Suami Idaman

Suami Idaman
Suami Idaman


__ADS_3

" Disini yang namanya Puti siapa?" Pertanyaan ini berasal dari Bu sesil yang cantik. Dia menduduki posisi sekretaris CEO di perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan.


" Saya bu, ada yang bisa dibantu Bu " sambil aku menyelesaikan sisa makanan ku.


" Kamu ikut saya ke ruangan CEO !. "


Dalam hati ada apa ini, kenapa saya sampai dipanggil ke ruangan beliau, apakah ada yang salah dengan pekerjaanku ini.


Kuikuti langkah kaki Bu sesil, sampai di suatu ruangan yang terletak di lantai 5.


CEO, itulah jabatan yang terpampang di kayu jati pintu tersebut. " Permisi pak, ini cleaning service yang bapak minta untuk ke ruangan bapak. " Sambil dia mempersilahkan saya masuk. " Oke, terima kasih sesil, kamu boleh lanjutkan pekerjaanmu. "


Setelah aku perhatikan, ternyata yang berhadapan dengan saya ini adalah pak Ricky, ya ampun apa beliau mau memberikan surat peringatan atau langsung memecat ku gara gara aku tidak sengaja menubruk nya.


" Kamu tadi yang menubruk aku kan, sengaja ya supaya mendapat perhatian dariku ? " Selidiknya.


" Tidak pak, aku tidak sengaja menubruk bapak, maafkan aku pak, jangan kasih aku surat peringatan apalagi memecat aku, aku butuh pekerjaan ini. "


" Oke, kamu, aku maafkan dengan beberapa syarat yang aku ajukan, pertama bersihkan seluruh ruangan ini, jangan sampai ada debu satupun yang tersisa, kalau tidak aku akan memecat kamu. Mengerti ! " Dengan menatap tajam ke arah ku yang sudah tertunduk lemas.


" Baik pak, maaf tapi itu bukan syarat pak, memang pekerjaan ku di kantor ini " langsung saya mengelap meja, merapikan map, menyapu dan mengepel dan berbagai lainnya.


Sambil aku mengerjakan pekerjaan ku ini, entah ini ilusi ku atau memang sesekali pak Ricky sesekali melirik ke arah ku dan ku lihat sekilas tertawa kecil.

__ADS_1


Ya sudahlah aku pasti hanya ilusi saja.


" Pak sudah aku bereskan semuanya, bapak bisa mengecek nya " pinta ku sambil ku terus menunduk tak berani menatap rupawan nya beliau.


" Coba lihat aku, jangan menunduk saja " kuangkat kepalaku dan ku beranikan diri ini menatapnya, seperti nya aku tidak asing dengan wajah ini, tapi... Bedanya sosok yang aku kenal dulu bertubuh tambun dan berkacamata.


" Sudah ingat dengan aku, put ? " Sambil beliau memakai kacamata baca nya.


" E.. Erik.. mm..ma..maaf pak aku lancang memanggil bapak, tapi mungkin bapak bukan teman SMA dan satu kampus denganku, mungkin hanya mirip aja pak. "


" Iyaa, aku Erick kinanta adibrata "


" Oo ya put, kenapa kamu balik lagi ke kota ini, maaf.. tapi setahu aku, kamu telah menikah dengan Andri dan pindah ke kota asalnya dia di temanggung ?"


" Ngomong ngomong, kenangan kita dulu hanya sebatas teman saja ya. " Tukasnya. " Bercanda put. "


" Masalah kenapa saya berada disini, karena saya hanya ingin membantu perekonomian keluarga saja pak. " Ku gigit bibir ku, pertanda aku tidak mau menjelaskan alasan sebenarnya kepadanya.


Selama kami berbincang bincang, tiba tiba datang seorang wanita, memanggil pak Erick dengan kata " sayang, sedang apa kamu dengan cleaning service ini ? "


" Sayang, kita kan ada janjian untuk makan siang, ayuk, jangan lama lama aku tunggu di loby ya. Dan hei kamu...balik lagi ke pantry mu. "


Aku pun reflek berdiri dan pamit ke mereka berdua, sebelum aku membuka pintu, pak Erick mengatakan " nanti kamu langsung ke HRD ya, kemudian nanti sore jangan pulang dulu ! "

__ADS_1


Ada apalagi ini, aku dipanggil ke HRD, dengan langkah harap harap cemas aku pun langsung menuju ke ruangan pak Brata ,manajer HRD di perusahaan ini, kemudian pak Brata mempersilahkan aku duduk dan menjelaskan maksudnya kepadaku, bahwa posisi ku diangkat menjadi asisten pribadi pak erick, dan gaji ku naik 4 kali lipat.


Aku sujud syukur, namun pak Brata menjelaskan job desk ku, dimana aku harus selalu siap sedia kemana pun pak Erick pergi untuk urusan pekerjaan.


👀👀👀


Ku lihat jam sudah menunjukan angkanya pada pukul 17.00 wib, dimana sudah waktunya aku segera pulang, aku rapihkan barang barang ku dan bergegas ke luar kantor ini.


Seperti biasa aku berjalan menuju halte dimana aku menunggu bus yang melewati tempat tinggal ku, samar samar dari kejauhan aku melihat mobil sedan Mercedes Benz lama lama mendekat ke arah aku berdiri, kemudian seseorang dari dalam menampakan wajahnya, " Puti, aku kan sudah bilang tunggu aku dulu, kenapa kamu pulang? ".


Ya dia itu pak Erick sambil dia membuka pintu sampingnya dan memaksa aku untuk masuk ke dalamnya.


" Maaf pak, aku lupa " aku pun masuk ke dalam mobilnya, sambil kita bercerita tentang masa sekolah dulu. Selama kita bercerita tiba tiba perut ku bernyanyi dengan nada sopran nya.


" Oke, kita makan di restoran terdekat ya, kamu kan suka seafood ya, bagaimana kalau kita menuju kesana " aku pun tak enak hati, walaupun selama 8 tahun aku bersanding dengan mas Andri, hanya beberapa kali aku bisa menyuguhkan hidangan seafood.


" Maaf pak, ga usah, aku bisa makan di rumah saja. "


" Sudahlah put, anggap saja ini salah satu job desk kamu, atau mau aku perintahkan pak Brata untuk menegur kamu ? " Sambil pak Erick tersenyum kecil. " Oo ya, kalau di luar kantor, jangan panggil aku pak, panggil saja nama, Erick seperti kamu memanggilku dulu put. "


" Baik pak, eh.. Erick " agak canggung aku berbicara kepadanya seperti itu.


" Oh..satu lagi, wanita tadi memang wanita yang akan dijodohkan oleh orang tua ku, tapi.. aku kurang suka dengan sikap dia yang terlalu boros dan gemar belanja, aku hanya menganggap dia adik aku, masalah nanti aku bersanding dengan siapa, itu semua pilihanku "

__ADS_1


Aku pun heran, mengapa beliau menceritakan ini semua, yang tidak ada urusannya sama sekali dengan ku.


Bersambung..


__ADS_2