Suami Idaman

Suami Idaman
Suami Idaman


__ADS_3

Part 19


Aku langsung menuju ke arah Mas Erick yang tampak kelelahan dan terdengar nafas yang menderu. Sambil aku persilahkan mas Erick untuk duduk.


"Bro.. duduk sini! Sama gue aja Lo cemburu!"


"Oke. Ga kok bro, gue? Mana mungkin gue cemburu sama elo."


"Lo kesini naik apa Bro? Ga bawa mobil?"


"Naik ojek online, macet bro. Nanti mobil gue nyusul"


"Ya sudah, gue di depan dulu ya bro!"


"Oke bro."


Seketika hanya ada aku dan Mas Erick di ruang tamu saja.


"Put, ini ada hadiah untuk Lia dan Fano"


"Terima kasih mas, nanti aku panggil Lia dan Fano, tunggu sebentar"


Kemudian kedua anak ku menyalimi Mas Erick dan berterima kasih atas hadiah nya.


"Put, maafin Mas ya.."


"Ga apa-apa Mas, Mas Erick kan sibuk."


"Tidak seperti yang kamu kira Put."


"Sudahlah Mas, aku tidak mau berdebat, ada anak- anak ku. Nanti mereka mendengar!"


"Oke, kamu marah ya sama Mas?"


"Ngapain marah, toh ga bisa membalikkan keadaan Mas. Dan juga kan..."


"Sudah ada Rangga? Aku mengerti.. selama aku di Singapura.. kamu lebih dekat dengan Rangga. Apakah kehadiranku saat ini, tidak ada artinya untuk mu Put?"


"Bukan aku, tapi kamu Mas."


"Put.. kalau kamu bahagia dengan Rangga, aku ikhlas melepas mu. Sama, saat kamu ikhlas untuk melepas aku dengan Clara!"


"Terserah.."


Kemudian Mas Erick pamit, berlalu tanpa memperdulikan Pak Rangga dan Mas Andri.

__ADS_1


Mas Erick.. maafin aku yang tidak bisa mengontrol tindakan ku ini, aku hanya seorang wanita yang mungkin egois. Aku tidak mendengarkan alasan mu, karena aku takut, jika alasan yang akan kau sampaikan akan melukai hati ini kembali.


Sesaat aku berboncengan dengan Pak Rangga, aku melihat kamu mas.. dengan seorang wanita, entah siapa! Tapi.. nampaknya kamu dan wanita itu cukup mesra.


"Put, Erick kenapa?"


"Saya gak tahu Pak.. Pak, tadi saya melihat mas Erick bersama wanita lain, cukup mesra."


"Kapan?"


"Saat keluar dari parkiran dan mas Erick gandengan tangan dengan wanita tersebut."


"Siapa ya? Nanti saya tanyain Erick ya! Saya pamit pulang dulu ya! Sampaikan salam saja untuk semuanya."


Kemudian aku pun masuk ke dalam kamar anak ku, membelai mereka.. kemudian mata ku pun terpejam.


Keesokan pagi nya, rutinitas seperti biasa, aku berpamitan dengan anak-anak ku dan ayah bunda ku.


"Nak, malam tadi Mbah kung sama Mbah uti pamit pulang dari sini. Dan nanti siang mau ajak Lia dan Fano liburan bersama Andri juga. Bunda mau bangunin kamu ga tega. Karena kamu kelihatannya capek sekali."


"Iya Bun, Puti capek. Ya sudah gak apa-apa, Puti ijinkan anak-anak nanti diajak sama mbah nya."


Sesampainya di kantor, aku pun langsung menuju meja kerja ku. Yang dimana Mas Erick sudah datang namun hanya menundukkan wajahnya saja.


Mas.. aku tak tahu apa yang terjadi antara kamu dan wanita tersebut. Maaf! Yang aku rasakan perih mas. Ku lanjutkan dengan rutinitas biasanya, mengecek jadwal rapat atau agenda kegiatan Mas Erick lainnya. Ternyata tidak ada jadwal rapat atau kegiatan yang nanti akan dilakukan Mas Erick. Sunyi.. itu saja yang aku dan mungkin Mas Erick rasakan saat ini.


