Stuck With Psychopath

Stuck With Psychopath
Episode 80


__ADS_3

Rachel menghabiskan sebagian harinya untuk bermain bersama kedua sahabatnya itu dan saat ini ia sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah.


Saat di Mall tadi Giska minta ditemani untuk membeli pakaian karena sudah menemani dan memberinya pendapat Rachel dan Vely dibelikan gaun oleh Giska, sungguh menyenangkan hanya menemani berbelanja mereka pun mendapat gaun.


Setibanya di rumah Rachel menghela nafasnya kasar karena ia tau hanya akan ada dirinya dirumah dan Bryan belum pulang ke rumah, entah kemana perginya pria itu.


Rachel melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, setelah duduk sebentar ia memutuskan untuk membersihkan rumah dan kamar setelahnya barulah ia membersihkan tubuhnya sebelum istirahat.


*Tingggg


[Giskaaa🤑] Aku mampir kemari untuk membelikan pesanan adikku tapi tebak apa yang kulihat.


[Giskaaa🤑] - Mengirimkan sebuah foto


Tiga puluh menit kemudian Rachel terlihat berjalan keluar dari kamar mandi, ia hampir tertidur didalam sana saking menikmati berendamnya. Ia mengenakan pakaian santainya saat ingin tidur ia teringat sesuatu, ia belum makan malam dan ia ingin makan dulu sebelum tidur agar bangun besok ia tidak kelaparan.


Rachel meraih ponselnya, ia sudah kepikiran ingin makan apa malam ini namun notifikasi pesan yang ada di ponselnya mengalihkan perhatiannya.


Ia membuka pesan yang ia terima dari sahabatnya giska, begitu membuka pesan tersebut seketika tubuhnya membeku. Pikirannya melayang kemana-kemana namun ia tak bisa memikirkan hal positif yang mungkin terjadi.


"Apa ini alasan kenapa kau sering meninggalkanku sendirian?" ucap Rachel lirih menatap layar ponselnya.


Giska mengirimkan sebuah foto yang di dalamnya terdapat pemandangan menyakitkan hati karena Bryan sedang berada di Dessert Cafe bersama seorang wanita. Wanita yang asing untuk Rachel karena ia tak mengenali wanita tersebut, wanita itu sangat modis dan terlihat dewasa sangat berbeda dengannya.


Begitu melihat foto itu dan wanita itu seketika Rachel menjadi insecure, ia mengerti kenapa Bryan jadi cuek padanya karena Bryan sudah memiliki wanita yang lebih darinya.


"Wah bagaimana ini Bryan hatiku sakit sekali" ucapnya lagi lirih.


Hatinya sakit sekali rasanya ia ingin menangis tapi ia tak ingin menangisi hal itu, entahlah ia pun tak mengerti. Semua jadi berantakkan moodnya jadi turun drastis dan ia bahkan tak jadi memesan makan malamnya dan sekarang ia sedang uring-uringan di kasurnya.


Ia harap ia tak tertidur saat menunggu Bryan pulang karena ada banyak hal yang ingin ia tanyakan pada pria itu dan beberapa kali Rachel sempat menghubungi Bryan meskipun panggilannya diabaikan.


Bryan kembali cukup larut, Rachel yang awalnya sudah terlelap pun terbangun saat mendengar suara pintu kamarnya terbuka dan tertutup untuk beberapa kali.


Rachel yang merasa terganggu pun membuka matanya untuk melihat apakah itu Bryan atau bukan, ia melangkahkan kakinya menuju kamar Bryan ia membuka pintu kamar itu sedikit untuk melihat orang didalamnya namun ia dikagetkan dengan suara dari arah belakangnya.


"Apa yang kau lakukan disini? Kenapa belum tidur?" tanya Bryan mengagetkannya.

__ADS_1


"K-kau darimana?" tanya Rachel kaget


"Dari dapur" ucap Bryan singkat mengangkat botol berisi air minum dan Rachel hanya mangut-mangut melihat itu.


"Kenapa belum tidur?" tanya Bryan membuat Rachel menoleh kearahnya lagi.


"Hm? Aku terbangun" ucap Rachel ragu, ia ingin menanyakan foto yang dikirimkan Giska tadi namun ia ragu.


"Yaudah tidur lagi saja" ucap Bryan ingin masuk ke dalam kamarnya namun tangannya ditahan oleh Rachel.


"Tunggu sebentar.." cicit Rachel pelan


"Ada apa?" tanya Bryan namun Rachel hanya berdiam diri saja "Ingin tidur bareng?" tanya Bryan lagi membuat pipi Rachel merah bersemu.


