
Setelah kepala pelayan dan dokter yang telah memeriksa malik pergi ,kini rima dengan telaten menyuapi suaminya untuk makan.
"Sesuap lagi ya mas.. " bujuk rima karena suaminya baru makan 2 suap.
"Nggak sayang sudah cukup... perutku terasa tidak enak, aku takut akan muntah! "tolak malik yang sangat tak bernafsu makan sama sekali.
"baiklah... yang penting perutmu nggak kosong, sekarang minum obatnya ya mas. "Rima dengan telaten membantu suaminya untuk meminum obat.
" Terimakasih.. "ucap malik ketika selesai minum obat dan menyerahkan gelas nya ke sang isteri.
" Sama-sama, kamu tidur lagi aja mas kamu butuh istirahat banyak.."Malik memejamkan matanya menuruti perintah dari sang isteri, malik juga merasakan pijatan dari sang isteri di lengan nya dan itu cukup membuatnya agak enakan dan perlahan terlelap dalam mimpi begitu saja.
Setelah memastikan sang suami tertidur, rima segera keluar dari kamar dengan membawa nampan yang tadi, saat turun rima tak sengaja bertemu nenek yang sedang berjalan menuju ke arah kamarnya dan suami.
"Nenek...? "
"Rima nenek baru saja dengar dari kepala pelayan jika suamimu sakit nak.. dia tak papa kan?, tak ada penyakit serius kan? " tanya nenek beruntun.
__ADS_1
"Nenek tenang saja mas malik cuma kelelahan katanya, dia udah makan dan udah aku kasih obat yang udah ditebus sama kepala pelayan kok, jika nenek ingin melihat mas malik silakan nek... aku ingin menaruh ini dulu ke dapur. " ucapan rima membuat nenek sedikit tenang, namun ia juga tetap ingin melihat keadaan sang cucu secara langsung.
"Nak nenek akan melihat suamimu sebentar bagaimanapun nenek khawatir dengan keadaan nya. "
Rima mengangguk,dan nenek segera menuju ke kamar cucu lelakinya itu, walau bagaimana pun ia harus melihat dengan mata kepalanya langsung untuk memastikan sang cucu sudah baik-baik saja.
Cklek.
Nenek mendekati tempat tidur, ia melihat cucu lelakinya yang tengah tertidur pulas mungkin karena efek obat yang mulai bekerja.
Nenek mengelus lembut pucuk kepala cucu nya itu, di dalam hatinya ia berdoa semoga cucunya lekas sembuh.
Rima dan nenek kembali bertemu di depan pintu kamar, nenek juga bilang kepada rima untuk tak usah ikut denganya ke rumah teman nya.
"T-tapi nek.... "rima agak tak enak karena membiarkan nenek pergi seorang diri.
" Tak udah khawatir nak nenek kan berangkatnya bersama pak edi jadi aman, lagian suamimu kan sedang sakit kamu sebagai isterinya harus menjaga dan merawatnya dengan baik nak. "
__ADS_1
Rima menggela nafas dan mengangguk membenarkan perkataan nenek barusan, ia memang harus mengurus suaminya yang sedang tak enak badan.
"Ya sudah kalau begitu biar aku antar nenek sampai teras yuk.. " Rima langsung menggandeng lengan nenek dan berjalan menuju teras.
Disana juga sudah ada pak edi yang sudah menunggu karena dia akan mengantar nyonya besarnya.
"Selamat pagi nyonya besar, nona muda... " sapa pak edi dengan senyum ramahnya.
"Pagi juga pak, oh iya pak aku titip nenek ya tolong antarkan nenek dengan selamat sampai tujuan. " pesan rima kepada pak edi.
"Siap nona muda. " ucap pak edi sambil hormat, dan itu membuat nenek serta rima tertawa karena tingkah pak edi.
Setelah mobil yang membawa nenek pergi rima kembali kedalam rumah, ia menuju ke kamarnya untuk mengecek keadaan suaminya, saat membuka pintu dan memasuki kamar rima mendapati sang suami masih tertidur seperti sebelumnya.
Rima mengambil ponselnya yang ia letakan disamping meja tempat tidur, ia berjalan menuju sofa yang tak terlalu jauh dari ranjang, rima mulai membuka apk webtoon dan terkadang novel toon, ia membaca beberapa cerita menarik sambil menunggui suaminya,rima juga mencari resep masakan yang pas untuk suaminya dan menu sup ayam jagung adalah pilihan terbaik menurutnya.
Rima membaca bahan apa saja yang ia perlukan namun ketimbang lupa saat tengah masak rima mengambil kertas dan pulpen untuk mencatat bahan-bahannya.
__ADS_1
Selesai mencatat rima berdiri dari duduknya dan meletakan ponselnya kembali di meja, lalu menyentuh pipi sang suami menggunakan punggung tangannya untuk mengecek apakah demamnya masih tinggi atau sudah turun.
"Alhamdulillah demam nya udah agak mendingan, aku tinggal sebentar ya mas nggak lama kok aku cuman mau bikinin makan siang buat kamu. " ucap rima dengan suara pelan ,sambil memandang ke arah wajah suaminya yang masih terlelap.