Suami Idaman

Suami Idaman
29


__ADS_3

"ya sudah pakai salah satu sepatu olahraga nenek saja, lagipula ukuran kakimu 38 kan? "tanya nenek.


"iya nek. "sahut rima membenarkan.


Rima dan nenek sudah bersiap untuk lari pagi,karena ini hari minggu jadi nenek dan rima benyak berpapasan dengan tetangga komplek saat lari menuju taman.


🍁


begitu sampai taman mereka berdua beristirahat sebentar dikursi taman.


" wah ternyata lumayan capek ya nek lari dari rumah ke taman.. "ucap rima dengan menyeka keringatnya.


" iya sih tapi rasa capek nenek terbayar dengan melihat mereka.. "tunjuk nenek pada para kumpulan pemuda yang juga sedang berolah raga ditaman itu.


Rima terbelak ketika mengikuti arah yang nenek tunjuk, kumpulan para pria dari yang muda, matang sampai aki-aki macho tengah melakukan pemanasan ,mereka berolah raga mengenakan kaos ketat yang membentuk tubuh kekar mereka, sehingga menjadi pemandangan yang sangat indah untuk para perempuan.


rima memalingkan wajahnya, dan melihat ke arah nenek yang terlihat sangat mengagumi mereka.

__ADS_1


" nenek! "


"hehehe sekali-kali nak, nenek juga butuh hal-hal yang menyegarkan mata. " ucap nenek tersenyum malu.


rima menggelengkan kepalanya, bagaimana jika sang suami tahu kalau neneknya diam-diam pengagum cowok macho.


"kamu diem aja disini ya, nenek mau kesana dulu. "ucap nenek dengan beranjak dan mulai lari kecil lagi dengan arah mendekat ke sekelompok pemuda itu.


ketika sampai sana nenek dengan sengaja berpura-pura jatuh, sehingga membuat pada pemuda itu berebut untuk menolong nenek, rima sempat ingin mendekat ketika melihat nenek terjatuh namun ia urungkan niatnya saat melihat salah satu dari kelompok pemuda itu menggendong nenek ala bridal style dan nenek juga memberikan kode sukses ke arah rimaπŸ‘Œ.


𝘒𝘴𝘡𝘒𝘨𝘒 𝘯𝘦𝘯𝘦𝘬!


Rima berdiri dari duduknya ia ingin mencari toserba atau minimal mini market didekat komplek itu, ia akan membeli 2 botol air mineral untuknya dan nenek.


setelah mendapatkan nya rima menghampiri nenek yang kini tengah duduk dengan dikerumuni para pemuda itu , mereka terlihat ada yang mengipasi nenek dan mengelap keringat nenek, memijat pundak nenek bahkan ada yang memijat kaki nenek.


" nenek...! " panggil rima begitu mendekat, agak kikuk sih karena disana banyak laki-laki.

__ADS_1


"nak, kau sudah kembali, tadi nenek jatuh tapi nggak papa karena ada para anak muda ini yang sangat baik,mereka mau menolong nenek. " ucap nenek ber akting.


"Mbak nenek nya lain kali dijaga jangan sampai kenapa-napa. " ucap salah seorang pemuda yang sedang memijat nenek.


"e-iya... "


"jangan galak-galak, si teteh kan mungkin nggak sengaja ninggalin neneknya ya kan teh? " ucap salah satu dari mereka membela.


"si kamu mah caper, teh awas jangan baik-baik sama dia. "


"i-iya." sahut rima canggung


"maaf mas-mas saya bawa nenek saya pulang aja ya, lagian matahari nya juga udah mulai terik, saya ngucapin banyak terimakasih, dan permisi. " pamit rima cepat dengan memapah nenek untuk segera pergi dari sana.


"rima nenek kan masih mau ngobrol-ngobrol sama mereka. " gerutu nenek dengan berbisik di sepanjang jalan.


"nek, ini kan udah mau siang kalo kita nggak pulang mas malik pasti curiga. "

__ADS_1


nenek mencemberutkan bibirnya lucu sambil melangkah duluan meninggalkan rima dibelakangnya,tingkah nenek membuat rima tertawa di sepanjang jalan menuju rumah.


suara tawa renyah rima dan gerutuan kesal nenek membuat para pelayanan dan satpam yang diluar penasaran dengan apa yang terjadi dengan majikan mereka.


__ADS_2