa yang sebenarnya ada disana.


Mereka bertiga sangat kaget saat melihat isi mading tersebut karena disana terpampang jelas pemberitahuan pencabutan beasiswa dan pengeluaran Rachel dari kampus tersebut dan disana juga tertulis jika video tindakan asusila itu benar Rachel namun pria didalam video tersebut bukan Evan apalagi Bryan dan disana juga tertulis jika Rachel mengakui perbuatannya itu dan akan menerima konsekuensinya.


“Apa ini?” ucap Rachel tak percaya


Seketika semua orang disana mencaci maki dirinya, semuanya malah menjadi makin rumit. Ini sama sekali tidak sesuai dengan ucapan dekan tadi, ia mengatakan akan membantu Rachel untuk meluruskan kesalahpahaman ini tapi yang terjadi malah sebaliknya.


“Bikin malu saja, bikin jelek nama kampus”


“Kasihan sekali Bryan dan Evan harus berurusan dengan wanita bermasalah seperti dia”


“Dasar jala*g”


Rachel berlari meninggalkan kawasan kampus dengan air mata yang mengalir, ia merasa sangat dirugikan atas kasus yang tak benar itu dan ia semakin merasa bersalah jika berita ini sampai terdengar oleh kedua orang tuanya.


Rachel memesan taksi online dan ia pun memutuskan untuk kembali ke rumah Bryan karena hanya disana tempatnya, ia sedikit kaget melihat Bryan berada dirumah.


“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Bryan membuat Rachel bingung.

__ADS_1


“Apa sekarang kau mengusirku? Kau sudah tidak mencintaiku? Apa aku sudah tidak berarti lagi untukmu?” Tanya Rachel kesal dan akhirnya ia mengeluarkan isi hatinya.


“Apa yang kau bicarakan? Bukankah kau sendiri yang mengatakan ada kelas pagi” ucap Bryan menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh Rachel.


“Kelasnya dibatalkan” ucap Rachel berlalu meninggalkan Bryan diruang tengah menuju kamarnya.


Rachel mengurung dirinya seharian dikamar dan Bryan tak menyadari hal itu karena dalam sehari ini ia sudah tiga kali pamit untuk pergi entah kemana dan apa urusan yang ia lakukan dan ia juga tidak mengetahui hal apa yang terjadi di kampusnya karena dari dulu ia tidak terlalu pada masalah yang ada di kampusnya begitu juga dengan Rachel yang tidak memperdulikan kemana Bryan pergi karena kini suasana hatinya sedang berantakan.


Bryan kembali dini hari ia membuka pintu kamar Rachel, ia sedikit kaget melihat Rachel yang tertidur masih menggunakan pakaiannya tadi pagi. Bryan melangkahkan kakinya mendekati Rachel spontan ia meletakkan tangannya di kening Rachel untuk memastikan apakah kekasihnya itu sedang sakit atau tidak.


“Mungkin dia lelah” ucap Bryan setelah memastikan jika Rachel baik-baik saja.


Bryan membiarkan Rachel beristirahat dan ia pun pergi menuju kamarnya untuk beristirahat karena besok ia punya kelas pagi dan Rachel mungkin akan mengomel jika terlambat besok karena selama satu minggu ini Rachel punya kelas pagi.


Bryan terlambat bangun namun anehnya Rachel tak sibuk membangunkannya dan saat ia keluar dari kamarnya ia tak melihat adanya Rachel, ia kaget saat melihat kekasihnya itu masih tertidur lelap.


“Hey bangunlah, Rachel!”


Hanya butuh tiga kali percobaan akhirnya Rachel bangun dari tidurnya, kali ini bukan Rachel yang mengomel tapi giliran Bryan yang mengomeli kekasihnya itu.


“Hah? Ada apa? Bukankah kau ada kelas pagi?” Tanya Bryan tak terlalu memperhatikan mata bengkak Rachel.


“Aku baik-baik saja, pergilah” ucap Rachel malas.


