Suami Idaman

Suami Idaman
61


__ADS_3

Setelah hidangan telah selesai dibuat dan sudah pula tertata rapi diatas meja kini rima tinggal mengajak nenek, suami nya dan si kakek yang tadi pagi ditolong.


Setelah beberapa saat Rima menuju ke arah meja makan dan disana sudah ada nenek yang telah menunggu.


"Loh suamimu mana nak.? "


"Mas malik bantuin mapah si kakek buat ke sini nek soalnya aku kasihan beliau sepertinya masih lemas."


"Uhh gitu. "


Rima mulai mengambilkan nasi untuk nenek beserta lauk pauknya sembari menunggu kedatangan suami dan si kakek itu.


Tak lama munculah malik dan si kakek mereka duduk kalau rima dengan cekatan mengambilkan nasi beserta lauk pauknya.


"Ini kakek silakan dimakan. "


"Terimakasih nak. "


Rima membalasnya dengan tersenyum lalu ia melayani sang suami yang akan makan.


"Mau pakai ini juga mas? " tunjuk rima pada tumisan sayur kangkung yang ia buat.


"boleh"

__ADS_1


Nggak cuma kangkung karena banyak lauk yang di masak dan semua nya sungguh menggugah selera makan.


...****************...


Selesai makan siang kini Malik dan Rima tengah bersiap untuk mengantar si kakek pulang ke rumah nya sendiri karena tadi sehabis makan si kakek mengatakan jika ia ingin pulang.


Di teras villa sudah ada mamang villa beserta dua motor, btw yang satu lagi dapet minjem punya tetangga nya, tapi tenang aja karena biaya sewa nya sudah dibayar oleh mamang villa yang diberi uang oleh malik sebelumnya.


"Mang hati-hati nyetir motornya ya. "


"Iya non tenang aja gini-gini mamang mantan anggota club. "


"Wihh beneran? "


"Bener non club sepedah maksudnya. "


"tau kok non"


"Ya udah mang silakan duluan. " si mamang mulai menjalankan motornya yang diikuti oleh majikannya dari belakang , untuk menuju rumah si kakek agak jauh karena rumahnya ada di dekat pintu masuk desa.


Sedangkan villa keluarga malik berada dijarak 2 kilo dari desa setempat.


Saat menaiki motor pun malik tak menyianyiakan kesempatan untuk beromantisan dengan isterinya rima.

__ADS_1


"Kalo nanti kita udah nganterin si kakek sampe rumah nya, nanti kita jalan - jalan pake motor yu sayang. "


"Boleh deh mas. " rima mengeratkan pelukannya pada pinggang sangat suami.


Sepanjang jalan mereka bercerita banyak hal satu sma lain, keduanya semakin merasa dekat dan mulai terbuka.


*aku nggak nyangka dibalik sosok yang menyebalkan serta narsis yang nggak ketulungan, ternyata suami ku ini orang yang penuh perhatian dan kasih sayang.


Aku jadi tambah sayang sama kamu mas*!


"Aku juga sayang kamu isteriku. " rima membelak kaget saat sang suami berkata seperti itu seolah-olah tau isi pikirannya.


"M-mas nyetir yang fokus nanti ketinggalan mamang villa loh.."ucap rima memperingatkan.


" Nggak papa itu tandanya si mamang tahu kalo majikannya ini ingin berduaan untuk menghabiskan waktu dengan isteri tercintanya. "


"Mas please deh! "


"Iya sayang ampun"


Setelah beberapa saat motor mamang villa kini berhenti di sebuah rumah sederhana yang diikuti oleh majikannya.


"Disini rumahnya si kakek tuan nona. "rima menelisik rumah yang terbuat dari pagar bambu tersebut.

__ADS_1


Si kakek mengajak mereka bertiga untuk masuk kedalam gubuk nya, saat rima masuk ia tersentuh sekali karena melihat beberapa tiang rumah tersebut sudah hampir habis dimakan rayap.


" Dimana anak, dan cucu kakek? "


__ADS_2