Suami Idaman

Suami Idaman
Suami Idaman


__ADS_3

"Put, sudah terlalu perih kudengar ceritamu, tolong pikirkan hati mu dan anak anak mu." Pinta seruni sahabat ku di daerah tempat tinggal suami ku.


" Runi.. tapi, aku masih mencintai Mas Andri, aku selalu berdoa supaya dia berubah run!" bela ku untuk mas Andri.


"Bodoh kamu put, bodoh, lihat tanda biru di wajahmu ini,pasti si Andri kan yang menamparmu?!" kesal nya sambil menunjuk ke arah luka lebam di wajahku.


"Kau masih cantik, gadis kota, usia mu pun masih muda 27 tahun, kau pun bukan dari golongan keluarga tak mampu, kenapa kau masih bertahan hanya untuk disakiti saja sih" masih saja dengan intonasi yang menekan kepada ku.


"Tapi run, mas Andri ini pilihanku, disaat ayah dan bunda ku kurang setuju, aku berusaha meyakinkan mereka run." Ku seka air mata ku yang sedikit menyesali perbuatan ku kala itu. Sekarang aku malu, malu kepada mereka run."


"Persetan dengan malu run, mereka orang tua mu. Mau ku antar balik ke kota put?" Dengan raut muka sungguh-sungguh, seruni menawarkan bantuannya kepadaku.


Ku hapus air mata ini, aku pun mencoba menghibur Runi dengan bilang "aku pikirkan dulu ya run." Kemudian aku kembali ke rumah kenangan ini. Dimana ada suka dan duka yang menyelimutinya.

__ADS_1


"Bu .. ini uang jajan adik terkumpul 30 ribu, adik tabung 1 bulan lamanya, mudah mudahan bisa buat tambahin bayaran ngaji adik ya Bu" ku lihat raut muka polosnya tersenyum sambil menyodorkan uang hasil tabungannya.


"Oh fano ... Maaf ibu malah membuat dek fano kepikiran bayaran ngaji nya ya." Kupeluk anak bontot ku sambil menciumi pipinya yang masih tercium aroma matahari.


"Sudah pulang mas?" ku cium punggung tangan suami ku, "aku lapar, sajikan makanan ku" titahnya. Kemudian aku sajikan makanan, ada tempe goreng, sayur bayam, telor goreng dan tak lupa aku sajikan pula ayam goreng 1 potong untuk suami ku ini.


"Puti .. besok mas ga pulang, ada kerjaan mendadak ke kota, 3 hari, ini kan aku ga makan di rumah jadi sehari aku ngasih 30 ribu, ini ku kasih 100 ribu dihemat hemat jangan boros." diletakan lah uang itu diatas meja makan.


"Pak.. besok Lia ada acara hari guru, semua pada patungan 20 ribu pak" cecar anak ku. "Itu minta sama ibu, udah bapak kasih 100 ribu." Balasnya.


Aku pun tak banyak bicara, ingin sekali rasanya berkunjung ke kota tempat tinggal orang tua ku, tapi .. melihat perangai mas Andri saat ini, akhirnya kuurungkan niat ku tersebut.


"Mas..kenapa bukan aku saja yang jaga toko kelontong nya?" Pinta ku "Halah, kamu bisa apa? udah urusi saja kerjaan rumah, biar mbak ku yang jaga, kasihan dia ga ada kerjaan, ku kasih dia 150 ribu untuk 3 hari, jadi ga usah mikir macam macam ya!" bentaknya.

__ADS_1


Ya Robb, mas mas .. istri dan anak-anak mu saja di kasih 100 ribu, kenapa mbak kamu dikasih 150 ribu? ya Alloh maaf, maaf .. bukannya tidak mensyukuri rejeki dari mu. Astaghfirullah .. maaf kan aku mbak yang sudah suudzon.


"Assalamualaikum mba weni, gimana capek ga mbak jagain warungnya?" ku bersikap se ramah mungkin kepada kakak ipar ku, "biasa aja, kamu mau ngapain kesini? sudah urus aja anak anak mu, kamu ga percaya saya yang jaga ya?!" Ketusnya.


"Ini mbak, aku hanya membawakan makan siang untuk mbak, mungkin mbak ga ada waktu untuk memasak." sambil ku serahkan rantang yang berisi nasi dan lauk pauk.


"Coba ku tengok dulu apa isinya, kalau cuma oreg tempe, telor dan nasi aku ga mau, mending kamu bawa aja lagi" sambil berlalu ke dalam toko suami ku.


Ya Robb, salah apa aku ini? kenapa suami ku, mbak ku bersikap seperti ini?! apa aku hanya beban di keluarga nya?


"Puti" kudengar ada seseorang yang mengetuk ngetuk pintu rumah ku, ku buka ternyata seruni sahabat ku ini. "Ada apa run?" Tanya ku.


"Suami mu mana? dia masih di sini kan ga kemana mana?" Selidik nya, "suami ku ke kota sudah 2 hari yang lalu, memangnya kenapa run?" Tanya ku.

__ADS_1


"Gawat" seru seruni.. "apa yang gawat run? aku penasaran run, gawat kenapa ?! "


__ADS_2