Tok.. tok.. tok


"Masuk" sahut Mas Erick.


"Bro.. Put"


"Mau ngapain lo kesini Ga?"


"Wow.. bos besar lagi murka nih? Bukannya gue dan Puti yang marah. Kenapa Lo marah?!"


"Ngapain gue marah sama Lo Ga? Ga penting!"


"Oohh... Ga penting?! Bro.. Puti melihat Lo sama cewek lain"


"Cewek lain? Di.. dimana Put?"


"Ga usah dibahas Mas, ternyata kemarin kamu sedang asyik berdua dengan wanita lain kan?


"Hahahaha.. OOO itu, maksud Puti, Rindu.. adik angkat ku? yang dibiayai sekolahnya oleh orang tuaku Ga!"

__ADS_1


"Si Rindu sekarang disini Rick?!"


"Ternyata adik angkat ya Mas? Tapi.. kenapa mesra sekali."


"Maaf ya kalau buat kamu.. CEMBURU! Mungkin Rindu menganggap aku kakak nya. Maklum dia juga anak satu-satunya sama seperti aku, Put. Rindu sudah ditinggal ayahnya saat masih kecil, selama 20 tahun, aku dan orang tua ku membiayai sekolahnya. Dan kebetulan dia diterima di universitas negri di Jakarta untuk pasca sarjananya."


"Mas.. maafin Puti ya, sudah salah sangka sama Mas Erick." Mas Erick pun hanya tersenyum dan memeluk diri ini..


"Ikutan dong.. peluk Rangga.."


Suasana yang tadinya hening pun kembali penuh dengan candaan dan saling ejek-ejekan antara Pak Rangga dan Mas Erick.


Candaan pun langsung berubah hening kembali. Saat ponselku berbunyi dari nomer yang tidak terdaftar di kontak ku. Ku beranikan untuk mengangkatnya.


"Hallo.. siapa ini?"


"Puti ya?" Terdengar dari ujung telpon, suara wanita yang berbicara.


"Iya benar. Maaf ini siapa?"


"Ini Milka, Put! Aku dapat nomer telpon kamu dari teman-teman sekolahan juga."


"Ohh.. Milka, apa kabar kamu?"


"Put, kita ketemuan saja gimana?"


"Boleh.. kamu tentukan jam dan hari nya, insyaAlloh kalau aku bisa.. kita ketemuan ya Mil!"


Aku pun meledek Mas Erick


"Mas.. Milka loh ini yang menelpon! Kangen ga?"


Kemudian Mas Erick langsung mengusap kepala ku.. "yang ini mau dikemanakan" dan mengecup kecil kepala ku.


Namun.. mungkin karena perasaan yang masih cemburu ke Rindu dan Mas Erick, kenapa Mas Erick datang ke rumah orang tua ku sore hari? Walaupun Rindu sudah dianggap adik, tapi.. itu kan hanya adik angkat! Ahhh.. aku harus berprasangka baik terhadap Mas Erick, mudah-mudahan Mas Erick bisa menempatkan posisi dia dengan Rindu yang memang bukan satu darah.


Milka, sahabat ku dan seseorang yang dulu pengagum Mas Erick pun sekarang sedang berada di Jakarta.. oh Tuhan.. beginilah kalau punya pasangan ganteng dan juga mapan. Semoga ke depannya akan baik-baik saja!


"Hahhh(mengeluarkan nafas kasar)"


*Apakah Erick tetap setia dengan Puti?


*Apakah kisah percintaan Puti dan Erick berjalan dengan mulus?


*Apakah Erick masih cemburu dengan Rangga?

__ADS_1


Keseruan apalagi nantinya yang akan terjadi antara kisah kasih mereka berdua.. hmmm


__ADS_2