Suami Idaman

Suami Idaman
43


__ADS_3

Rima meninggalkan kamarnya untuk ke dapur mengecek apakah didapur ada bahan-bahan untuk membuat masakan yang akan ia masak.


Didapur para pelayan menyambut hormat kedatang nona muda mereka, membuat rima lagi -lagi merasa kurang nyaman.


"Bi boleh aku meminjam dapurnya lagi, aku ingin memasak sup ayam jagung untuk suamiku. "


"Tentu saja nona muda, apakah nona perlu bantuan kami. "


"Nggak bi aku bisa sendiri kok, tapi apakah bahan-bahan dikulkas lengkap bi..? " tanya rima.


"Tentu saja ada nona, bahan makanan dirumah ini selalu lengkap jadi nona tak perlu khawatir. "


"hemm baiklah, terimakasih ya. "

__ADS_1


Para pelayan sekali lagi menunduk hormat dan pergi dari dapur karena nona mereka menolak untuk dibantu, rima juga mulai bersiap ia mengenakan celemek agar bajunya tak kotor, membuka kulkas dan mengambil bahan -bahan yang ia catat tadi.


Rima mulai memotong wortel, jagung manis, dan kacang polong kalau untuk ayamnya ia memakai bagian dada ayam, rima mulai memasak semua bahan yang telah ia potong dan ke mudian mencicipi bagaimana rasa masakannya ketika sudah akan matang apakah ada yang kurang atau sudah pas.


Setelah selesai rima mematikan kompor dan menyajikan nya kedalam sebuah mangkuk, kalau tak lupa rima juga mencuci peralatan bekas masaknya tadi jika saja ada pelayan yang melihatnya pasti mereka langsung melarang rima melakukannya.


Selesai mencuci rima melepas celmek dan mengambil beberapa lembar tisu untuk mengelap tangannya, kini rima membawa sup buatannya menuju kamar dan saat membuka pintu lalu masuk kedalam kamar rima mendapati sang suami yang telah bangun dan sedang duduk sambil memegang ponsel.


Rima mendekati ranjang dan mengajak malik untuk makan, rima juga berinisiatif lebih dahulu menyentuh tubuh sang suami untuk mengecek apakah panasnya di tubuhnya sudah turun atau belum, rima yang menyentuh lengan dan pipi suaminya merasakan jika suhu tubuh sang suami sudah normal kembali.


"Apa kamu keberatan jika aku meminta disuapi oleh mu sayang...? "


Rima tersenyum lalu menggeleng untuk menjawab pertanyaan dari sang suami, ia tak merasa keberatan karena itu sudah menjadi kewajibannya.

__ADS_1


Akhirnya suapan demi suapan mulai rima berikan pada sang suami sesekali juga malik mengecek ponselnya dan membalas pesan dengan seseorang yang rima tak tahu siapa.


"Sayang nenek kemana? " tanya malik begitu selesai makan.


"Nenek pergi kerumah temannya mas, tadinya sih mau ngajak aku tapi aku bilang kalo kamu lagi sakit, jadinya nenek minta aku jagain kamu aja dirumah. "


Malik menggenggam tangan isterinya dan tersenyum sambil memandang ke arah wajah sang isteri, yang membuat rima agak malu ditatap seperti itu oleh suaminya.


"Terimakasih ya sayang kamu sudah merawat aku. " ucap malik masih dengan tersenyum sambil memandang isterinya.


Rima mengangguk kan kepalanya dengan wajah yang agak memerah karena malu, malik yang merasa gemas mencuri kecupan di kening serta pipi sang isteri dan itu cukup membuat rima terkejut atas perilakuan sang suami.


"Mas.. ! " protes rima dengan menutup kedua wajahnya yang sangat memerah karena malu.

__ADS_1


Malik tertawa melihat tingkah isterinya, ia menarik sang isteri untuk masuk kedalam pelukan nya, dipeluk kayak gitu membuat rima semakin menyembunyikan wajahnya didada telanjang sang suami.


"Wah sayang jangan seperti itu.....


__ADS_2