"Ayo" ajak Bryan menarik tangan Rachel masuk ke dalam kamarnya.


Bukan itu yang Rachel inginkan, ia menahan Bryan karena ingin bertanya tentang foto tersebut.


Kini Bryan tengah bersandar di kasurnya sambil mengusap pelan rambut Rachel, ia melakukan itu berniat untuk membuat Rachel kembali tertidur.


"Hm?"


"Apa kau tidak menyukaiku lagi?" tanya Rachel lagi


"Apa maksudmu?" tanya Bryan bingung


"Kau akhir-akhir ini sering mengabaikanku, kau juga sering meninggalkanku sendirian" ucap Rachel


"Terus?" ucap Bryan membuat Rachel mendongak kearahnya.


"Apa kau punya wanita lain?" tanya Rachel membuat Bryan semakin mengerutkan keningnya.


"Jangan mengada-ada! Tidurlah kau masih mengantuk, omonganmu jadi ngelantur gitu" ucap Bryan menggelengkan kepalanya.


"Aku serius, aku ada bukti" ucap Rachel tak terima dibilang ngelantur.


"Bukti apa? Bukti aku sama wanita lain?" tanya Bryan tertawa namun tawanya hilang saat Rachel menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Berhenti bicara yang tidak-tidak Rachel! Aku tidak punya wanita lain, tidurlah" ucap Bryan lagi.


"Tadi sore Giska melihatmu di Dessert Cafe yang terkenal itu bersama wanita, dia juga mengirimkan foto kalian padaku. Itu benar kau, jangan membohongiku itu semua tidak ada gunanya" ucap Rachel menahan amarah dan tangisnya.


"Hah yang benar saja" ucap Bryan menghela nafasnya kasar.


"Sudahlah kau tidur saja, aku tidak punya wanita lain jangan ngawur" ucap Bryan lagi.


"Bryan, berhenti membohongiku! Semuanya sudah jelas" ucap Rachel


"Sudah kukatakan semua itu tidak benar" ucap Bryan membantah tuduhan Rachel padanya itu.


"Bryan please.. katakan saja jika kau sudah tidak ingin denganku lagi, aku akan pergi darimu jadi jangan menyakitiku seperti ini" ucap Rachel akhirnya mengeluarkan air mata yang ia tahan-tahan sejak tadi.


"Jangan menangis! Sudah kukatakan itu semua tidak benar" ucap Bryan tak suka apalagi setelah melihat Rachel menangis.


"Kenapa, apa bersamaku membosankan? Why Bryan? Atau dari awal kau memang tidak pernah mencintaiku?" tanya Rachel lirih.


Bryan mengusap mukanya kasar sembari menghela nafasnya, jika ia mengatakan kebenarannya maka semua ini tidak ada artinya.


"Berhenti berbicara seperti itu! Omonganmu semua tidak masuk akal, semua itu tidak benar" ucap Bryan lagi.


"Lalu apa? Siapa wanita itu kenapa kau bisa bersamanya? Kau bahkan tidak menungguku saat aku memintanya dan kau lebih memilih untuk menghabiskan waktumu bersama wanita itu" ucap Rachel sedikit berteriak.


"Hentikan omong kosong itu! Jangan berpikir semaumu, aku tidak menunggumu karena aku ada urusan bukan seperti apa yang kau pikirkan" ucap Bryan yang juga mengeraskan suaranya.


"Urusan apa Bryan? Urusan apa yang bisa kau lakukan dengan seorang wanita di Cafe itu?" tanya Rachel lirih, mengatakan itu membuat hatinya sakit.


"Terserah kau saja! Tapi aku tidak seperti yang kau pikirkan, tidak ada wanita lain!" ucap Bryan tak tau bagaimana harus menjelaskan situasi ini.


Rachel yang melihat Bryan tak dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi itu beranggapan kalau apa yang ia pikirkan itu benar.


Hatinya sangat sakit, ia merasa sangat kecewa terhadap Bryan karena sejak kasus Emma terakhir kali ia tak pernah berpikiran buruk tentang Bryan karena Bryan pun tak pernah terlihat dekat dengan wanita lain.


Tapi kali ini Bryan mengecewakannya, ia bahkan tidak tau harus mengatakan apalagi karena semuanya sudah jelas. Rachel beranjak dari sana meninggalkan Bryan sendiri di kamarnya karena ia tak mungkin melihatkan kehancurannya didepan Bryan.


"Hey! Kau mau kemana?"

__ADS_1


__ADS_2