
Sepanjang jalan rima dan nenek bertemu warga setempat yang sedang melakukan aktivitas di pagi hari, ada yang tengah membajak sawah, memotong rumput untuk ternak serta masih banyak lagi.
Mereka semua saling menyapa dengan dengan ramah, rima dan nenek juga menyapa penduduk setempat dengan Rama.
Huhhhh.
"Ternyata capek juga ya nek lari dari villa ke sini....hosh.......hosh...." ucap rima dengan mengatur nafasnya.
"Iya, yuk istirahat dulu, tuh ada saung. " tunjuk nenek pada gubuk kecil atau saung yang ada di sana.
Akhirnya rima bisa duduk dan beristirahat sebentar, rima meluruskan kakinya begitu juga dengan nenek, saat mereka berdua tengah beristirahat sejenak ,tiba-tiba seorang lelaki perjaka tua umur 45 tahun menghentikan laju motornya saat melihat rima.
Tahu lah maksudku om-om ganjen gitu lohhh, om-om itu turun dari motornya tak lupa dia juga mengaca terlebih dahulu di sepion motor nya untuk mengecek penampilan nya.
Rima dan nenek yang melihat orang itu seketika bertatapan dan sama - sama bergidik ngeri karena melihat penampilan nya yang menyilaukan mata, gimana nggak silau kepala plontos, kumis kandel,dadut nyemplok,kalung emas dengan bandul besar serta cincin yang memenuhi sepuluh jarinya.
Sungguh seperti toko perhiasan berjalan versi Laki-laki.
"Permisi adek. " ucapnya dengan senyum berjuta maksud serta jangan lupakan mata yang jelalatan kemana - mana ketika melihat rima.
"Ada apa ya pak. " balas rima dengan sopan meski sebenarnya ia sangat risih dengan tatapan pak tua itu.
__ADS_1
"Aduh jangan panggil bapak panggil mas saja. " perkataan orang itu membuat rima dan nenek saling pandang lagi, disana nenek melihat jika rima mengkode dengan mata tanda meminta tolong kepadanya .
"Ekhem,mohon maaf sebelumnya kami hanya numpang duduk saja sebentar. " ucap nenek.
"Aduh tak apa buk, ngomong-ngomong apa kalian warga baru?, maaf sebelumnya saya bertanya karena baru melihat kalian dikampung ini "
"Oh iya kami kesini karena sedang liburan. " ucap nenek lagi, lalu kelak tua itu terus saja berbicara sambil sesekali mencuri pandang ke arah rima, sedangkan rima yang menyadari itu sungguh merasa sangat risih sekali.
Tak lama beberapa kumpulan gadis berjalan melewati saung tempat rima, nenek dan lelaki tua itu samar-samar rima mendengar perbincangan para gadis yang sangat bersemangat karena ingin melihat pemuda tampan.
"Guanteng banget ya dia aku ngak nyangka loh di kampung kita ada orang seganteng dia. "
"He'eh sama guanteng banget kayak aktor Korea. "
Sekumpulan para gadis itu bergegas pergi untuk melihat pemuda tampan.
"Ck, gadis - gadis disini memang begitu kalau melihat yang tampan langsung saja kecentilan,sama saya juga sering tuh mereka cari perhatian secara kan saya adalah peria tampan di kampung ini. " ucapnya dengan pede membanggakan dirinya.
*Ni orang narsis juga ya, tolong sadarkan dia ya Allah. Hahh menurutku masih mending mas malik yang narsis soalnya dia kan emang bener - bener ganteng. (batin rima)
Mungkin dia selama ini hidup dalam mimpi atau tak pernah bercermin.(batin nenek*)
__ADS_1
Rima berbisik kepada nenek untuk segera melanjutkan lagi joging nya karena is sudah tidak nyaman berada disana, nenek juga setuju dengan menganggukan kepalanya.
"Nek, kita lanjut lari pagi nya yuk takut keburu siang. " ajak rima lalu ia membantu nenek untuk berdiri.
"pak maaf kami pamit ya, permisi. " pamit rima dengan cepat langsung menggandeng nenek untuk segera pergi dari saung itu.
Saat sudah jauh rima memperlambat jalannya.
"Maaf ya nek istirahat kita jadi sebentar. "
"Tak apa nak nenek tahu kamu pasti tak nyaman kan ada orang itu. "
"iya nek, matanya itu loh jelalatan banget jadi pengen aku colok. " ucap rima menumpahkan unek-unek nya.
"Sudah yang tadi jangan dipikirkan lagi, percuma hanya merusak mood saja. " ucap nenek. mereka berdua mulai lari lagi namun tak jauh dari sana nenek dan juga rima melihat para gadis bahkan emak-emak sedang berkerumun.
"Ada apa tuh nek? "
"Bagi-bagi sembako kali, yuk ah lanjut. " rima dan nenek akan melewati kerumunan itu namun saat semaki mendekat rima membelakan matanya saat melihat sosok orang yang berada dalam kerumunan tersebut.
Rima mengenai lari nya yang membuat nenek juga ikut berhenti dan bertanya kepada rima.
__ADS_1
"Ada apa nak kok berhenti? " tanya nenek namun rima tak menjawab dengan suara melainkan menunjuk sesuatu didepan sana.
Nenek mengikuti arah yang rima tunjuk dan ia membelakan matanya ketika melihat cucu lelakinya sedang jadi bahan tarik kan atau rebutan oleh para gadis-gadis.