
Part 10
POV Erick kinanta Adibrata
Entah, rasa apa ini yang menjalar di hati ku? Sesosok gadis manis dengan kulit putih cerahnya, tertawa riang seperti tak perduli beban esok yang akan datang.
Setiap hari, aku paksakan datang terlebih dulu, hanya ingin melihat wajah riangnya menyambut mentari pagi.
"Oh.. ternyata dia suka dengan permainan bola basket, kebetulan ayah ku seorang mantan atlit nasional basket, sehingga darah alami keahlian ayah ku menurun ke aku.
Meskipun dulu aku berbadan agak tambun, masih ada saja siswi yang kagum dengan ku, apalagi? Ya karena keahlian ku mengecoh lawan saat bermain bola basket.
Bukan hanya di olahraga, syukurlah otak ku encer dalam urusan pelajaran, aku selalu masuk 5 besar di setiap kelas ku. Sehingga ayah sangat memotivasi aku untuk menjadi atlit basket nasional, sementara Mima, panggilan kesayangan untuk ibu ku yang masih ada darah Jerman nya, sangat suka kalau aku fokus di akademik saja. Entahlah, nanti akan aku pikirkan sejalan dengan waktu..
Walaupun kami hanyalah dari keluarga sederhana, ayah tidak mau kalau putra nya ini hanya menerima nasib saja, mengikuti garis nasib ayah, yang terdepak dari atlit nasional karena cedera di kaki nya yang tak kunjung sembuh.
Oleh karena itu, ayah selalu memotivasi aku, layaknya Mario teguh, motivator yang selalu menancapkan hal hal positif, biar nanti terekam jelas di ingatan dan hati anaknya ini, itu lah kata-kata ayah ku.
💖💖💖💖💖💖💖💖
"Resputi Ayuningtyas" nama yang sangat indah, ayu se ayu rupanya. Entah kenapa otak ini selalu memikirkan dia, bagaimana caranya agar dia tahu, aku bukan sekedar mengagumi! tapi benar benar sosok ini membuat aku terpana, seperti dulu ayah bertekuk lutut di hadapan Mima ku.
Ternyata dia mendekat, tapi tidak sendiri.. ada temannya juga, menonton pertandingan tim basket sekolah kami melawan SMA lainnya yang diungguli akan meraih piala pertandingan ini.
Ku tekad kan dalam hati, Puti.. hari ini kupersembahkan untuk kamu, akan aku buktikan.. bahwa aku lah sang juara dalam pertandingan kali ini.
"Alhamdulillah, aku berhasil.. dan Puti pun terlihat kagum kepadaku." Tak lama kemudian Puti menghampiri ku, ya.. walaupun berdua.. ku kira dia yang pertama memperkenalkan diri kepadaku, ternyata temannya yang yang bernama Milka. "Milka.. aku sangat kagum dengan cara bermain mu Rick!" Sedangkan Puti, menunggu tangan ku ini untuk bersalaman dengannya. Tapi, akhirnya dia memberi selamat atas kemenangan tim basket ku ini.
__ADS_1
Keesokan harinya, aku diajak jalan oleh Milka dan Puti..tak apa lah walau tidak berdua saja dengan Puti, aku tetap senang.
Tak ku kira ternyata ada siswa yang suka dengan Milka, namanya Andri, tak ada hujan, Tak ada angin, langsung aku diberondong pertanyaan dan diancam jangan pernah lagi mendekati Milka.
"Eh.. salah orang Lo, gak ada urusan sama gue! Kalau Lo gentlemen! Tembak langsung.." seperti itu lah kira kira aku bilang kepadanya. Supaya dia tahu, aku tidak ada rasa kepada Milka!
Sejak saat itu, ku tahu namanya Andri, selalu mengawasi, layaknya seorang satpam. Entah kenapa, dan sejak kapan, perhatian Andri ini berpaling ke Puti!.. ku mohon tuhan.. walau memang badannya lebih tegap dan gagah, jangan buat Puti jatuh hati kepada Andri.
