Suami Idaman

Suami Idaman
62


__ADS_3

Si kakek mendadak sedih ketika mendengar pertanyaan dari rima, karena ia hanya hidup sebatang kara tanpa adanya keluarga.


"Maaf non, boleh saya saja yang menjelaskan, si kakek ini hanya hidup sendiri dan dia tak punya keluarga, dulu si kakek dan almarhumah isterinya sewaktu hidup tak memiliki anak sama sekali non. "ucap si mamang menjelaskan.


" Benar nak kakek hanya hidup sendiri dulu ada isteri kakek yang menemani, meski pun kami tak punya anak kami hidup bahagia setiap harinya ,sampai ajal tiba dan menjemput isteri kakek terlebih dahulu. "


Rima terharu mendengar cerita kakek, rasa cinta sampai akhir hayat ternyata benar-benar ada dan dia juga dapat melihat jika terdapat pancaran kerinduan yang sangat besar dimata si kakek.


Malik merangkul pundak isterinya dengan tersenyum lembut ke arah sangat istri.


"Kakek mungkin ini tidak seberapa namun saya sudah membelikan sembako untuk kakek mungkin sebentar lagi akan dikirim ke sini. "ucap malik.


"Ya Allah nak terimakasih banyak, dan maaf kakek hanya membuatmu repot. "


"kakek aku sama suami nggak merasa direpotkan justru kami senang dapat menolong kakek, iya kan mas. "


"Tentu sayang. "


Malik melihat ke arah jam tangan nya lalu ia meminta si mamang villa untuk menunggu dirumah si kakek sampai sembako yang ia pesan datang.

__ADS_1


"Kalau begitu kami berdua pamit kakek, mang tolong bantu angkat-angkat sembako nya jika sudah sampai ya. "


"Baik tuan muda. "


Malik mengajak isterinya untuk naik ke motor karna mereka berdua akan pergi ke suatu tempat,di dalam perjalanan rima yang penasaran akan dibawa kemana oleh suaminya pun bertanya.


"Mas kita mau kemana kok jalannya bukan arah ke villa. "


"Kita akan jalan-jalan sebentar sayang. "


Setelah beberapa saat motor yang dikendarai malik berhenti di sebuah lapangan, disana banyak orang-orang, ada yang meluangkan waktu untuk bersantai, bermain dan sebagainya.


Di tempat itu juga banyak anak-anak yang sedang bermain, ada yang main sepak bola, engkleh, klerengan, slodor dan banyak lagi.


"Iya, yuk duduk disana. " malik menunjuk tempat duduk yang terbuat dari kayu yang berada di bawah pohon kersem, karena disana tak terlalu ramai.


Malik menggandeng tangan rima dan mereka duduk sambil melihat Anak-anak kampung yang sedang asik bermain.


"Seru banget ya mas kayaknya. " ucap rima sambil memandang ke arah Anak-anak yang tengah bermain.

__ADS_1


"Kamu mau main? "


"Hemm, nggak ah biarin mereka aja. "


Saat mereka berdua asik melihat anak-anak yang berlarian kesana kemari tiba-tiba ada bola yang menggelinding sampai mendekat dikaki malik.


Malik melihat seorang anak kecil yang mendekat namun tak berani mengambil bola itu, seorang anak laki-laki tak memakai sendal dengan baju yang memble serta ingus yang sedikit keluar sedang menatap bimbang ke arah bola didekat kaki malik.


Sedangkan tak jauh dari mereka anak-anak yang lain meneriaki anak lelaki tadi untuk segera mengambil bolanya.


Rima menyentuh lengan suaminya dan mengkode sangat suami untuk memberikan bola itu, malik mengambil bola plastik itu lalu berjalan menuju si anak yang masih berdiri ditempatnya.


"Nih bola mu. " nada dan ekspresi datar malik membuat rima menepuk keningnya.


Apalagi saat melihat wajah anak itu yang menjadi menunduk karena tak berani menatap sang suami.rima berjalan mendekat dan mengambil bola dari tangan suaminya lalu berjonhkok di hadapan anak kecil itu.


"Dek ini bola nya kakak kembalikan. " ucap rima dengan nada ramah dan menampilkan senyum manis nya.


membuat si anak itu berani mengambil bola yang rima sodorkan lalu secepat kilat dia berlari saat berhasil mendapatkan bolanya lagi namun sebelum jauh ia juga sempat berbalik untuk mengucapkan terimakasih sambil menampilkan senyum yang memperlihatkan gigi ompong nya.

__ADS_1


Rima pun tertawa gemas melihat anak itu dan tawa bahagianya pun tak luput dari pengelihatan malik.


𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘢𝘪𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘯𝘪𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘪𝘵𝘶.


__ADS_2