
Keesokan harinya.
Rima perlahan terbangun dari tidurnya karena panas matahari yang masuk lewat jendela kamar.
ia samar-samar melihat ke arah jam dinding lalu kembali memejamkan mata,namun seketika rima membelakan matanya kembali saat melihat jam yang sudah menunjukan pukul 11 siang.
"aduh aku kok kesiangan.. " paniknya dengan menyibak selimut yang membalut tubuhnya.
saat turun dari ranjang rima menggaduh tertahan,"aduhhh... kok sakit banget. "ringis rima dengan memegang area sensitif nya.
Rima berusaha berdiri dan pelan-pelan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, selesai mandi dan berpakaian rima memutuskan untuk keluar dari kamar untuk menemui nenek.
saat rima masih berjalan pelan di tangga, ia melihat nenek sedang duduk dengan meminum teh disofa ruang keluarga, rima menghampiri nya namun sebelum rima sampai nenek telah melihat rima terlebih dahulu, beliau berdiri dan berjalan menghampiri rima.
" Nak kamu kok keluar kamar tidak beristirahat saja.. "ucap nenek dengan menuntun rima untuk duduk disofa.
Rima yang bingung mengapa nenek berbicara seperti itu padanya langsung teringat akan sesuatu, tadi malam kan... pantas saja area pribadiku sakit...
__ADS_1
blussss.
wajah nya memerah malu, apakah suaminya itu memberitahu nenek.
" Nak kenapa diam saja!, tak usah malu semua itu wajar nak rima... oh ya pagi-pagi sekali suamimu itu mengetuk pintu kamar nenek dia pamit karena harus bergegas berangkat. "
Rima mengangguk mengerti namun hati kecilnya agak kecewa karena sangat suami tak membangunkannya saat hendak pergi.
𝘥
Dilain tempat.
Malik baru saja sampai dinegara x tadi pagi sekitar jam 8 dan ia belum beristirahat sama sekali, karena baru sampai saja dia sudah harus menghadiri sebuah meeting penting.
"Jadwal nanti jam berapa Bim..? " tanya nya saat berjalan menuju penthouse nya, tempatnya tinggal jika ada bisnis di negara x itu.
Bima yang mengekori tuannya dengan membawa notebook ditangan nya pun menjawab"Nanti sekitar jam 4 tuan. "
__ADS_1
"Baiklah, bangunkan aku jam tiga nanti, ya sudah sana kau pergi, beristirahatlah...! " usir Malik pada asistennya itu.
"Baik tuan selamat beristirahat. " ucap Bima dan berbalik pergi menuju kamarnya sendiri.
Setelah masuk Malik memutuskan untuk membersihkan badannya, dan setelah selesai berpakaian santai ia merebahkan tubunya diatas kasur, ia melihat langit-langit kamarnya, melirik ponselnya yang terletak di meja kecil samping tempat tidur.
Malik mengambil ponselnya, ia membuka aplikasi galeri dan ia melihat foto-foto sang isteri ketika sedang tidur, ia memotret nya saat setelah mereka melakukan malam pertama,tentunya ketika sang isteri sudah terlelap.
"wah... sepertinya aku mulai kecanduan dirimu wahai isteriku, belum satu hari saja aku sudah sangat merinduka mu.. " gumam malik dengan mata terpejam, perlahan ia tertidur pulas.
disisi lain juga kini nenek tengah membawa rima ke tempat treatment spa, ia meminta kepada para karyawan itu untuk memberikan perawatan pada tubuh rima, agar semakin... ya gitulah. 🙄
Banyak treatment yang rima lakukan dan itu semua berhasil membuat tubuh rima kembali bugar dan terasa lebih santai, sebenarnya rima selalu memikirkan suaminya sepanjang ia perawatan.
𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘰𝘬 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘴... 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦.. 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵...?
𝘨𝘶𝘮𝘢𝘮𝘮𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘳𝘪𝘬 𝘬𝘦 𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘱𝘰𝘯𝘴𝘦𝘭𝘯𝘺𝘢, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘢𝘫𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘢𝘳𝘢.
__ADS_1