Suami Idaman

Suami Idaman
64


__ADS_3

𝚑𝚎𝚕𝚕𝚘 𝚐𝚞𝚢𝚜 𝚖𝚘𝚑𝚘𝚗 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚢𝚙𝚘, 𝚙𝚊𝚍𝚊𝚑𝚊𝚕 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚗𝚐𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊𝚒𝚗 𝚜𝚞𝚙𝚊𝚢𝚊 𝚗𝚐𝚐𝚊𝚔 𝚊𝚍𝚊 𝚝𝚢𝚙𝚘 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚊𝚙𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚢𝚊𝚔𝚞... 𝚖𝚘𝚑𝚘𝚗 𝚍𝚒𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚔𝚊𝚗 𝚢𝚊.


𝚑𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚛𝚎𝚊𝚍𝚒𝚗𝚐...


......................


Setelah beristirahat dua jam lebih kini keduanya sudah bersiap untuk pergi ke acara yang ada di desa.


kurang lebih ini outfit malem nya.




Kurang lebih kayak gitu lah ya.....


Setelah selesai bersiap mereka berdua turun ke lantai satu dimana nenek sudah menunggu kedatangan keduanya.


"Mungkin seharusnya nenek nggak ikut kalian liburan. " celetuk nenek begitu melihat kedatangan cucu dan cucu menantunya.


"kenapa? " tanya malik.


"Pakek nanya lagi, kalian berdua pasti butuh waktu berduaan kan supaya bisa lebih sering bikinin nenek cucu. "jawab nenek dengan gamblang.


" Itu tau. "


Rima tak habis pikir dalam hati karena nenek dan suaminya membahas hal itu.


"Nek... ayo berangkat yok udah jam 9 lewat. " ajak rima kepada nenek supaya pembahasan itu tidak ke arah yang lebih jelas lagi.

__ADS_1


Merka pun berangkat bertiga menggunakan mobil untuk menuju desa dan tak selang beberapa menit mereka sampai di lapangan yang dialih fungsikan sebagai tempat parkir sementara.


Kehadiran mereka bertiga disambut oleh mamang villa yang juga baru sampai beserta isteri dan anaknya yang ingin menonton wayang kulit.


"Tuan, nona, nyonya. "sapa si mamang dengan hormat dan diikuti isterinya sedangkan si anak yang masih berumur 4 tahun hanya menatap bingung kedua orang tuanya dan orang baru yang ia lihat.


" Hai adik kecil. "sapa rima dengan tersenyum ramah kepada anak mamang villa.


Isterinya si mamang juga mengajak nyonya serta nona majikan suaminya ini untuk mencari tempat duduk yang dirasa pas posisinya untuk menonton.


Sedangkan dibelakang malik berjalan bersama si mamang dan malik menanyakan tentang sembako yang ia pesan untuk si kakek.


" Saya sudah menaruh semuanya didalam rumah kakek tuan dan beliau juga menitipkan ucapan terimakasih untuk anda dan nona. "


"Hemm."


Acaranya pun dimulai dengan sura alat musik tradisional yang dimainkan untuk pemanasan lalu tak lama si sinden juga mulai bernyanyi.


Acara wayang kulit itu disaksikan banyak orang kampung yang berbondong-bondong untuk menonton karena dalang yang membawakan cerita nya adalah idola mereka.


Rima mengamati sekitarnya dari orang tua sampai anak kecil ternyata semua menikmati cerita yang dibawakan ki Dalang tersebut.


Saat hampir tengah malam dan mulai agak terasa dingin malik memberikan kepada rima, kopi yang di seduh digelas pelastik dan kacang rebus yang di bungkus dengan kertas sehingga menyerupai es krim.


"Terimakasih mas. " ucap rima.


Malik juga memberikan susu jahe hangat kepada nenek dan juga kacang rebus nya ,sedangkan dia sendiri menunggu kopi nya yang sedang dibawa sekalian oleh mamang villa.


"Tuan ini.. " mamang villa membawa nampan yang berisi 2 kopi serta 2 susu untuk isteri serta anaknya dan 3 bungkus kacang rebus.

__ADS_1


Malik mengambil kopi nya dan menyeruput nya pelan-pelan.


"Tuan kacangnya.. "


"Untuk anak isterimu saja. " tolak malik karena saat ini ia tengah makan kacang yang dikupas dan di suapi oleh isterinya.


Hari semakin larut dan jam sudah menunjukan pukul setengah 2,anak si mamang sudah terlelap dalam pangkuan isterinya sedangakan para orang dewasa masih asik menonton.


Namun malik mengajak merka untuk pulang, mengingat nenek yang sudah harus beristirahat dan juga angin malam yang semakin berhembus membuat nya memutuskan untuk pulang.


Tapi si nenek yang masih ingin menonton memasang wajah memelas sehingga membuat malik menghela nafas, namun rima rupanya membantu sang suami untuk membujuk nenek.


"Mas malik benar nek kita pulang saja lagian sebentar lagi ceritanya bakalan selesai, mamang sama mbak april juga mau pulang kan ikut mobil kami saja. " Ajak rima karna kasihan melihat anak mbak april dan mamang villa yang tertidur.


"Terimakasih non tapi kami jalan kaki saja lagian rumah kami dekat kok. " ucap si mamang sambil mengambil alih anaknya dari pangkuan sang isteri untuk ia gendong.


"Iya non kami jalan kaki saja. " ucap mbak april juga menolak dengan halus.


Sebelum merka pergi rima melepaskan topi rajut yang ia pakai dan memakaikannya ke kepala anaknya mamang villa.


"kasihan dingin. "


"Terimakasih banyak non. " ucap mbak april tulus karna anaknya mendapatkan perhatian dari nona majikan, rima hanya tersenyum membalas ucapan mbak april.


Malik dan nenek yang melihat perhatian rima kepada anak kecil diam-diam membuat keduanya membatin.


𝘊𝘶𝘤𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘣𝘶 𝘯𝘢𝘬.


𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨.

__ADS_1


__ADS_2