"Hah" aku pun mendengus kasar, ternyata aku kalah langkah dengan Andri, Puti.. kamu memilih Andri. Cowok sepertiku juga bisa sedih, "tegar, tegar, tegar... Tegarin hamba ya Alloh" ku pinta kepadanya dengan penuh harap, oke lah put, "ku tunggu jomblo mu!" Gumam ku.
Lama.. lama..makin lama, kenapa mereka makin mesra saja!
Walaupun Puti sudah bersama Andri, tapi.. aku tetap tak mau mendekati Milka, aku hanya menganggap Milka sekedar teman, tidak lebih!
Entah kapan tepatnya, waktu itu.. tidak sengaja aku berpapasan dengan Milka dan Puti, mereka sedang berada di dalam mobil dengan supir pribadi Milka, Milka menawariku untuk ikut mereka jalan-jalan.. karena ada Puti bersamanya, aku pun langsung meng iya kan tawarannya, kesempatan pula tidak ada Andri di sana.
"Ya sudah, aku berusaha move on! Kali ini, aku akan lebih fokus pada bidang akademik ku, ku ambil jurusan bisnis marketing, supaya dapat restu ku oleh Mima. Sedangkan ayah? kalah suara dia dengan Mima ku, hehehe..
"Ah.. apakah ini kesialan atau keberuntunganku?" gagal move on kalau caranya seperti ini! kenapa Puti berada satu almamater dengan aku?! Walaupun beda jurusan, tapi... Tata letak bangunan kelasnya hanya di depan kelas ku! "Maafin Baim eh Erick ya Alloh"
"Mungkin kali ini aku bisa sedikit mendekatinya." Aku pun melangkahkan kaki menuju ke arahnya, tiba-tiba sesosok mahluk satu ini, langsung bergerak cepat duduk di samping Puti, siapa lagi kalau bukan "Andri", ternyata mereka masih awet saja, kukira sudah menyerah si Andri.
Setiap aku bertemu Puti, bayang-bayang Andri selalu mengikutinya "jatuh cinta banget ni orang? Ga mau kalah sama gue!" Gerutu ku kesal.
Suatu hari, aku tak sengaja satu acara dengan Puti, aku terpana melihat keanggunannya, rasanya ingin mendekatinya dan mengajaknya menikah, upps.. maksudnya berbincang bincang basa basi saja, asal dekat dekat dia terus. Tapi... Sebelum salah langkah, aku lihat dulu mahluk yang selalu mengikuti Puti 'Andri' saat itu ada atau tidak?!
"Aman... Sudah 20 menit, gak ada tanda-tanda si Andri." Langsung aku mendekatinya sambil kubawa minuman softdrink yang tersaji.
__ADS_1
Mata beradu mata... Apa aku yang ke bawa perasaan? Atau memang dalam hati kecil si Puti, dia juga naksir sama aku? Bukannya aku gede rasa, walaupun belum pernah pacaran! Aku tahu mana seseorang yang memendam rasa suka atau biasa-biasa saja.
Sikapnya tadi membuat aku tidak bisa tidur... Puti.. andai ada keberanian untuk aku mengatakan "aku cinta kamu" ahh Puti... Maafkan aku yang menjauh, bukan.. bukan karena aku menyerah, tapi aku mau membuktikan perjuangan ilmu yang aku dapatkan di kampus ku itu kepada mu dan kedua orangtuaku.
Kuliah sambil memulai bisnis aku lakoni, supaya makin cepat impianku tercapai.
Seiring waktu, mulai tertata bisnis yang aku geluti di bidang yang aku bisa. Aku pun mulai memberanikan diri mencari cari alamat mu melalui teman teman satu kelas mu, tapi.. setelah saat itu aku mapan dan bisnis ku berkembang, saat itu pula aku terlambat untuk meminangmu, aku pun dapat undangan dari Andri melalui teman.
