Suami Idaman

Suami Idaman
28


__ADS_3

"SUAMI? " pekik reno dan nina bebarengan.


"m-maaf kami terkejut ketika mendengar kamu sudah menikah rima. " ucap reno.


"iya nggak papa" sahut rima.


"aku sama suami duluan ya nina mas reno. " pamit rima kepada pasangan suami isteri itu.


rima menggandeng lengan malik sampai ke dalam mobil, sehingga membuat malik mengeluarkan perkataan yang membuat rima mengumpat dalam hati.


"isteriku kita sudah berada didalam mobil, kau tak perlu khawatir jika aku akan dilirik perempuan lain, mereka tak akan berani karena isteriku ini sangat posesif. "


rima yang mendengarnya langsung menatap malik dengan wajah bingung, lalu mengikuti tatapan malik ke arah lengan nya yang dimana tangan rima masih memeluk lengan malik dengan posesifnya.


sontak saja rima langsung melepaskan tangan nya.


"m-maaf.. "


"peluk saja lagi aku tak maslah karena itu tandanya kau sangat takut kehilangan ku suamimu yang sangat tampan ini. " ucap malik dengan percaya dirinya

__ADS_1


𝘏𝘢𝘥𝘦𝘩... 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪.


rima hanya diam, ia memejamkan matanya di sepanjang perjalanan pulang sehingga tak menyadari jika mereka telah sampai di depan rumah.


malik turun terlebih dahulu dengan menggendong rima yang tertidur, rima tak terganggu sama sekali malah ia mengusel kan wajahnya ke celeuk leher malik untuk mencari posisi nyaman.


saat masuk rumah kepala pelayan akan bertanya namun malik menatap kepala pelayan dengan tajam agar kepala pelayan tak bertanya.


saat sampai kamar malik merebahkan tubuh rima ke atas kasur dia juga melepaskan sepatu yang dipakai rima.


𝘴𝘦𝘱𝘢𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘱𝘰𝘬 𝘯𝘺𝘢 ?


cup


𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘪𝘴𝘵𝘦𝘳𝘪𝘬𝘶.


malik mengecup kening rima sebelum tidur dia juga memposisikan dirinya tidur dengan menghadap sang isteri.


🍁

__ADS_1


keesokan harinya.


rima bangun terlebih dahulu ia merasakan nafas hangat yang sangat dekat dengan kening nya, rima mendongak kan kepalanya dan wajah malik terpampang didepannya, hanya tinggal beberapa senti saja wajah mereka berdua saling menempel.


𝘥𝘪𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘱𝘶𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴.


rima menggelengkan kepalanya untuk mendapatkan kembali kesadarannya, ia perlahan beranjak bangun dari tempat tidur dengan sangat hati-hati agar suaminya itu tak terbangun.


saat berhasil turun dari ranjang rima merapatkan selimut malik dan meletakan guling disamping malik.


Rima melangkah dengan Hati-hati ke arah lemari ia mengambil pakaian ganti dan melangkah kekamar mandi , setelah selesai mandi rima melihat kearah ranjang dan mendapati sang suami yang masih tertidur pulas,ia bergegas keluar kamar dan menuju ke kamar nenek.


dikamar nenek, nenek sudah rapih dengan setelan jogging nya rencananya kemarin siang nenek dan rima sudah berjanji akan berjoging pagi disekitar komplek.


"nenek sudah siap? "


"sudah nak, nak rima kamu nggak pake sepatu? "tanya nenek begitu melihat rima hanya menggunakan sandal rumah.


"hehe, aku nggak ada nek, kemarin nenek membelikan ku hanya sepatu heels semua. "tutur rima dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

__ADS_1


" astaga. " nenek menepuk keningnya bagaimana ia bisa lupa, ini semua karena si joni alias jenny itu yang sangat antusias ketika menunjukan sepatu heels yang cantik-cantik.


__ADS_2