Suami Idaman

Suami Idaman
42


__ADS_3

Setelah sarapan pagi dengan nenek selesai kini rima sedang membawa nampan berisi teh hangat dan sarapan untuk sang suami yang masih terlelap dalam tidurnya.


Ketika rima memasuki kamar ia melihat sang suami masih terlelap dengan selimut yang menutupi tubuhnya, saat rima berniat akan membangunkan ia memegang lengan suaminya yang terbuka.


"Ya ampun mas... " Rima merasakan tangannya yang menyentuh lengan sang suami, suhu tubuh suaminya terasa sangat panas, rima kembali meraba dahi suaminya, dan sama.


"Mas... bangun... " ucap rima membangunkan dengan menepuk pipi suaminya pelan.


Malik menyipitkan matanya saat mendengar suara dari sang isteri, namun matanya terasa berat sekali untuk terbuka dan seluruh tubuhnya terasa lemas tak bertenanga.


"Bentar ya mas... " Rima segera keluar dari kamar dengan wajah panik, ia menuruni tangga dan mencari kepala pelayan untuk memanggilkan dokter,kepala pelayan langsung sigap menelpon dokter keluarga untuk segera datang.


Tak lupa rima juga mengambil baskom yang diisi air hangat serta handuk kecil untung mengelap tubuh sang suami, rima juga meminta kompres tempel pada pelayan, saat membuka pintu kamarnya ia berjalan menghampiri malik yang duduk selonjoran dengan menyandarkana kepalanya ke senderan ranjang.


"Mas kamu kok bangun... " Rima meletakan baskom itu di meja dekat tempat tidur.


"Ayok tiduran lagi... "

__ADS_1


"Huh... nggak papa kok. " tolak malik dengan suara serak dan pelan.


Rima merengut sebal ia mengambil kompres tempel dan menempelkan nya dengan sedikit mendorong kepala sang suami , saat malik akan protes ia urungkan karena melihat sang isteri yang menatap tajam ke arahnya.


"Mas makanya kerja kamu tuh jangan diforsir, tubuh kamu juga perlu istirahat mas!, lihat nih tubuh mu agak kurus tuh padahal kamu kan 10 hari doang disana nggak nyampe 2 minggu seperti katamu diawal, jangan-jangan sebelum nikah sama aku kamu juga sering kayak gini ya mas..?"


"nggak... " sahut malik pelan, rima kembali diam.


Rima membasahi handuk kecil itu dengan air hangat lalu memeras nya, ia menyingkap sedikit selimut yang menutupi tubuh sang suami, malik yang selalu telanjang dada saat tidur membuat rima dengan mudah mengelap tubuh suaminya.


Dengan telaten rima mengelap tubuh suaminya, rasa khawatir karena mendapati sang suami yang tengah sakit membuat rima agak kepikiran.


Tak lama pintu kamar rima dan suami diketuk oleh seseorang dari luar, rima berjalan dan membuka pintu itu disana sudah ada kepala pelayan dan seorang dokter pria yang terlihat masih muda.


"Silakan masuk.. " ajak rima.


"Wah wah wah.... tuan muda anda bisa sakit juga ya.. ? " tanya dokter itu dengan nada meledek yang membuat malik berdecak sebal seraya menatap tajam ke arah nya, orang itu adalah Rendy dokter pribadi keluarga malik sekaligus sahabat baiknya.

__ADS_1


"Bisa diam tidak!!! "ucap malik dengan nada tegasnya.


"Ampun tuan muda... wah sedang sakit saja aura mu tetap dingin. " Sadar mendapatkan pelototan lagi dari malik membuat Rendy nyengir tanpa dosa dan lalu membuka alat-alat nya untuk memeriksa keadaan tubuh tuan sekaligus sahabatnya tersebut.


"Bro...apakah kamu kerja lembur bagai kuda?..untuk waktu yang lama?"


Malik tak menjawab hanya melirik tanpa ekspresi ke arah Rendy.


Rendy menghela nafas lagi.


Ia melihat ke arah wanita yang ia tahu dari nenek jika wanita tersebut adalah isterinya dari malik sahabatnya,terlihat raut wajah khawatir dari rima.


"Dok bagaimana...? " tanya rima.


"Nona ,muda suamimu ini tak apa beberapa hari juga bisa pulih lagi, aku akan menuliskan resep untuknya agar menurunkan panas tubuhnya turun dan beberapa vitamin untuk dia konsumsi. " Ucap Rendy dengan menulis resep turun panas serta beberapa vitamin di kertas memo yang selalu ia bawa, ia menyerahkan kertas tersebut kepada kepala pelayan.


"Tapi nggak ada penyakit yang serius kan dok. ..? "

__ADS_1


"Anda tak perlu khawatir nona, tuan muda baik-baik saja cuman ya gitu dia emang agak bandel kalo udah kerja, suka nggak bisa diganggu, " Rima mengangguk kan kepalanya tanda mengerti.


__ADS_2