Dengan langkah tegar, aku datang ke pesta pernikahan mu dan Andri, ku lihat kau nampak bahagia, ya sudah cukup sampai disini aku mengganggumu, walau bagaimanapun.. tidak bakal mungkin aku sebagai perusak rumah tangga orang dan nanti... kalau memang kamu jodoh ku dan aku jodoh mu... Tuhan pasti akan mendekati kita....
Kini.. Bisnisku pun makin maju dan pesat, tapi ada rasa kurang di dalam hati, penampilan ku keren, badanku pun beda seperti kala aku remaja, itu semua karena pelampiasan ku kepada mu Puti, seseorang yang kangen dengan cinta masa lalu nya sampai saat ini.
Melihat itu semua orang tua ku pun, terlebih ayah mencoba mendekati aku dengan lawan jenis dari anak-anak teman sejawatnya, kadang mitra Bisnisku pun tak luput dari incaran perjodohan aku dengan anak-anak mereka.
Sampai pada suatu kesempatan, ada mantan bos nya ayah yang mempunyai anak gadis bernama " Clarisa clara" entah kenapa dengan yang satu ini ayah seakan akan mewajibkan aku untuk menikahinya?! Mungkin karena merasa hutang Budi dengan ayahnya? Entahlah.. tapi aku merasakannya.
Pertama dengannya, gadis itu tak kalah cantiknya dengan Puti, seakan aku dihipnotis dengan kecantikan dan kulit bersihnya, tapi.. makin kesini aku merasa dia hanya pantas menjadi adik ku, tidak lebih! Karena sikap dia yang terlalu kekanak-kanakan, boros, memandang sebelah mata kepada orang lain. Pokoknya! sejak dari itu, aku terbiasa meladeni kemauannya, hanya untuk permintaan ayah saja! lebih dari itu, aku tidak mau!
Kemudian, tidak sengaja aku menyenggol seorang wanita cleaning service, "putiii?" Dalam hati ini, apa saya tidak salah lihat? Akhirnya dengan bantuan anak buah ku, aku pun menyelidiki dia, dimana dia berada, dengan siapa dia disana! Sampai kisah cintanya dengan Andri pun tak luput dari pantauan ku. Aku pun tahu secara garis besar permasalahan rumah tangganya tanpa diberitahu olehnya.
Bukannya aku tak senang dengan wajah cantik polos dan penampilan sederhana mu Puti... Bukan! Aku hanya ingin kamu tahu, sikap ku hanya untuk memberikan semua yang terbaik yang aku punya, hanya untukmu...
Aku pun tahu kamu cemburu dengan Clara! sudah lah Puti, aku memang ada undangan kolega Bisnisku di London, dan itu penting... Sebenarnya, aku ingin sekali kamu ikut bersamaku, tapi... Aku tak sanggup melihatmu masih meluapkan rasa kangen mu dengan kedua orang tua mu. Dan memang disaat itu pula, kebetulan Clara telah meraih wisuda di salah satu universitas di London dan mendapat kabar bahwa aku disana. Yaap begitulah ceritanya. Mengapa dia bisa satu pesawat dengan ku dan ku lihat sendu di wajahmu. "Maafkan aku.."
Aku pun tahu secara garis besar permasalahan rumah tangganya, tanpa dia berkata apapun kepada ku. Aku pun juga tahu yang dimaksud Puti, seseorang teman SMA yang sikapnya tidak tegas, plin plan kepada wanita yang disukainya. "Ya.. itulah aku, Erick kinanta adibrata" bagaimanapun kamu secara negara masih istri orang Puti.. aku tidak mau mencederai kesakralan pernikahanmu, biarlah aku tunggu jandamu secara sah di mata hukum.
Menikmati setiap proses persidangan perceraianmu dengan Andri, dan menyetujui apa pun yang kamu perlukan sayang ku...
__ADS_1
Selanjutnya?.. terserah aku sang CEO, aku yang menentukan dengan siapa aku bersanding dan menjalankan rumah tangga ku nanti! pasti nya, dengan dukungan my Mima tersayang, yang sudah tahu tentang perjalanan kisah cintaku ini.