
Flashback
Vallerie kini tengah meringis kesakitan dan di barengi dengan tawanya yang semakin mengeras
"Aku kira itu hanya sekedar keusilan anak kecil saja tapi siapa sangka itu berpengaruh hingga kau dewasa" ucap Vallerie
"Kau masih bisa bicara omong kosong bahkan setelah semua ini?" ucap Bryan kembali menempelkan pisau di pipi Vallerie.
"Apa kau tau Bryan, aku sangat menyukaimu sejak kita masih in junior high school (SMP) dan selama ini aku sudah cukup banyak memperhatikanmu" ucap Vallerie mengelus pipi Bryan yang tentu saja di tepis oleh Bryan
"Mulai dari kucing kesayanganmu, kakakmu, guru kesenian, anjing peliharaanku, wanita malam club heaven. Apa kau mengingat yang baru saja aku sebutkan?" tanya Vallerie
__ADS_1
"Pengrajin XN85, menurutmu apa yang akan terjadi jika itu semua tersebar?" sambungnya
"Kau mengancamku? Kau pikir kau bisa mengancamku hah" Bryan tersenyum miring
"Dari pada mengancammu aku lebih ke memberimu pilihan jika kau membunuhku aku jamin 100% bukti-bukti itu akan tersebar setelah orang itu mendengar kabar hilangjya aku tapi jika kau tidak ingin sampai itu tersebar kau hanya perlu menjadi kekasihku dan tinggalkan kekasihmu itu" tawar Vallerie sambil menaikkan alisnya
"Apa kau pikir aku akan mempercayai itu" ucap Bryan menyeringai
"Setelah aku akan menunjukkan ini" ucap Vallerie sambil menunjukkan poto Bryan berada di toko pengrajin XN85
Kini Bryan dan Vallerie berada di dalam mobil Vallerie menuju ke rumah Vallerie sebelumnya mereka sudah pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka tusuk yang ada di pipi Vallerie akibat tusukkan yang Bryan lakukan.
__ADS_1
Bryan melajukan mobil Vallerie menuju rumah Vallerie Bryan mengantar Vallerie pulang ia memilih Vallerie bukan karena ia takut akan ancaman yang di berikan Vallerie tapi ia hanya menunda aksinya hingga mengetahui siapa 'orang itu' yang Vallerie maksud akan membantunya bila ia mati.
Bryan hanya menunda setelah ia mengetahui siapa orang itu ia akan melenyap kan orang itu terlebih dulu setelah itu ia akan mengurus Vallerie hingga tak bersisa
Kini mereka sudah sampai di rumah Vallerie mereka keluar dari mobil Bryan beranjak pergi dari sana meninggalkan Vallerie sebelum memasuki rumahnya Vallerie berlari menuju Bryan dan memeluk Bryan
"Kau mengambil keputusan yang tepat sayang" uvap Vallerie memeluk erat tubuh Bryan.
Selama beberapa hari ini ia bertahan dengan baik ia berhasil mengelabui Vallerie baginya itu sangat mudah di lakukan karena Vallerie itu wanita yang sangat bodoh Vallerie terlalu menyukainya Vallerie seperti jika sudah mendapatkannya maka ia tak perduli ke depannya.
Saat ia mulai memutuskan untuk bersama Vallerie Bryan meminta Evan untuk membantunya menyelidiki tentang Vallerie bahkan dengan sangat mudahnya Bryan membantu Evan untuk meretas ponsel milik Vallerie dengan link yang di kirim Evan pada ponselnya.
__ADS_1
Dan tadi pagi saat ia sedang berada di depan kelas bersama Evan ia sempat menunjukkan siapa 'orang itu' yang di maksud Vallerie. Bryan sempat kaget melihat photo yang di tunjukkan Evan tapi sesaat dia bernafas lega mengingat pria itu tidak berada di sini dan menurut Evan posisi pria itu ada di Paris.
Ternyata rahasia yang dimiliki Vallerie bukanlah hal yang besar, seharusnya ia langsung melenyapkan saja wanita itu lalu mencari orang yang dimaksud Vallerie. Ia terlalu takut jika aksinya terbongkar begitu saja karena sekarang ia memiliki seseorang yang harus ia lindungi, ia tidak ingin kehilangan dan meninggalkan orang tersebut begitu saja karena masih banyak hal yang ingin ia lakukan bersama wanitanya itu.