
"Gawat kenapa run ?!" Cecar aku.
"mmm .. maksud aku itu loh, emang nya kamu ga ada rasa curiga sama si Andri, mungkin saja kan dia lagi bersama wanita lain, sudah lah pisah aja sama mas Andri put!" Seruni Sambil melirik ke arah aku.
Malam telah menampakan bulannya, aku jadi kepikiran apa yang dikatakan seruni, apa betul mas Andri saat ini dengan perempuan lain?
Tiga hari sudah berlalu, hari pun sudah malam .. kenapa mas Andri belum pulang ya? Kenapa perasaan ku jadi kemerungsung seperti ini ya Allah.
"Mas ... Kenapa baru pulang? ini sudah 5 hari mas." Sambil aku mencium punggung tangan suami ku.
"Sudah lah mas capek, jangan banyak bicara" dia bicara tanpa melihat ku, malah fokus ke hp nya sambil kulihat tersenyum kecil ke hp tersebut.
"Apa betul yang seruni bilang tempo hari?" Gumam ku di dalam hati.
__ADS_1
Mas Andri sedang tidur, ini kesempatan aku untuk melunasi rasa penasaran ku, mudah mudahan hp nya tidak digembok, "ah sial, apa password-nya ya?"
Ku utak Atik, ternyata password-nya tanggal lahir mas Andri, akhirnya ku buka riwayat SMS dan WhatsApp nya. Tampak ku lihat nama seseorang yang tak asing oleh ku.
"Seruni?"
Ternyata seruni menusuk ku dari belakang, dia yang sudah menceritakan keluh kesah ku kepada mas Andri, seruni lah yang tega membuat mas Andri marah kepada ku, seruni lah penyebab mas Andri tidak selembut dulu ... SERUNI .. tega kamu lakukan ini kepada ku!
Aku tahan amarah ku sampai esok pagi, ku siap kan semua keperluan anak-anak ku dan mas Andri. Setelah semua pekerjaan rumah dan memasak telah rampung, langsung aku menuju rumah seruni.
"Sudah lah run. Aku tahu, kamu kan yang bilang ke mas Andri semua cerita ku tentang mas Andri, kamu pun juga pernah cerita mengada ada cerita ku kepada mas Andri dan mbak Weni, kenapa run?!"
"Bagus lah kamu sudah tahu, karena apa, kamu mau tahu? Aku cinta mas andri, dia cinta pertama dan terakhir ku. Aku dulu sudah berhasil mendekati dia. Tapi, tiba-tiba kamu hadir diantara kami berdua put. Aku sakit, sakit hati put."
__ADS_1
"Puti .. Puti .. dasar istri kurang iman kamu, kamu apakan Runi? dia itu kan sahabat mu. Tega-tega nya kamu membuat Runi malu di depan rumah nya, kamu pun bahkan berusaha mendorong Runi ke tengah jalan sampai Runi lebam lebam seperti itu. Jawab aku put!" Geram ku lihat wajahnya mas Andri sambil menyudutkan aku ke tembok rumah.
"Apa? Mas .. mas.. ehh.. aku tidak melakukan apa yang mas sebutkan tadi ke Runi, percaya sama aku mas!". Diiringan suara ku yang telah serak karena sisa menangis semalam.
"Halah.. minta maaf kamu ke Runi, dia itu..." Langsung ku potong ucapannya, "dia itu siapa nya mas hah? Selingkuhan mas?!" Entah setan apa yang merasuki ku sampai aku lantang teriak seperti itu ke muka nya.
"Istri biadab, durhaka kamu put" geramnya. "apalagi mas .. apalagi? sebutkan sekalian nama nama binatang ke aku mas!" huhuhu ..
" Plakkk..plaakk..plaakk.." tamparan bertubi tubi menyerang wajah ku, "nanti aku talak kamu baru tahu rasa, mau tinggal dimana kamu put?! "
"Talak aku mas, talak aku ... Aku mohon, aku sudah capek, kamu tidak percaya aku sebagai istri mu, malah kamu percaya orang lain. Kenapa kamu nikahi aku hanya untuk kau sakiti mas, mana janji mu mengambil tanggung jawab menggantikan ayah ku mas, mana!" Sesak dada ku, mata ku ber kunang kunang tapi entah ada kekuatan apa di diri ku hingga aku masih sanggup berdiri.
"Dasar perempuan sundal, tidak bakal aku menceraikan mu, rugi aku kalau ceraiin kamu, nanti kamu sambar harta Gono gini." Perkataannya sinis tanpa sadar melukai hati ku lebih dalam lagi.
__ADS_1
Tiba tiba mbak Weni datang dan langsung mendorong aku sampai aku terjatuh.
Ya Tuhan ada apa lagi ini .. bilang apalagi kamu run ke mba weni.