Apa Bryan benar-benar sudah tidak perduli padanya lagi ini bahkan sudah lewat dari dua hari sejak rumor tentangnya beredar di kampus dan ia bahkan sudah dikeluarkan dari kampus tapi Bryan tak juga menyadari itu.


“Kau tidak masuk? Apa kau sakit?” Tanya Bryan


“Aku tak apa, pergilah”


Setelah memastikan jika benar Rachel baik-baik saja Bryan pun pergi meninggalkan Rachel menuju kampusnya, sebenarnya ia malas masuk ke kampus jika bukan mata kuliah dosen menyebalkan ini.


"Apa Bryan akan percaya dan kecewa padaku setelah melihat berita itu?"


Sesampainya di kampus Bryan tak merasa ada yang aneh disana hingga akhirnya Evan datang menghampirinya menanyakan tentang Rachel.

__ADS_1


“Bagaimana Rachel, apa dia baik-baik saja?” Tanya Evan membuat Bryan menaruh curiga padanya.


“Apa kau yang membuatnya jadi seperti itu?” Tanya Bryan menyelidik.


“Apa yang kau katakan? Apa kau juga mempercayai berita itu?” Tanya Evan membuat Bryan tambah kebingungan.


“Berita apa yang kau bicarakan?” Tanya Bryan lagi yang justru membuat Evan terperangah.


“Apa kau tidak tau apa yang terjadi pada Rachel?” Tanya Evan dan ia sudah mengetahui jawabannya dari raut wajah Bryan.


“Rachel dikeluarkan dari kampus dan beasiswanya juga dicabut” ucap Evan menghela nafasnya kasar.


“Apa yang kau katakan? Kenapa dia dikeluarkan?” Tanya Bryan lagi.


Evan melihatkan berita buruk tentang Rachel yang tersebar di forum kampus, ia hampir menerima pukulan dari Bryan karena sahabatnya itu marah karena Rachel digosipkan dengannya.


Berita terakhir membuat Bryan menggeram marah saat melihat kekasihnya berlutut memohon pada wanita gila hormat itu, ia juga melihat video tak senonoh yang memperlihatkan wajah Rachel disana dan ia juga tau jika semua berita itu palsu.


Bryan menatap tajam ke depan saat wanita gila hormat yang membuat wanitanya itu berlutut dikakinya memasuki ruangan, Bryan menahan emosinya saat pelajaran berlangsung dan ia tak menahan lagi emosinya saat ada sesi tanya jawab.


Bryan mengangkat tangannya sangat jarang sekali Bryan ingin berpartisipasi dalam kelas wanita tersebut dan tentu saja wanita tersebut mempersilahkan Bryan untuk bertanya.


“Apa yang akan terjadi jika kita orang penting dalam kampus merekayasa sebuah cerita sehingga memfitnah orang lain bahkan sampai mengeluarkan orang itu dari kampus, apakah orang penting itu harusku buat berlutut di kakiku?” tanya Bryan


Pertanyaan yang di lontarkan Bryan sontak membuat seisi kelas menjadi heboh selain pertanyaan Bryan melenceng dari materi yang diberikan mereka semua mengetahui kemana arah pertanyaan Bryan tersebut.


Wanita itu terlihat kaget dengan pertanyaan yang diajukan Bryan namun sebisa mungkin ia tidak memperlihatkannya.


“Itu diluar materi pembelajaran, pertanyaan lain?” ucap wanita itu tapi tidak ada yang mengangkat tangan selain Bryan.


“JIka tidak ada pertanyaan kita akhiri kelas kita sampai disini” ucap wanita itu beranjak pergi dari kelas Bryan padahal mata kuliahnya masih ada tiga puluh menitan lagi.


Bryan tersenyum sinis, ia tidak tau apa motif wanita itu mengeluarkan Rachel dari kampus ini dan ia hanya perlu membalas perbuatannya dan membuat Rachel kembali ke kampus dan menerima beasiswanya kembali.


“Mom, aku butuh bantuan. Bisakah kau datang ke kampusku. Aku akan menjelaskannya nanti, ini tentang Rachel” ucap Bryan menghubungi ibunya.

__ADS_1


__ADS_2