
Di Sepanjang jalan rima melihat warga sekitar yang sedang beraktivitas ada yang sedang membajak sawah, mengangon kambing dan ada juga anak-anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran, melihat pemandangan tersebut membuat rima tersenyum hangat.
Namun senyum rima mendadak luntur saat melihat kumpulan gadis- gadis yang tengah memperhatikan ke arah nya, mungkin lebih tepatnya ke arah sangat suami, apalagi pas motor mereka melewati kumpulan gadis-gadis tersebut dapat rima dengar jika mereka memuji - muji ketampanan suaminya.
Dan entah kenapa itu membuat rima tidak senang, ia langsung memeluk perut suaminya dengan posesif, sedangkan malik hanya tersenyum semirik saat merasakan pelukan dari isterinya.
Jalan yang mereka lewati memang agak becek dan kadang berbatu, mereka juga melewati jalan yang tengah diperbaiki seperti kata mamang penjaga villa, jalannya emang masih proses diperbaiki namun kalo ada motor atau pejalan kaki ya masih bisa lewat gitu.
Malik menghentikan motornya ketika sampai di pos jaga di depan perkebunannya, ia meng klakson beberapa kali dan saat itu penjaga langsung keluar untuk melihat siapa orang yang datang, namun saat ia melihat yang datang ternyata tuan nya sontak saja ia langsung membukakan pintu gerbang untuk masuk ke perkebunan.
"Silahkan tuan muda.. " ucap nya dengan hormat, malik tak berkata apapun ia hanya meng klakson lagi lalu memacu kembali motornya untuk masuk.
Rima menengok kanan kirinya banyak tanaman buah serta lahannya yang sangat luas membuat disana terdapat beberapa jenis buah yang berbeda-beda di setiap lahannya.
Malik menghentikan motornya saat sampai di depan rumah kayu yang bersebrangan dengan gudang buah.
"Mas ini rumah..? " tanya rima saat turun dari motor sambil melepaskan helm yang ia pakai.
"Bukan , bisa dibilang ini adalah ruang an kerjaku jika sedang disini. " ucap malik menjelaskan, ia membawa rima untuk masuk kedalam rumah kayu tersebut didalam sana cukup rapih ada sofa panjang lalu meja kerja juga ada.
Rima kira suaminya akan selalu mewah dimana pun ke berada an nya,namun melihat tempat kerja yang cukup sederhana namun nyaman dan rapi sudah cukup membuat rima terkesan.
"Duduklah sebentar sayang... aku akan mengecek laporan sebentar. " tunjuk malik pada berkas-berkas di atas meja kerjanya.
Sebelumnya saat malik menghubungi kepala perkebunan untuk memberitahukan akan kedatangan dirinya serta sangat isteri, saat itu juga kepala perkebunan berkata bahwa ada berkas laporan hasil perkebunan yang ingin ia tunjukan dan malik menyuruhnya untuk menaruh saja berkas-berkasnya di atas meja kerja di rumah kayu itu.
__ADS_1
Rima duduk anteng namun matanya terus saja melihat ke arah pohon buah yang terlihat dari jendela, sedangkan malik tengah serius meneliti hasil laporan perkebunan miliknya.
Malik menyimpan berkas yang sudah ia cek saat ia melihat ke arah sang isteri, ia melihat isterinya tengah melamun sambil menatap ke arah jendela.
Rima sedang asik dalam lamunannya, ia membayangkan betapa puasnya bisa memanen buah yang ia suka, lalu tiba-tiba ia tersentak saat merasakan bahunya di tepuk oleh sang suami.
"Mas sudah selesai...? " tanya rima dengan senyum.
"Sudah sayang, apakah kamu mau mencoba beberapa buah-buahan dikebun? "
"Mau banget mas...! " ucap rima antusias.
Malik ikut tersenyum melihat semangat isterinya, ia mengambil topi yang tergantung didekat pintu satu untuknya dan satu untuk sang isteri.
Malik mengulurkan tangannya dan rima menerima nya mereka keluar dari rumah kayu itu dengan bergandengan tangan, malik membawa rima ke gudang buah terlebih dahulu untuk mengambil keranjang buah.
Malik mengambil satu buah kelengkeng itu lalu mengupas kulitnya dan memberikannya untuk sang isteri.
"Cobalah sayang... "
"Mmm manis mas.. " ucap rima setelah mencicipi buah kelengkeng itu.
"Kamu mau lagi sayang..? " tanya malik dan rima langsung mengangguk semangat.
Malik memetik kelengkeng yang terlihat agak besar lalu menaruh beberapa ke dalam keranjang yang dipegang isterinya, sedangkan rima tanganya juga gatal untuk mengambil sendiri dari pohon nya dan langsung ia makan.
__ADS_1
Malik menaruh beberapa kelengkeng lagi di keranjang lalu mengajak isterinya untuk ke pohon buah yang lain.
"Sudah sayang jangan terlalu banyak makanya, soalnya masih banyak jenis buah yang akan kamu coba. "
"Emang ada berapa banyak jenis sih mas...? " tanya rima sambil berjalan mengikuti malik menuju pohon buah berikutnya.
"Nggak banyak cuman 10 jenis mungkin... " ucap malik santai.
"oh.... ApA? " Rima takjub bukan maen membayangkan luas banget kebon buah punya suaminya ini, namun ia menyengit heran ditengah jalan kebun seluas ini tapi ia tidak melihat para pekerja, tadi aja pas ngambil keranjang buah digudang nggak ada siapa-siapa .
"Mas... disini emang sepi gitu ya..? " tanya rima tiba-tiba yang merasa merinding karena suasana nya sepi.
"Hilangkan pikiran burukmu sayang kan ada aku, kebetulan para pekerja memang aku suruh untuk pulang cepat hari ini supaya kamu bisa leluasa manen buah sepuasnya sayang. " jawab malik dengan mengelus pucuk kepala isterinya.
Malam-malam aku dewean tanpa cintrong mu lagi...... uwoooooo oooooo🤭.
Pernah denger seliwatan lagu itu, katanya sih lagu lama tapi aku nggak tau judulnya😅.
Salam sayang salam rindu
bilang sayang lalu ilopeu
Ya gitu lah.... 🤣😅😂 bukan pantun weeee😜
Like+komen+lope.
__ADS_1
٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ cintaaaaa...... 😘😘😘