Suami Idaman

Suami Idaman
53


__ADS_3

Setelah sampai di villa keduanya langsung turun dari motor dan masuk kedalam disana rima dan malik melihat nenek sedang duduk santai diruang tamu.


"Nenek kapan nenek sampai? "


"Baru saja nak. "


Malik memilih meninggalkan rima dan neneknya yang sedang berbincang,karena ia harus meletakan kardus buah yang ia bawa lalu setelah itu malik langsung ke lantai dua untuk masuk ke kamarnya karena ia akan mandi dan berganti pakaian.


Sedangkan di ruang tamu rima menceritakan kegiatan yang ia lakukan dengan sang suami di perkebunan kepada neneknya, rima menceritakannya dengan sangat antusias membuat sang nenek juga ikut tersenyum mendengarnya.


"Kalian berdua ke perkebunan jalan kaki? "


"Enggak kok nek, aku sama mas malik naik motor nya mamang villa nek, soalnya kan tadi malem hujan udah gitu juga ada perbaikan jalan gitu jadi mobil nggak bisa masuk ke arah perkebunan nek. "


"Hem gitu ,nenek kira kalian ada dirumah soalnya nenek lihat mobil suamimu ada di depan. "


"Maaf ya nek aku sama mas malik nggak ngasih kabar dulu ke nenek kalo kita lagi ke perkebunan. "


"Nggak papa sayang, oh iya gimana tadi malem..?. "

__ADS_1


Rima menyengit bingung karena tak mengerti dengan apa yang neneknya bicarakan.


"Aku kan udah bilang kalo tadi malem hujan nek.. " ucap rima polos.


"Astaga bukan itu nak, maksud nenek apa semalam kamu dan suamimu itu lagi... " ucap nenek sambil mencontohkan nya dengan telunjuk kanannya dan telunjuk kiri yang saling ber adu.


Rima seketika mengerti apa yang dimaksud oleh nenek mertuanya ini, wajahnya kini memerah sungguh sangat sensitif jika membahas hubungan suami isteri diatas ranjang sebab rima masih malu untuk membahas itu.


"Nenek rima malu jika membahas itu. "


"Baiklah nenek tak akan membahas itu lagi anak cantik, nenek hanya meminta sering-sering lah melakukannya ya karena nenek ingin segera menggendong cicit nenek. "


"Hahaha...maaf - maaf nenek nggak akan menggoda mu lagi, sudah lah nenek ke kamar nenek dulu ya nenek ingin istirahat sebentar. "


Setelah nenek masuk ke kamarnya yang dilantai satu untuk beristirahat kini rima melangkah mendekati dapur karena akan mecuci buah - buah yang tadi ia petik.


Saat tengah mencuci buah nya satu per satu tiba-tiba ada tangan kekar yang melingkar di perutnya untung saja rima tidak teriak karena rima dapat merasakan aroma wangi suaminya sendiri.


Malik mengeratkan pelukannya kepada sang isteri ia juga menyenderkan kepalanya di bahu isterinya.

__ADS_1


"Mas kamu kok suka banget sih tiba-tiba peluk aku kayak gini"


"Memangnya kenapa apa tidak boleh jika aku memeluk isteriku sendiri. "


Rima membiarkan saja suaminya ia kemudian mengambil wadah untuk tempat buah-biahan yang telah bersih, susah sekali berjalan karena sangat suami yang tak mau melepaskan pelukannya.


"Sayang mandi lah sana, biar aku saja yang menyusun buah kedalam piring itu. "


"Ya udah lepasin dulu pelukannya. "


Malik melepaskan rima lalu ia mengambil alih pekerjaan isterinya dan membiarkan sangat isteri untuk mandi, disana ia kedatangan mamang penjaga villa yang datang dengan membawa dua kantung kresek bahan makanan yang majikannya minta tadi.


"Nih.. " malik memberikan 2 lembar seratus ribuan kepada mamang villa


"Terimakasih den. " ucap mamang villa ketika menerima uang itu dan langsung pergi dari sana ketika mendapatkan instruksi dari tuannya untuk segera pergi.


Halo-halo sorry bangat nggak up dalam beberapa hari soalnya aku males guys.


Males banget soalnya aku selalu ketiduran 😅

__ADS_1


Sekarang juga gitu, aku ngetik lagi ngetik sambil terkantuk-kantuk 🤭


__ADS_2