
"Maaf kan rima nek..! "
"tak apa nak, yang penting jalinlah dulu kedekatan diantara dirimu dan suamimu ya.. "
"iya nek. "
.....
mereka berdua telah sampai dirumah pukul 8 malam, rima berjalan menuju kamarnya dan suami, saat ia membuka pintu ia melihat sang suami sedang duduk selonjoran diatas kasur dengan memangku laptop nya.
suaminya terlihat sangat serius dengan laptop nya, sampai tak menyadari kehadiran rima dikamar itu, mendekati sang suami lalu menyentuh pundaknya.
"mas.. "
"oh, kamu sudah pulang.. " ucap malik saat melihat rima, ia meregangkan ototnya yang agak kaku karena terlalu lama mengetik, dan mengecek laporan.
"mau aku bikinin teh hangat mas..? " ucap rima menawarkan karena ia melihat gelas teh yang telah kosong di meja nakas
"boleh.. "
Rima mengambil gelas kosong itu untuk sekalian ia bawa ke dapur, ia membuat kan teh hangat dengan sedikit gula karena suaminya itu tak terlalu suka manis.
selesai membuat teh rima membawa nya ke kamar.
"ini teh nya mas.. "
__ADS_1
"hm, terimakasih. "
rima berjalan menuju lemari ia mengambil kaos kebesaran miliknya dan juga celana kolor panjang nya, ia akan mengganti pakaian nya di dalam kamar mandi.
setelah selesai dengan urusan nya dikamar mandi rima mengikat rambutnya cepol asal saja lalu naik ke atas tempat tidur, tepatnya didekat kaki sang suami rima mulai memijat kaki suaminya.
malik terkejut mengetahui sang isteri berinisiatif sendiri untuk memijat nya, ia tersenyum samar dan melanjutkan pekerjaannya dengan membiarkan saja apa yang dilakukan isterinya.
disela sela kegiatan memijat nya, rima mencuri pandang ke arah malik yang masih fokus pada pekerjaannya.
"mas... " gumam rima pelan namun masih didengar oleh malik.
"ada apa.. ? " tanya malik.
malik mengerutkan dahi nya ia menutup laptopnya, lalu memandang wajah sang isteri yang tertunduk dengan wajah malu.
" apakah aku tidak salah dengar isteriku? "tanya malik dengan menahan senyum tampannya.
rima semakin memejamkan matanya dan mengumpat dalam hati namun ia tetap menjawab pertanyaan malik dengan menggelengkan kepalanya.
Malik mengulurkan tanganya untuk menyentuh kepala sang isteri, ia membelai lembut kepala rima lalu turun ke pipi dan berakhir di dagu,ia mengangkat wajah isterinya yang menunduk untuk menatap wajahnya.
mata mereka berdua bertemu malik menatap lekat wajah cantik isterinya, rima berusaha mengalihkan tatapan matanya karena tak kuat dengan pesona si suami tampan.
" Ada apa dan kenapa kamu tiba-tiba mengajak ku berkencan, apa kamu disuruh oleh nenek.. "
__ADS_1
"nggak mas!. "
"lalu, apakah karena kamu mulai tertarik dengan ku..? '
" emang salah kalo tertarik sama suami sendiri. "duel rima pelan, namun masih terdengar oleh malik.
malik tersenyum kecil lalu kedua tangan nya mencubit pipi rima karena gemas melihat tingkah isterinya itu.
auwwww
" sakit mas! "protes rima dengan menatap tajam malik sambil memegang kedua pipinya.
" aku tak ingin berkencan dengan mu! "ucap malik dengan melipat kedua tanganya didada sambil menatap santai ke arah sang isteri yang sepertinya terkejut mendengar penolakan dari dirinya.
"k-kenapa? " tanya rima agak kecewa.
cetakk malik menyentil jidat rima.
"mas kamu suka banget kdrt sih... " gerutu rima kesal.
"ya sudah mulai sekarang ku cium saja mau?.. "ucap malik santai.
blusss, wajah rima memerah malu.
" ada apa dengan wajahmu kenapa memerah...? "tanya malik agak meledek.
__ADS_1