
"Makhluk astral..." sahut nenek santai.
"kalian sedang menggosipkan aku kan.. " tuduh nenek meta pada teman-teman nya begitu duduk.
"idih ngapain gosipin kamu nggak mutu banget. " celetuk nenek hani lagi, membuat teman-teman nya menggigit jari mereka berharap tak ada adegan debat disini.
"heh, aku nggak tanya sama kamu ya ! " sarkas nenek meta.
"adududu udah dong jeng meta jeng hani jangan diperpanjang lagi, mending kita mulai saja arisan nya yok. " ucap nek emi melerai.
rima yang tak mengerti hanya mengelus lembut lengan nenek supaya nenek tak emosi, nenek hani menepuk pelan tangan rima seakan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.
setelah acara arisan selesai kini mereka semua tengah menyantap hidangan yang telah dipesan.
Rima dengan telaten membantu nenek hani mengambil makanan yang nenek hani inginkan, membuat para nenek-nenek yang disana tersenyum, namun tidak dengan nenek meta yang menyengit heran.
"duh yang punya pengasuh baru apa -apa harus di ambilin, padahal masih sehat wal afiat tuh. " celetuk nenek meta.
"maaf dikoreksi, bukan pengasuh tapi MENANTU ingat MENANTU! " ucap nenek hani dengan tersenyum bangga.
mata nenek meta terbelak saat mendengar fakta itu, namun ia tetap bersikap sok angkuh.
__ADS_1
"halah gitu doang, baru punya cucu menantu aja bangga, belom punya cicit kan, lagian cucu situ baru-baru ini nikahnya,ku pikir cucu mu yang tampan dan mapan itu nggak nikah-nikah karena penyuka sesama jenis, ternyata masih normal toh...syukur lah. "ucapnya nenek meta pedas.
wajah nenek hani memerah beliau kesal mendengar setiap kata yang terucap dari mulut nenek meta yang selalu mencari letak kesalahan pada dirinya dan sang cucu.
melihat situasi yang tak enak rima berdehem dan angkat bicara, untuk menetralisir keadaan, rima menggenggam langan nenek hani di bawah meja dia tersenyum hangat kepada nenek hani.
" mohon maaf nenek cantik..,ucapan nenek agak keterlaluan,kalian semuanya disini kan teman, tak baik jika sesama teman saling mengejek atau menyakiti. "tutur rima lembut menasehati.
teman -teman nenek yang lain juga membenarkan atas nasehat rima mereka mengingatkan nenek meta agar tidak berkata keterlaluan pada nenek hani, namun nenek meta tak menghiraukan yang ada ia semakin bertambah jengkel saat tak ada dari teman-teman nya yang mendukung dirinya.
" cih, kalian semua menyebalkan..! "ucap nenek meta lalu bangkit dari duduknya dan mengambil tasnya untuk pergi dari sana.
" Anak cantik, mohon dimaafkan ya perkataan nenek meta tadi dia memang orang yang seperti itu. "ucap nenek emi.
" memangnya kenapa dengan nenek meta nek? "tanya rima penasaran, namun ketika ia ingin bercerita ia melihat ke arah nenek hani yang menggelengkan kepalanya agar temannya itu tak menceritakan nya kepada rima.
" e-eum nenek nggak tau nak cantik,watak nek meta memang seperti itu selalu sombong dan suka menggunjingkan orang. "ucap nenek emi menjelaskan.
Setelah acara makan-makan selesai mereka semua berpisah diluar resto untuk pulang ke rumah masing-masing.
dalam perjalanan nenek hani hanya diam dengan melihat ke arah luar jendela membuat rima bingung harus membujuk nenek dengan cara apa.
__ADS_1
" nek, apa nenek masih kepikiran perkataan nenek meta barusan? "tanya rima.
nenek hani mengalihkan pandangannya ke arah rima, ia tersenyum lembut lalu mengelus sayang pucuk kepala cucu menantunya itu.
" rima bisa tidak ya nenek segera mendapatkan cicit dari kamu dan malik. "ucap nenek.
rima terbelak ia diam karena bingung ingin bicara apa, memberikan nenek cicit adalah sesuatu hal yang agak berat mengingat ia dan sang suami punya belum melakukan itu.
" e-eum nek.... "
"Rima apa kamu dan suamimu belum.... "
Rima menunduk malu dengan wajah memerah, ia mengangguk pelan sebagai jawaban nya.
"astaga... nenek fikir kalian sudah,hahahaha ternyata cucu nenek yang tampan itu kuat juga ya nahan nya. " tawa nenek pecah.
"kenapa nenek tertawa.? " tanya rima bingung.
"nggak anak cantik, nak kamu dan suamimu itu sudah halal, melakukan itu juga salah satu upaya agar tumbuh nya perasaan kasih sayang dan cinta diantara kalian. "
"nak rima nenek harap kamu dan suamimu dapat saling menerima nak, mungkin saat ini belum hadir cinta diantara kalian namun perlahan tapi pasti,perasaan itu pasti datang jika kalian berdua sama-sama membuka diri untuk menerima nak. "
__ADS_1