
Rachel berjalan pelan memasuki area kampus pandangannya kosong ke depan bahkan beberapa kali ia hampir bertabrakan dengan mahasiswa lainnya.
Ia terus-terusan ke pikiran dengan sikap Bryan yang sering berubah-ubah. Kadang pria itu bersikap kasar dan temperamental dan terkadang juga ia bersikap manis kepada dirinya. Ia di buat bingung sendiri menghadapi si psychopath itu, apalagi mengingat kejadian semalam membuatnya harus memutar otak memikirkan apa yang sebenarnya psychopath itu lakukan.
Semalam setelah Bryan meninggalkan Rachel di kamar berselang lima menit pria itu kembali lagi masuk ke kamar dengan alasan mengambil ponselnya yang tertinggal. Dan satu menit setelahnya pria itu kembali lagi setelah meninggalkan Rachel lagi, Bryan melakukan hal yang sama sebanyak lima kali dengan alasan yang berbeda-beda.
Dan untuk yang ke lima kalinya Rachel mengatakan pada Bryan untuk jangan keluar masuk ke dalam kamar seperti itu karena sangat mengganggunya dan alasan yang di berikan Bryan juga sangat tidak masuk akal bagi Rachel.
Bukan Bryan namanya jika menuruti keinginan Rachel begitu saja dengan sikap keras kepala dan gilanya itu ia malah menghampiri Rachel menaiki tempat tidur dan langsung membenamkan kepalanya di ceruk leher Rachel yang tidak sakit dan ia bahkan memeluk erat Rachel seakan tak ingin melepaskannya. Rachel ingin memberontak memprotesi kelakuan Bryan itu tapi entah kenapa mulutnya justru terasa berat dan memilih untuk membiarkan saja Bryan berada di posisi itu.
Lamunan Rachel buyar saat ia merasakan tangan seseorang yang kini sudah merangkul bahunya, dan ia di buat kaget lagi saat melihat siapa pelaku tersebut yang tak lain adalah Bryan orang yang dari tadi membuat dirinya tak fokus, pria yang berhasil menarik perhatiannya.
“Jauhkan tanganmu” perintah Rachel
“Sepertinya kau perlu di tuntun sayang” ucap Bryan tak menggubris ucapan Rachel.
“Lepaskan ini” ucap Rachel berusaha menjauhkan tangan Bryan karena merasa tak nyaman menjadi pusat perhatian orang sekitar yang memandanginya sedang bersama idola kampus.
“Kau akan jatuh jika berjalan seperti tadi karena itu biarkan aku membantumu” ucap Bryan
__ADS_1
Rachel menahan amarahnya ingin sekali rasanya ia memaki si psychopath ini tapi ia menahannya karena tidak ingin menjadi bahan gosip di kampusnya terkenal karena memaki idola kampus.
“Apa kau tidak mendengarku? Lepaskan ini” ucap Rachel setengah berbisik dan Bryan pun menjauhkan tangannya yang ada di bahu Rachel itu.
Berselang beberapa detik Bryan justru memindahkan tangannya ke pinggang ramping Rachel sontak saja hal itu menjadi bahan gosip mahasiswa lainnya bahkan beberapa dari mereka ada yang mengambil gambar dan bahkan beberapa dari mereka bersorak heboh melihat yang di lakukan Bryan terhadapnya.
“Lepaskan. Apa yang kau lakukan Bryan” titah Rachel sembari mencoba melepaskan tangan Bryan yang melingkar di pinggangnya.
“Tidak” tolak Bryan, Rachel hanya bisa menundukkan kepalanya saat melihat ada yang mengabadikan kejadian langka itu.
Seorang idola kampus merangkul mesra kekasihnya sepertinya itu akan menjadi headline minggu ini. Berbeda dengan Rachel yang menundukkan kepalanya tak ingin masuk ke dalam jepretan mahasiswa yang ada di sana Bryan justru tersenyum ke arah kamera dan mengeratkan rangkulan di pinggang Rachel itu. Sepertinya Rachel tidak akan mampu menunjukkan wajahnya di kampus karena malu tapi sepertinya tidak dengan psychopath itu ia justru terlihat menikmatinya.
“Bryan”
Bryan menegang di tempat saat mendengar suara yang memanggil namanya itu, ia mengenalinya sangat mengenali suara tersebut dan tanpa sadar tangan yang tadinya melingkar di pinggang Rachel dengan sangat erat itu terlepas begitu saja.
Bryan sangat mengenal orang yang meneriaki namanya itu sangat mengenalinya bahkan ia tidak melupakan sedikit pun tentangnya tetapi entah kenapa sejak mengenal Rachel ia tak pernah sedikit pun lagi memikirkan atau bahkan mengingat sosok itu.
“Bryan...” panggilnya sekali lagi.
__ADS_1
Bryan memejamkan matanya dalam sebelum berbalik badan seratus delapan puluh derajat menghadap ke pemilik suara yang memanggilnya itu dan Rachel juga membalikkan badannya mengikuti yang di lakukan Bryan.
Rachel terus mengamati sikap Bryan mulai saat pria itu tiba-tiba melepaskan tangannya dari pinggang Rachel hingga saat ini. Rachel mengerutkan keningnya saat melihat perubahan sikap Bryan yang sangat kentara itu.
Bryan hanya diam mematung dan pandangannya terfokus pada sosok yang kini berdiri tiga meter darinya. Orang itu adalah wanita yang sudah berhasil menjungkir balikkan hati Bryan dulu namun saat Bryan ingin berubah demi dirinya wanita itu justru pergi meninggalkannya begitu saja tanpa sepatah kata pun. Dan lihat sekarang wanita itu malah datang kembali sesuka hatinya dan bersikap biasa saja seperti tidak terjadi apa pun sebelumnya.
“Bryan...” ucap wanita itu lagi sembari berlari berhambur ke pelukan Bryan.
Mata Rachel membulat sempurna, ia sangat terkejut dengan pemandangan yang menyita perhatiannya itu dan mungkin semua orang yang melihatnya juga tak kalah kagetnya dengan Rachel saat ini dan wanita asing itu tak ragu untuk berhambur memeluk Bryan erat di hadapan semuanya.
Tak tahu kenapa hati Rachel terasa sedikit tak nyaman harus melihat pemandangan itu, matanya terasa panas, ada yang aneh yang menjalar di hatinya dan Rachel pun memutuskan untuk pergi dari sana meninggalkan Bryan yang masih menegang saat melihat wanita itu bahkan ia tidak membalas pelukan yang di berikan wanita itu.
“Bryan, i miss you so much”
Seketika Bryan tersadar dan melepaskan pelukan wanita itu dengan kasarnya “Lepaskan ini, Emma” ucap Bryan dengan nada tajam.
“Kenapa kau bersikap seperti ini? Apa kau tidak merindukanku?” tanya Emma lirih.
Bryan tak menjawab pertanyaan Emma malah ingin beranjak pergi dari sana dan di detik itu juga ia baru menyadari jika Rachel yang tadinya bersamanya kini sudah tidak ada di sampingnya.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Bryan pergi meninggalkan Emma di sana begitu saja tanpa menoleh sedikit pun dan Emma hanya terdiam di sana dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan.